ada buku sejarang yang bilang EL itu adalah dewa tertinggi bangsa Kana'an,
yang menghuni israel-palestina, sebelum orang yahudi keturunan ibrahim
datang, mereka menyembah tiga dewa, yang tertinggi itu EL
kemudian orang yahudi datang ke situ, berbaur dengan masyarakat yang sudah
ada.
On Fri, 8 Oct 2004, rm_danardono wrote:
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> >>>...Ini pertanyaan kecil,karena bagi saya buat apa beriman kepada
> sesuatu yang saya tidak suka/ pahami.
>
> tolong dipahami ini bukan sebagai provokasi, tetapi dari mayoritas
> yang selama ini tidak tahu apa-apa akan minoritas saudara
> sbangsanya<<<<
>
> Ini sangat mengharukan, bagaimana anda ingin memahami agama saudara
> sebangsa, yang saya yakin adalah tulus (walau tak ada urusan apakah
> anda mayoritas atau minoritas bukan?).
>
> Untuk ini, seperti saya katakan, pembelajaran akan agama lain
> (Kristen, Buddha, Hindu), yang dianut saudara2 kita, hendaklah anda
> lakukan dengan serious dan systematis, sehingga anda mendapat jawaban
> dari orang2 yang benar pakar, dan tanpa emosi menerangkan pada anda.
> Untuk Kristen, anda boleh pilih gereja Katholik atau Protestant, pada
> dasarnya pemahamanannya sama, sampai pada beberapa hal.
>
> Mengenai bagaimana pemahaman akan Allah, saya kirim tulisan seorang
> pakar dibawah ini. Kalau ada pertanyaan, ajukanlah pada:
>
> Pak Herlianto
> www.yabina.org
>
> SElamat membaca
>
> Shalom
>
> RM D Hadinoto
>
>
>
> ALLAH IS GOD
>
> Seorang anak Amerika, rajin ke sekolah minggu dan berdoa
> kepada `God.' Sekali waktu ia heran ketika temannya di Public School
> yang keturunan Arab dan pakai kerudung berdoa kepada `Allah.' Ia
> mulai menerima persepsi yang terdistorsi bahwa sesembahan orang
> Kristen itu namanya `God' dan sesembahan orang Islam itu
> namanya `Allah. Di lain waktu ia pindah bersama ayahnya yang diplomat
> yang ditugaskan ke Siria, ia bingung karena sekarang temannya yang
> orang Siria Kristen membaca Alkitab Peshita (Aram) dan berdoa
> kepada `Alaha', dan ketika ayahnya dipindah ke Arab Saudi, ia melihat
> temannya anak Arab Kristen yang membaca Alkitab bahasa Arab juga
> berdoa kepada `Allah' seperti temannya anak Arab-Islam yang berdoa
> kepada `Allah.'
>
> Dalam kedewasaannya, si anak mulai menyadari bahwa `Allah' itu
> ternyata sama dengan `God', apalagi setelah ia menginjak dewasa dan
> sering berkunjung ke Eropah ia melihat di sana orang Islam dalam
> percakapan juga sering menyebut `Allah' sebagai `God, Gott atau Dieu'
> juga. Tetapi kemudian ia menyadari bahwa sekalipun kedua teman Arab
> (yang Islam dan yang Kristen) itu sama-sama menggunakan nama `Allah'
> (atau God) ternyata maksudnya beda juga.
>
> Pengalaman yang sama dialami banyak orang, namun di balik kedewasaan
> wawasan si anak yang diceritakan di atas, ternyata banyak juga orang
> yang masih berada dalam kutub ekstrim, disatu kutub ada sikap `allah-
> mania' yang menganggap bahwa nama `Allah' itu monopoli milik orang
> Islam (seperti di Malaysia), dan di kutub lain ada sikap `allah-
> fobia' yang alergi berat terhadap nama itu. Bagaimana sebenarnya
> perkembangan nama itu?
>
> Nama `El' dengan variasinya Elohim & Eloah sudah digunakan sebagai
> nama diri maupun sebutan sejak kitab pertama Alkitab (Kejadian 1,
> nama Yahweh baru diturunkan kepada Musa dalam Keluaran 6:1-2) dan
> dipercayai oleh keturunan Adam khususnya keturunan Sem (anak Nuh)
> yang menghasilkan rumpun Semit, rumpun Semitik ini menurunkan
> keturunan Ibrani, Arabi, Arami, dan banyak suku-suku di sekitar
> Palestina. Suku bangsa Arab terdiri dari empat jalur, yaitu: (1)
> keturunan Sem (rumpun Semitik) melalui anak bernama Aram (Yahudi =
> keturunan Arphaksad); (2) keturunan Eber, yaitu melalui anaknya
> Yoktan (Yahudi = keturunan Peleg); (3) keturunan Abraham melalui
> Hagar (Ismael) dan juga (4) Keturah (Yahudi = keturunan Sara). Jadi
> orang Arab itu juga orang Semitik (keturunan Sem), Ibranik (keturunan
> Eber), dan juga Abrahamik (keturunan Abraham) sama halnya dengan
> orang Yahudi.
>
> Dalam keturunan ini nama `El' itu berkembang dalam dialek-dialek
> lokal menjadi `Il, Ilu, Ilum' dan `Ila, Ilah, Elah', dan khususnya di
> kalangan suku-suku berbahasa Arab `El' itu disebut dalam dialek Arab
> sebagai `Allah' (al-ilah) dan di kalangan suku Aram Siria
> disebut `Alaha' (alah-ha). Kata sandang definitif `al' (Arab) di
> tulis didepan dan `ha' (Aram-Siria) di tulis di belakang. Dalam
> bahasa Ibrani dan Yunani, kata sandang ini tidak lazim dipakai untuk
> menyebut Tuhan. Ensyclopaedia Britannica menulis:
>
> "Allah (Arabic: "God"), the only God in the religion of Islam.
> Etymologically, the name Allah is probably a contraction of the
> Arabic al-ilah, "the God." The name's origin can be traced back to
> the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El,
> the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Allah is the
> standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well
> as by Muslims." (di bawah kata `Allah').
>
> Di kalangan suku-suku berbahasa Arab, nama `Allah' itu adalah nama
> diri dan generik Tuhan. Dan sebelum ada Islam, jauh sebelumnya, orang
> yang berbahasa Arab yang menganut agama Yahudi maupun Kristen sudah
> menyebut `El' dalam dialek Arabnya yaitu `Allah.' Di kalangan orang
> Arab yang tidak menganut agama Yahudi dan Kristen, mereka masih
> menyebut `El' monotheisme Abraham dalam dialek Arab sebagai `Allah,'
> ini dilakukan oleh kaum Hanif/Hunafa.
>
> "Gagasan tentang Tuhan Yang Maha Esa yang disebut dengan nama Allah,
> sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno. . . . Kelompok keagamaan lainnya
> sebelum Islam adalah Hunafa (tngl.hanif), sebuah kata yang pada
> asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang
> berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. . . . Hanif. . . .
> digunakan dalam al-Quran dengan pengertian "orang yang mengikuti
> keyakinan monotheisme." Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-
> Quran terhadap Nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa
> Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka
> dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme dan
> politheisme. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dan
> Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan
> Isma'illiyah." (Cyril Glasse, Ensiklopedia Islam, h.50-51,124).
>
> Agama Islam masuk Indonesia pada abad-13 dan dari ratusan tahun
> kehadiran bahasa Arab di Indonesia, menurut Kamus Besar Bahasa
> Indonesia, 1.495 kata Arab (termasuk Allah) diterima sebagai kosa
> kata bahasa Indonesia (juga 3.280 kata Belanda dan 1.610 kata
> Inggeris).
>
> "Jauh sebelum kehadiran agama Islam, orang Arab yang beragama Kristen
> sudah menggunakan (baca: menyebut) allah ketika mereka berdoa kepada
> el, elohim, eloah. Bahkan tulisan-tulisan kristiani dalam bahasa Arab
> pada masa itu sudah menggunakan allah sebagai padan kata untuk el,
> elohim, eloah. Sekarang ini, allah tetap digunakan dalam Alkitab
> bahasa Arab, baik terjemahan lama (Arabic Bible) maupun terjemahan
> yang baru (Today's Arabic Version). . . . Dari dahulu sampai
> sekarang, orang kristen di Mesir, Lebanon, Iraq, Indonesia, Malaysia,
> Brunai, Singapura dan di berbagai negara di Asia serta Afrika yang
> dipengaruhi oleh bangsa Arab, terus menggunakan (baca: menyebut) kata
> allah � jika ditulis biasanya menggunakan huruf kapital "Allah" untuk
> menyebut Pencipta Alam Semesta dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,
> baik dalam ibadah maupun dalam tulisan-tulisan." (Daud Susilo, Forum
> Biblika, LAI, No.8/1998, h.102).
>
> Agama kristen masuk ke Indonesia sejak abad-16. Karena nama `Allah'
> sudah menjadi kosa kata bahasa Indonesia dan digunakan oleh orang
> Arab Kristen, maka tepat kalau LAI menggunakannya sebagai padan
> kata `El, Elohim, Eloah' maupun `Theos' karena kata ini bukan
> terjemahan melainkan perkembangan dialek yang asli, ini berbeda
> dengan kata `God' yang adalah terjemahan.
>
> "Dalam terjemahan bahasa Melayu dan Indonesia, kata `Allah' sudah
> digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa
> Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu
> juga dalam Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior
> Leydekker, 1773) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan
> Hillebrandus Cornelius Klinkert, 1879) sampai saat ini." (Susilo,
> ibid).
>
> Memang, kemudian ada kelompok fundamentalis Islam di Malaysia yang
> melarang penggunaan nama `Allah' dalam Alkitab Kristen, untuk ini
> Olaf Schumann, yang pernah 3 tahun memperdalam Islam di Universitas
> Al-Azhar Mesir, menjelaskan:
>
> "diakui pula dalam Al-Quran sendiri dimana Nabi Muhammad dalam
> percakapan dengan orang Kristen dan Yahudi menggunakan pula
> kata `Allah' dan dengan sendirinya dicatatlah dalam buku suci umat
> Islam itu bahwa orang Yahudi dan Kristen menggunakan kata yang sama.
> Dalam tradisi Islam berbahasa Arab pun tidak pernah dipersoalkan
> bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen menggunakan istilah yang sama
> dengan orang Islam untuk menyatakan Dia yang menjadi tujuan ibadah
> dan amal mereka. Mempersoalkan hal ini merupakan gejala yang baru
> yang bertentangan dengan Alquran, dan karena itu semestinya disebut
> sebagai bidat. Bidat itu muncul umpamanya di Malaysia di mana
> pemerintah federal dan beberapa pemerintah negara bagian sejak tahun
> 1982 melarang orang bukan Islam menggunakan kata Allah dan beberapa
> kata Arab lainnya. Orang-orang yang membujuk pemerintah Malaysia
> untuk tindakan itu sebenarnya jahil terhadap agama Islam dan tradisi
> ajarannya yang bersumber pada al-Quran dan Sunna nabi Muhammad"
> (Keluar dari Benteng Pertahanan, BPK-GM, h.175).
>
> Lalu, apakah itu berarti bahwa `Allah' Kristen sama dengan `Allah'
> Islam? Untuk ini kembali Schumann menulis: "yang menjadi masalah
> ialah soal dogmatika atau `aqida', sebab ke tiga agama surgawi
> (samawi) itu mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah
> yang sama, baik hakekatnya maupun pula mengenai cara pernyataannya
> dan tindakan-tindakannya." (Schumann, h.177)
>
> Perlu disadari bahwa ketiga agama Samawi (Yahudi, Kristen, Islam)
> menyembah oknum `Allah' (El) yang sama tetapi berbeda dalam
> dogmatika/aqidah yang dipercaya mengenai Allah itu. Sebagai
> contoh, `El' (bahasa Ibrani) Yahudi sama dalam oknum tetapi berbeda
> dalam pengajaran dengan `Theos' Kristen (bahasa Yunani). Agama Yahudi
> mendasarkan wahyunya perjanjian pada Abraham, Ishak, dan Yakub
> (berdasar Alkitab PL), tetapi agama Kristen menambahkannya dengan
> penggenapan wahyu perjanjian baru dalam Tuhan Yesus Kristus (berdasar
> Alkitab PB), ini ditolak Yahudi. Demikian juga wahyu perjanjian yang
> dipercayai Islam (berdasar al-Quran) tidak dipercayai oleh Yahudi &
> Kristen. Perayaan Idul-Adha menunjuk pada `El/Allah'
> dan `Abraham/Ibrahim' yang sama tetapi menghasilkan kepercayaan
> berbeda mengenai siapa yang dikorbankan, Ishak atau Ismail? Allah
> (El,Theos) yang sama tidak mesti menghasilkan pengajaran/aqidah yang
> sama tergantung `wahyu perjanjian' yang dianggap benar dan dipercayai
> oleh masing-masing.
>
> Perlu disadari bahwa sejarah bangsa dan bahasa Arab sudah ribuan
> tahun jauh lebih tua dari kehadiran masa jahiliah (beberapa abad
> sebelum abad-7) dan masa Islam (abad-7, yang pada masakini dianut
> sebagian besar orang Arab). Bila kita menyadari hal itu, banyak
> kesimpang siuran dan ketidak mengertian soal nama `Allah' bisa
> dihilangkan, sebab bagaimanapun, nama `Allah' (bhs. Arab) is `God'
> (bhs. Inggeris & Belanda) yang adalah `El' (bhs. Ibrani) dan `Theos'
> (bhs. Yunani).
>
> Salam kasih dari Redaksi
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/