Mari Kita Nikahkan Mereka Yang Sendiri
�
Bismillahir rahmanir rahiem
�
Sesungguhnya tidak ada puja dan puji yang terbaik yang layak dipersembahkan kecuali 
kepada Allah swt saja, Dialah pencipta langit dan bumi, pencipta segala yang ada 
diantara dan pada keduanya. Dialah pencipta manusia lengkap dengan pasangan2-nya. Dan 
sungguh, tidak ada jalan yang layak ditempuh kecuali jalan yang telah dilalui oleh 
Baginda Muhammad Rasulullah saw.
�
Disadari atau tidak, sebenarnya Allah telah memerintahkan kita agar mengawinkan atau 
menikahkan orang2 yang sendirian (baik gadis atau janda, perjaka atau duda). Dan Allah 
tidak menurunkan perintah-Nya kecuali dengan contoh pelaksanaan yang terang dan jelas 
lewat nabi-Nya yang mulia, Baginda Muhammad saw.
�
"Dan kawinkanlah orang2 yang sendirian diantara kamu, dan orang2 yang layak (berkawin) 
dari hamba2 sahayamu yang lelaki dan hamba2 sahayamu yang perempuan. Jika mereka 
miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah maha luas 
(pemberian-Nya) lagi maha mengetahui." (QS 24:32)
�
Dari ayat ini saja kita mendapatkan bahwa ternyata (masih) banyak kandungan Al Qur�an 
yang belum lagi dapat kita tunaikan. Untuk itu, penting buat kita berniat untuk 
menunaikan dan menyempurnakannya, insya Allah. Keyakinan kita adalah bahwa bila niat 
tersebut tidak dapat kita penuhi (misalnya karena masa hidup kita di dunia ini habis), 
maka Allah (yang maha mengetahui setiap isi hati) akan menyempurnakannya bagi pihak 
kita dengan cara-Nya sendiri.
�
Sebagaimana perintah Allah lainnya, didalam suruhan inipun ada janji-Nya yang jelas, 
bahwa Allah swt akan mencukupkan rejeki bagi mereka yang menikah, bahkan walaupun pada 
awalnya mereka dalam kondisi kekurangan. Suruhan-Nya jelas dan janjinya jelas daan 
Allah swt adalah sebaik2 yang dapat memenuhi janji.
�
Mengawinkan atau menikahkan orang2 yang sendirian diantara kita, barangkali sangat 
berat bagi kita, yakni manakala kita adalah orang2 yang belum lagi dapat mengamalkan 
agama ini dengan sempurna. Meskipun berat, tetap saja ini adalah (sebentuk) suruhan 
Allah swt kepada kita. Namun demikian kitapun tahu bahwa beratnya sesuatu lebih banyak 
disebabkan karena kita tidak tahu caranya. 
�
Ketakutan kita untuk urusan ini sebenarnya adalah sebanding dengan ketidak-pahaman 
kita terhadap �perlakuan� Allah atas hamba2-Nya dan sebanding pula dengan 
ketidak-yakinan kita terhadap khasanah Allah. Padahal apa yang tidak mungkin bagi 
manusia adalah sangat mudah dan sangat mungkin bagi Allah untuk mengatasinya. Maka 
siapa saja yang mengambil keputusan untuk mengambil tanggung jawab atas mereka yang 
belum nikah, Allah tidak akan membiarkannya sendiri dalam menyelesaikan urusannya. 
Allah akan membantu usaha apapun sebanding dengan kesungguhan mereka.
�
Diriwayatkan dari al-Laits, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada 
tiga golongan orang yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka, yaitu orang2 
yang berperang di jalan Allah, budak2 yang hendak membayar kemerdekaan dirinya dan 
orang2 yang menikah untuk memelihara kesucian diri." (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa�i dan 
Ibnu Majah)
�
Seharusnya kita merasa risau dan risih dengan banyaknya orang2 di sekitar kita (atau 
yang kita tahu) yang belum menikah atau yang belum mau menikah. Seharusnya kita juga 
berusaha atas mereka yang sendiri agar mereka sadar atau menjadi mudah dan ringan 
untuk datang kepada pernikahan. Sekilas nampaknya kecil, akan tetapi dampak keburukan 
dari ketidak-pedulian ini bukan saja dapat kita rasakan di dunia ini tapi juga sampai 
ke akhirat nanti.
�
Berapa banyak orang yang tergelincir kedalam dosa gara2 lambat menikah? Berapa banyak 
orang yang murtad gara2 lambat menikah? Berapa banyak wanita (gadis atau janda) yang 
menangis atas kesulitannya yang tidak dapat diselesaikan kecuali oleh laki2? Berapa 
banyak lelaki (jaka atau duda) yang stress atas kesulitannya yang tidak dapat 
diselesaikan kecuali oleh wanita? Semua itu adalah kemungkaran. Dan hari ini kita 
melihat hal tersebut bahkan ada di depan mata kita sendiri.
�
Dari Abu Said al Khudri r.a. berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah saw bersabda, 
"Barangsiapa melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya. 
Jika tidak mampu maka cegahlah dengan lidahnya, jika tidak mampu hendaklah dia merasa 
benci di dalam hatinya, dan ini adalah se-lemah2-nya iman." (HR Muslim)
�
Maka orang2 yang kuat imannya adalah dia yang mau mengulurkan tangannya, memberi 
jalan, memudahkan dan menuntun mereka yang sendiri menuju ke gerbang pernikahan. Orang 
yang lebih rendah imannya adalah orang2 yang mengingatkan mereka dengan lisannya. 
Adapun orang2 yang lemah imannya adalah orang2 yang membenci kemungkaran tersebut, 
namun dia tidak berbuat apapun.
�
Dan ketika kita tidak ingin termasuk orang2 yang lemah imannya, maka tidak ada cara 
lain selain dengan menggunakan tangan kita untuk urusan ini. Menggerakkan mereka atau 
meng-goncang2 mereka atau men-dorong2 mereka atau menjaring mereka atau dengan cara 
membawa mereka kedalam rumah tangga adalah usaha yang tidak dapat dilakukan kecuali 
dengan melibatkan tangan kita.
�
Dan ketika kita tidak ingin termasuk orang2 yang lemah imannya, syarat untuk itu 
adalah paling tidak kita mau �ngomong� berterusan hingga mereka yang sendiri merasa 
�bosan� dan segera buat keputusan untuk menikah. Subhanallah.
�
Subhan ibn Abdullah
Patayya, 30/09/2003
*
http://imanyakin.modblog.com/
�
�
Date: Wed, 11 Aug 2004 07:22:36 +0200 (CEST)
From: dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: udah pada nikah belum ???
 
alasan lain saya kira; makin sulit cari laki-laki baik....
 
yg baik sudah pada laku...., katanya sih. ...., sementara di sekitar kita bertebaran 
laki-laki bajingan seperti pembunuh Amanda, mahasiswi Trisakti yg mengenaskan di 
Bandung itu....
 
memang kita harus kembali ke agama, semua hal harus diukur dari agama...
 
 
agus sumarna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
"Salah satu masalah mengapa seseorang
(ikhwan/laki-laki khususnya) tidak menikah2 juga
adalah karena jika diukur secara materi, keimanan,
fisik,pendidikan,status sosial mereka pada umumnya
dibawah rata2 tetapi jika disuruh memilih (Akhwat)
maka yang dipilih adalah Akhwat yang terbaik yang
diingini oleh setiap Ikhwan...so hasilnya nol
lagi..nol lagi,,,(ini perkataan Ustad Anis Matta pada
ceramah Persiapan Menjelang Pernikahan, Majelis
pengajian Ummul Quro Bandung..)"
 
prihatin aja dengan kondisi banyaknya kaum wanita
(akhwat) yang masih melajang hingga kini..so
Ikhwan..udah pada nikah belumm???
 
Wassalam
Agus
 
�


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke