Sriwijaya Post Selasa, 11 Mei 2004 Studi Ekonomi dan Dokter Umum tak Dibuka Lagi
PALEMBANG, SRIPO - Di masa mendatang Kopertis Wilayah II tidak akan membuka program studi Ekonomi dan Kedokteran Umum bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kecuali berkas pengajuan PTN dan PTS yang telah masuk ke Kopertis pada 2002-2003 lalu. Kebijakan Kopertis untuk tak membuka lagi dua program studi tersebut karena kedua program dinilai tak sesuai dengan kebutuhan sekarang. "Kita hanya menindak lanjuti berkas pengajuan yang telah masuk tahun lalu. Untuk tahun-tahun mendatang kita tidak akan membuka lagi program tersebut," kata Koordinator Kopertis Wilayah II, Dr Djamaah Sopah, MEd, pada Lokakarya Penyusunan Kurikulum Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang (UTP) di Aula Flamboyan UTP, Senin (10/4). Djamaah mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan PTN dan PTS, Kopertis memberikan otonomi yang tinggi melalui kurilikulum berbasis kompetensi. "Pemberian otonomi ini untuk meningkatkan daya saing di antara PTN dan PTS guna meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dengan negara lainnya," katanya. Saat ini mutu pendidikan Indonesia dibanding 30 negera yang penduduknya lebih 20 juta, masih tertinggal. Indonesia berada di urutan ke 28. Dilihat dari APBN dana yang dialokasi pemerintah untuk pendidikan 4 - 6 persen, dibanding Malaysia dana pendidikan Indonesia jauh lebih rendah. "Malaysia itu dana pendidikannya Rp 29 juta - Rp 111 juta per mahasiswa per tahun," ungkap Djamaah. Ia mencontohkan dana pendidikan mahasiswa beberapa PTN di Indonesia di antaranya ITB Rp 15 juta per tahun per mahasiswa. Djamaah menambahkan, hingga saat ini jumlah PTS Kopertis wilayah II sebanyak 200 buah dengan 500 program studi. Kopertis akan menata kembali semua PTS, bila PTS memiliki mahasiswa kurang dari 100 orang makan akan PTS tersebut diusulkan ditutup atau merger dengan PTS lainnya. Rektor Universitas Tridinanti Palembang (UTP), Dr Ir H Hazairin Samaulah, MEng, mengatakan untuk meningkatkan kompetensi dan mutu UTP, sistem tutorial tetap dipertahankan. "Di negara maju sistem yang paling baik dan dosen yang mengajarnya rata-rata profesor dan doktor. Karena keterbatasan dosen senior yang mengajar di kelas tutorial sebaliknya," tutur Hazairin. (sep) New Copyright @ Sriwijaya Post 2002 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

