Refleksi : Hasil  dari exploatasi gas dan minyak alam kemana saja perginya? 

http://www.antaranews.com/berita/1272568561/nyala-lilin-tandai-protes-buruknya-layanan-pln-aceh


Nyala Lilin Tandai Protes Buruknya Layanan PLN Aceh
Jumat, 30 April 2010 02:16 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 225 kali
Banda Aceh (ANTARA News) - Ratusan masyarakat dan mahasiswa di Aceh mengelar 
aksi damai ke kantor PT PLN setempat dengan menyalakan ratusan lilin di pagar 
dan papan nama perusahaan milik negara tersebut sebagai wujud kekecewaan 
terhadap buruknya pelayanan listrik di daerah tersebut.

Wartawan di Banda Aceh, Kamis malam melaporkan, aksi yang dimulai sekitar pukul 
20.30 WIB dari taman Ratu Safiatuddin menuju kantor PT PLN Aceh di jalan T Nyak 
Arief itu sempat memacetkan arus lalulintas.

Ratusan pendemo yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian setempat melakukan 
longmarch dengan membawa lilin dan obor.

Mereka juga mengusung sejumlah spanduk bertulis Aceh negeri lilin dan 
membagi-bagikan ratusan lilin bagi pengguna jalan di ibukota Provinsi Aceh itu.

Aksi gugat PT PLN tersebut, menuntut perusahaan milik negara itu, untuk 
menghentikan pemadaman bergilir yang saat ini masih berlangsung di daerah 
paling barat pulau sumatera.

"PT PLN harus menghentikan pemadaman bergilir dan menormalkan kembali arus 
listrik di daerah berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa ini," kata Oriza Keumla, 
salah seorang aksi.

Mereka juga meminta perusahaan itu untuk bertanggungjawab dan memberikan 
kompensasi terhadap kerugian yang ditimbulkan dari pemadaman bergilir tersebut.

"Aceh banyak sumber daya alam, tapi kenapa Aceh masih belum `merdeka` dari 
listrik," katanya dengan nada kesal.

Mereka juga meminta Pemerintah Aceh ikut bertanggungjawab dalam mencari solusi 
agar daerah tersebut dapat keluar dari krisis listrik.

Selain itu, Koalisi NGO HAM Zulfikar Muhammad mengatakan, pihaknya juga akan 
melakukan "class Action" terhadap PT PLN, karena telah banyak merugikan 
masyarakat.

"Kita telah siapkan 26 pengacara untuk menggugat PT PLN yang dinilai telah 
merugikan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya,General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Zulkifli mengatakan krisis 
listrik di daerah tersebut akan teratasi pada 2014, menyusul akan beroperasinya 
PLTA Peusangan di Kabupaten Aceh Tengah 86 Megawatt dan PLTU tenaga uap (batu 
bara) di Kabupaten Nagan Raya 200 MW.

Kebutuhan listrik di Aceh sebesar 275 MW. Sebagian besar kebutuhan tersebut 
dipasok dari pembangkit listrik Sumatera Utara dan sisanya berasal dari PLTD 
Lueng Bata dan pembangkit listrik lainnya di daerah paling barat pulau sumatera 
itu. (IFL*H011/K004)

Kirim email ke