http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004051500291823
Sabtu, 15 Mei 2004

Sejumlah 400 Pulau Perbatasan untuk Tujuan Wisata

SURABAYA (Media): Sejumlah 400 pulau di perbatasan terancam lepas dari
Indonesia. Pemerintah berupaya menjadikan pulau-pulau tersebut sebagai
daerah tujuan wisata dan sentra budi daya perikanan.
''Sebagian besar pulau itu berada di perbatasan negara tetangga. Pulau
terluar dan terpencil ini sangat memerlukan perhatian, karena dapat
mengancam keutuhan NKRI,'' kata Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin
Dahuri saat tampil sebagai pembicara seminar pada Ekspo Industri Bahari IV
di Surabaya, kemarin.
Padahal, menurut Rokhmin, di sebagian besar pulau tersebut dihuni tidak
kurang 40 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan pesisir pantai
yang membutuhkan peningkatan taraf hidup.
Beberapa upaya yang diperlukan untuk mewujudkan hal itu dapat berbentuk
penyediaan sarana transportasi laut, energi listrik berbasis angin/surya
ataupun gelombang laut, penyediaan sarana air bersih dan telekomunikasi.
''Peran teknologi informatika dan telekomunikasi melalui jaringan internet
diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pulau-pulau di perbatasan
dalam bentuk penciptaan kegiatan wisata di kawasan tersebut," jelas Rokhmin.
Dengan langkah tersebut, sekaligus sasaran 11 juta wisatawan mancanegara
yang akan berkunjung ke Indonesia pada tahun 2005 dapat tercapai. Pasalnya
dari target tersebut, 50% di antaranya adalah wisatawan bahari yang
melakukan kegiatan selam, snoker, mancing dan layar di laut Indonesia.
Selain memiliki potensi wisata, kepulauan Indonesia di perbatasan juga
memiliki potensi sebagai tempat budi daya tambak udang. Diperkirakan areal
di pulau perbatasan yang sesuai untuk tambak udang mencapai 913.00 hektare,
yang saat ini baru dimanfaatkan sekitar 40%.
Pada tahun 2000 kegiatan budi daya tambak udang baru mencapai 430.017 ton
atau sekitar 24% dari potensi lahan yang tersedia. Meski begitu Rokhmin
berpendapat untuk meningkatkan devisa sektor perikanan, budi daya tambak
udang ini harus dilakukan secara hati-hati, sebab berpotensi menimbulkan
ekses dan permasalahan tersendiri.
''Permasalahan ini terutama adanya dampak lingkungan dan sosial pada tekanan
dunia internasional akibat kerusakan biodiversity yang berimplikasi pada
penolakan ekspor udang Indonesia,'' ujarnya.
Terlepas permasalahan tersebut, saat ini di Kabupaten Karimun Provinsi Riau
upaya budi daya potensi perikanan sudah melibatkan investor swasta. Menurut
Bupati Karimun Muhammad Sani, potensi bidang perikanan di daerahnya sangat
menjanjikan. Saat ini dalam satu tahun Kabupaten Karimun memproduksi sekitar
42.330,1 ton ikan dan udang. Selain itu, Karimun juga berhasil meningkatkan
volume ekspor ikan dan tepung ikan masing-masing 4.512,75 ton 2.880
ton.(FL/E-6)



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke