--- In [EMAIL PROTECTED], "H. M. Nur Abdurrahman" <nur-
[EMAIL PROTECTED]> wrote:
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
639. Teluk Buyat Menuju Teluk Minamata
 
Firman Allah:
-- ZHR ALFSAD FY ALBR WALBhR BMA KSBAT AYD ALNAS LYDZYQHUM B'ADH 
ALDZY 'AMLWA L'ALHUM YRJ'AWN (A. ALRWM, 30:41), sibaca: zhaharal fasa-
du fil barri wal bahri bima- kasabat aydin na-si liyudzi-qahum 
ba'dhal ladzi- 'amilu- la'allhum yarji'i-n (s. arru-m), artinya: 
muncullah kerusakan di darat dan di laut disebabkan tangan-tangan 
manusia, maka dirasakan mereka itu sebagian dari (akibat) perbuatan 
yang mereka lakukan, supaya mereka kembali (dari keterlanjurannya).
 
Bagaimana mungkin teluk dapat "berlayar"?, yaitu dari Buyat di 
Sulawesi Utara menuju ke Minamata di Jepang? Yayasan Sahabat 
Perempuan, Yayasan Nurani, Kelola, dan Lembaga Bantuan Hukum 
Kesehatan (LBHK), membawa empat warga Buyat Pantai ke Jakarta: Rasyid 
Rahmat (45 tahun), Masnah Striman (41 tahun), Juhria Ratumbahe (45 
tahun), dan Sri Prika Modeong (2 tahun). Empat warga Desa Buyat 
Pantai yang diperiksa di Jakarta tersebut, ternyata terbukti tercemar 
logam berat merkuri (Hg). Kadar total merkuri dalam sampel darah 
mereka telah melebihi kadar Nilai Ambang Batas (NAB) dalam darah, 
menurut standar International Programme on Chemical Safety (IPCS), 
yaitu rata-rata 8 ug/l (mikrogram per liter), namun belum mencapai 
dosis yang dapat menimbulkan gejala penyakit minamata. 

Itulah yang dimaksud dengan Teluk Buyat Menuju Teluk Minamata, 
artinya kondisi teluk Buyat yang tercemar logam berat Hg, kalau 
dibiarkan, maka insya-Allah ujung-ujungnya akan seperti teluk 
Minamata beberapa tahun silam. Singkat kata penduduk Desa Buyat 
Pantai belum berpenyakit Minamata, tetapi secara faktual baru 
berpenyakit "aneh" disebabkan oleh logam berat Hg. Seperti diketahui 
dosis efektif Hg sampai orang berpenyakit minamata jika dalam cairan 
darah manusia bersemayam Hg 200-500 ug/l, atau 50-125 ug/l dalam 
rambut. Jadi sekali lagi kita nyatakan, apabila penduduk yang malang 
itu dibiarkan tetap dimangsa pencemaran tanpa intervensi, maka ujung-
ujungnya dalam jangka panjang merkuri akan terakumulasi dalam tubuh 
mereka dalam wujud penyakit minamata. 
 
Bahwa keempat warga Desa Buyat Pantai telah tercemar Hg itu tak dapat 
diragukan lagi. Ini terungkap dari hasil analisa sampel darah mereka 
yang dilakukan Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan (Puska 
RKL) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 
Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Laboratorium 
Departemen Kimia FMIPA UI. Hasil analisa dipaparkan Direktur Puska 
RKL Dr Budiawan kepada wartawan di Kampus UI Depok, Kamis (29/7-
2004). Dengan menggunakan instrumen Atomic Absorption 
Spectrophotometry (AAS), ditemukan kandungan total merkuri pada darah 
Rasit 23,90 ug/l, Masna 14,90 ug/l, Juhriah 22,50 ug/l, dan Rafika 
9,51 ug/l. 
 
Data di atas dicoba "dilawan" dengan pesta makan ikan di Pantai 
Lakban. Pesta ini digelar untuk menunjukkan tak ada pencemaran di 
Teluk Buyat, baik itu yang disponsori oleh PT NMR maupun Menteri 
Lingkungan Hidup. Menurut penduduk setempat, ikan-ikan yang disantap 
dalam pesta itu tidak berasal dari Teluk Buyat. Kalau keterangan 
penduduk itu benar, maka Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim 
telah melakukan kebohongan publik untuk membela PT Newmont Minahasa 
Raya. 

Juga pada 9 Agustus 2004 di TVRI Menteri Kesehatan mencoba 
untuk "mengaburkan" kandungan merkuri dalam darah keempat orang itu 
dengan "membelokkannya" kepada penyakit Minamata dan dengan susah 
payah Salim Said "menjuruskannya" kembali kepada kandungan merkuri 
dalam darah keempat orang itu. Bahkan baru-baru ini diberitakan 
melalui media elektronik bahwa Menteri Kesehatan tidak tanggung-
tanggung "membelokkan" kandungan merkuri dalam darah itu ke penyakit 
Minamata dengan mendatangkan dari Dai Nippong para pakar penyakit 
Minamata untuk meneliti penududuk Buyat. 

Pihak Polripun ternyata "ragu-ragu" tentang masalah ini, yaitu 
sebermula diberitakan bahwa Polri telah menginstruksikan penutupan 
pabrik Newmont, namun kemudian dibantah kembali.
 
***
 
Pada 1996, PT Newmont Minahasa Raya (NMR) mulai melakukan operasi 
penambangan emas pada areal sekitar 600 hektare di Bukit Mesel. Lahan 
ini dibebaskan secara paksa dari rakyat setempat. "Harganya tidak 
manusiawi, hanya Rp 250 per meter persegi," ungkap Ramlan, mantan 
kepala Desa Ratatotok, yang pernah ikut menjemput bos NMR, Richard 
Linsang, pada 1987.
 
Jika ditarik garis lurus, lokasi tambang itu berjarak sekitar 6 km di 
arah utara Teluk Buyat. Di sini terdapat hulu sungai yang bermuara ke 
Teluk Buyat. Sekitar 4 km ke arah timur laut, terdapat daerah bernama 
Lobongan yang menjadi areal tua penambang emas rakyat. Di sini pun 
terdapat hulu sungai, namun bermuara ke Teluk Totok. 
 
Aktivitas tambang PT NMR menjadi sangat bersentuhan dengan warga 
Buyat Pantai. Pasalnya, dari tambang perusahaan Amerika ini, menjulur 
pipa sepanjang 9,5 km ke dasar Teluk Buyat. Berubahlah perairan ini 
sebagai "bak sampah raksasa" untuk limbah tambang yang disebut 
tailing (lumpur sisa proses pemisahan bijih tambang). Stasiun katup 
buang dari pipa tailing itu jaraknya hanya 50 meter dari pintu masuk 
Kampung Buyat Pantai. Warga Buyat Pantai akhirnya hidup dekat 
kubangan sampah tailing yang mengandung zat kimia arsen, antimon, dan 
merkuri.
 
Perusahaan asal Denver, AS ini membuang sebanyak 2.000 ton limbah 
tailing ke dasar perairan Teluk Buyat setiap harinya. Sejumlah ikan 
dalam 2 tahun terakhir ditemui memiliki benjolan semacam tumor dan 
mengandung cairan kental berwarna hitam dan lendir berwarna kuning 
keemasan. Begitu pula pada manusia. Sejumlah penduduk Buyat memiliki 
benjol-benjol di leher, payudara, betis, pergelangan, pantat dan 
kepala sejak 1999-2000. Republika mencatat, dari 75 warga setempat 
yang sempat ditemui dari rumah ke rumah, tak satu pun yang tubuhnya 
bebas dari penyakit "aneh" itu. 
 
***
 
Rujak rasanya asam-asam manis, karena diberi asam dan gula. Keinginan 
kita mengikuti selera terpenuhi dalam makan rujak dengan kriteria 
asam dan manis. Namun keinginan kita dalam hidup di dunia ini tidak 
selamanya kriteria yang diinginkan itu senantiasa sejalan, artinya 
tidak seperti dalam hal perujakan. Dalam kasus Teluk Buyat khususnya 
dan roda besi pembangunan fisik umumnya, ada dua kriteria di sini 
yang saling diperhadapkan. Yaitu pencemaran oleh limbah industri dan 
penggusuran demi keindahan kota, berhadapan dengan yang menyangkut 
kehidupan dan penghidupan rakyat kecil, yang menjadi mangsa 
pencemaran dan penggusuran.

Firman Allah:
-- WFDYNH  BDZBhN  'AZHYM (S. ALSHAFT, 37:107), dibaca: wafadayna-hu 
bidzibhin 'azhiymin, artinya: Dan Kami menggantinya (Ismail) dengan 
seekor sembelihan yang besar.

Apakah yang tersirat di balik penggantian Ismail dengan domba ini? 
Nilai yang dapat disimak dari sini adalah menjunjung tinggi nilai 
kemanusiaan. Apa arti pembangunan fisik jika harga pembayarannya, 
berupa pencemaran dan penggusuran. Pembangunan harus difokuskan 
kepada manusia dan kemanusiaan. WaLlahu a'lamu bisshawab.
 
*** Makassar, 22 Agustus 2004
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke