http://lifestyle.okezone.com/read/2011/03/18/196/436445/beralih-jadi-pengusaha-siapa-takut

Beralih Jadi Pengusaha? Siapa Takut!
Sabtu, 19 Maret 2011 - 08:13 wib
TERJEBAK dalam rutinitas kantor membuat Moms and Dads mati gaya? Atau mulai 
bosan menerima gaji yang besarnya sama setiap bulan? Atau para Moms yang 
terbiasa bekerja mulai bosan berdiam diri di rumah karena lebih memilih "full 
Mom" bagi si kecil?
 
Mungkin ini saatnya Anda melakukan aktivitas baru. Berwirausaha, misalnya. 
Supaya tak salah langkah, simak ulasannya:
 
Bisnis Baru

- Tentukan jenis bisnis
 
Sesuaikan dengan kemampuan, minat dan bakat Anda, tanpa meninggalkan faktor 
peluang pasar yang ada pada masyarakat. Pilihlah usaha baru yang belum pernah 
ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik. Artinya, perluang pasar Anda 
masih besar.
 
- Pikirkan modal
 
Modal sering menjadi kendala utama. Sesungguhnya ada banyak trik, pasalnya 
lembaga perbankan saat ini menyediakan banyak pilihan kredit. Mulai kredit 
investasi, modal kerja, bahkan factoring.
 
Jenis kredit biasanya diberikan pada pengusaha dengan jaminan purchase order 
(PO) atau surat pemesanan dari pelanggan. Untuk jenis pembiayaan permodalan 
seperti ini, perbankan tidak memberlakukan bunga sebagaimana kredit biasa, 
melainkan fee yang persentasenya cukup kompetitif dibandingkan bunga kredit 
perbankan.
 
PO dapat dijadikan agunan dan pihak bank akan melakukan analisis terhadap PO 
tersebut, mulai dari term of payment, unit yang dipesan, harga, total barang, 
bank yang dipakai, NPWP dan alamat dari pelanggan.
 
Pemerintah pun mulai menggalakkan program kredit bagi usaha kecil yaitu Kredit 
Usaha Rakyat (KUR) maupun Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri 
(PNPM). Pilihlah yang sesuai kebutuhan dan kemampuan Anda!
 
- Buatlah visi dan misi usaha
 
Visi dan misi dibuat agar tujuan dan langkah usaha dapat terkonsep dengan baik. 
Sekecil apapun usaha yang dimiliki, namun dengan adanya tujuan usaha pasti 
memengaruhi kinerja serta hasil usaha yang akan diperoleh.
 
- Belajar dan lakukan pengamatan
 
Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang sama, bila usaha kita tergolong 
baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Jangan lupa perdalam 
pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita 
jalankan, agar produk lebih inovatif.
 
- Tentukan lokasi usaha
 
Pilihlah tempat yang cocok untuk usaha Anda. Pertimbangkan jumlah traffic, 
kemudahan akses lokasi, meliputi jumlah kendaraan yang lalu-lalang di lokasi 
tersebut per harinya dan apakah orang yang melewati jalan tersebut dapat 
melihat plang bisnis Anda? Apakah lokasinya mudah diakses? Kebersihan dan 
keamanan lingkungan pun harus diperhatikan. Awasi pula tingkat kompetisi usaha 
yang akan dijalankan. Jika di lokasi incaran sudah jenuh terhadap usaha yang 
menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi tersebut menjadi tidak strategis 
untuk bisnis Anda, jadi jangan memaksakan!
 
- Hadirkan profesionalisme


Jika ingin diperlakukan secara profesional, berikan image yang profesional. 
Buatlah rekening bank atas nama usaha Anda, pasang jalur telepon dan fax yang 
terpisah dari rumah pribadi. Buatlah material marketing yang profesional, cetak 
kartu nama, dan identitas bisnis lainnya yang diperlukan.
 
- Promosi usaha
 
Untuk menggaet pelangan, promosi harus intensif dan inovatif. Cara terbaru yang 
tengah marak melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Ini relatif 
ampuh karena jumlah penggunanya kian bertambah dan terdiri dari pelbagai 
golongan. Namun tak ada salahnya jika Anda tetap menggunakan promosi 
konservatif melalui banner, flyer, brosur, katalog, poster.
 
Bisnis Online
 
Bisnis ini cocok bagi Anda yang memiliki modal terbatas. Tak perlu repot 
memikirkan lokasi usaha, hanya dengan sambungan internet, usaha sudah dapat 
berjalan. Hal yang diperlukan hanya kemauan, ketekunan dan konsistensi.
 
1. Komputer, laptop atau netbook dengan modem internet adalah perangkat yang 
harus disiapkan jika Moms ingin berbisnis online.
 
2. Jika memilih berjualan secara gratis manfaatkan facebook, forum jual beli, 
Twitter atau membuat toko online di layanan blog gratis seperi WordPress.com 
dan Blogspot.com. Untuk mengakses situs tersebut, persyaratan pertama harus 
membuat email. Tentu saja Anda dapat mencantumkan nomor telepon sebagai salah 
satu cara yang dapat digunakan calon pembeli untuk menghubungi Anda.
 
3. Jika layanan bebas biaya seperti di atas kurang memuaskan, Anda dapat 
menyewa domain (alamat situs pribadi) serta jasa webhosting. Biaya yang dipatok 
di bawah lima ratus ribu rupiah per tahunnya. Jika tidak mau repot membuat toko 
online sendiri, Anda dapat menggunakan jasa pembuatan toko online. Biayanya 
berkisar satu juta rupiah, bergantung pada rumit atau tidaknya toko online yang 
dibuat.
 
4. Berikan keterangan detil pada barang yang diperjual-belikan beserta aturan 
jual-beli yang jelas di dalamnya. Tujuannya menghindari kesalahpahaman dan 
terjalinnya kepercayaan serta kesepakatan yang jelas antara kedua pihak 
meskipun tidak terjadi pertemuan secara fisik.
 
5. Sistem pembayaran untuk target pasar lokal, dapat menggunakan media transfer 
bank. Sedangkan profesionalisme, sediakan rekening tabungan secara terpisah 
dengan rekening pribadi. Dan untuk target pasar internasional, dapat 
memanfaatkan jasa Paypal - media pembayaran online yang dapat digunakan untuk 
menerima pembayaran dari kartu kredit. Pembuatan akunnya, gratis, loh!
 
6. Jika Anda sedang tidak di rumah dan tidak bisa mengakses internet melalui 
komputer atau laptop, Anda tetap dapat mengakses toko online selama 24 jam 
sekaligus berinteraksi dengan calon pembeli lewat handphone. Sebanyak apapun 
pertanyaan yang dilontarkan, bersikaplah ramah dan informatif terhadap pembeli 
Anda!
 
7. Penipuan berkedok jual-beli via internet kian marak. Demi membangun 
kepercayaan konsumen, Anda dapat meng-upload surat bukti pengiriman atau foto 
paket barang yang akan dikirimkan. Dengan demikian konsumen memiliki gambaran 
cara kerja toko online Anda seperti apa.
 
Bisnis Waralaba 
 
Usaha waralaba atau franchise memang memudahkan bagi pemula. Dengan memiliki 
lisensi waralaba, pebisnis pemula bisa belajar menjalani usaha dengan mengenali 
pola dan risikonya. Untuk lebih yakin, ikuti tip berikut:
 
1. Datanglah ke pameran waralaba dan peluang bisnis dengan keyakinan dan 
percaya diri yang tinggi. Jangan minder, bertindaklah seperti seorang bos yang 
akan mencari mitra bisnis, karena Anda yang akan menentukan segalanya.
 
2. Tentukan minat Anda sebelum memilih jenis usaha waralaba, apakah di bidang 
kuliner, kecantikan, furniture atau lainnya.
 
3. Jatuhkan pilihan pada satu jenis usaha waralaba, misalnya produk burger atau 
bakso. Lalu ambil tiga pilihan brand waralaba burger atau bakso yang menarik 
minat, untuk kemudian Anda seleksi.
 
4. Kenali lebih dalam ketiga pilihan waralaba tersebut. Pelajari dan bandingkan 
dengan seksama dari sistem yang ditawarkan. Beri pertanyaan secara detil pada 
franchisor. Seperti informasi sejarah berdirinya, kapan memulai franchise, 
siapa franchisee pertama, periizinan usaha. Jika perlu temuilah franchisee 
pertama waralaba tersebut untuk mencari tahu pengalaman bisnisnya. Temukan pula 
keunikan dari setiap waralaba yang Anda seleksi tersebut.
 
5. Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa 
lalu dapat menjadi proyeksi bisnis Anda mendatang. Pewaralaba yang baik tak 
akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah 
perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya 
lebih dari tiga tahun.
 
6. Jika Anda sudah menjatuhkan pilihan produk waralaba, patuhi sistem yg sudah 
dibangun franchisor. Ini menjadi kunci sukses bisnis waralaba, selain faktor 
lain seperti manajemen keuangan dan dukungan keluarga. Jangan lupa sisihkan 
uang hasil penjualan dan jangan campurkan dengan pengeluaran harian! (Sumber: 
Mom & Kiddie)
(//tty) 
 

Kirim email ke