----- "Budiwijaya" <[email protected]> wrote: > Setelah dapet pencerahan dari rekan2 di milis sebelah. Solusinya ada > 2. > 1. Disable MX Backup tersebut. > 2. Menarik MX Backup tersebut untuk ditangani sendiri. > > Kalo saya menggunakan solusi ke 2. Namun lokasi server tetap ada di > provider (colocation), karena menjaga kemungkinan adanya link putus > antara provider dan kantor. Jadi email masih bisa terjaga di lokasi > provider.
Betul, memang secondary MX ini kalau tidak kita kelola sendiri bisa menjadi pisau bermata dua, disatu sisi dapat menolong jika primary MX down, tapi juga sering dipakai spammer sebagai cara untuk meloloskan dagangannya. Saya termasuk yang tidak menggunakan backup MX dengan asumsi/harapan bahwa primary MX tidak boleh down lebih dari satu hari. Usul saya, kalau ada budget, sebaiknya bisa colocation mesin di ISP sebagai secondary MX sehingga email yang masuk bisa divalidasi dulu penerimanya serta rule-rule/policy yang di primary MX bisa diterapkan juga. Asfihani
