Setelah membom kedubes Australia yang menewaskan 9 nyawa, menabrak mobil di tol sehingga menewaskan 6 nyawa rakyat dan menembak mati masyarakat Jonggol, apa lagi alasan mempertahankan rezim babi ini? Seret dan adili SBY-MJK sekarang juga ke Mahkamah International.
Pertanyaannya kemudian, kepada siapakah pemerintahan SBY-KALLA mempunyai keberpihakan? Kepada kepentingan ekonomi kerakyatan atau justru menjadi kepanjangan tangan modal2 Aasing? Untuk menjawabnya, maka ada baiknya untuk menengok sebentar pada rezim yang telah lalu. Di era Mega kebijakan pemerintah justru menghasilkan keputusan yang jauh dari kata populis. Berbagai kebijakan publik justru berakibat pada semakin beratnya beban hidup masyarakat bawah. Ironisnya, kebijakan2 publik ini merupakan �resep� dari IMF yang harus dijalani oleh pemerintah. Tanpa ada kuasa (baca: keinginan) untuk melawan sedikitpun, pemerintah adalah pasien patuh yang menerima segala nasihat meskipun hal tersebut menikam masyarakat yang sudah terhimpit kesulitan ekonomi. Kepentingan pasar sangat diperhatikan oleh pemerintahan Mega, sehingga penyusunan kabinet pun harus disesuaikan dengan selera pasar. Padahal kepentingan pasar adalah kepentingan modal2 asing yang tiada peduli dengan namanya rakyat miskin. Keberpihakan terhadap ekonomi pasar/modal asing itu tidak hanya ditunjukkan dengan tindakan ekonomi, tetapi juga dengan tindakan hukum. Lebih dari 200 Undang-Undang yang pro pasar telah diproduksi oleh rezim Mega. Mulai dari UU tentang pendidikan (SISDIKNAS) sampai privatisasi air. Pemerintah sangat tega membisniskan air yang merupakan kebutuhan pokok rakyat yang sangat krusial. Sedangkan pendidikan yang semakin mahal seolah2 bukan masalah penting bagi pemerintah, bahkan ketika jutaan anak2 usia sekolah berkeliaran dijalan karena orang tuanya tidak sanggup untuk menyekolahkan mereka. Rezim Mega memang merupakan kepanjangan tangan kepentingan modal asing atau yang dikenal dengan nama kaum Neo-Liberal (AS, Eropa Barat, Jepang). Bagaimana dengan rezim SBY-KALLA? Jawabannya adalah rezim ini sebagai penerus rezim sebelumnya. Landasan hukum untuk melayani modal asing telah disiapkan dengan berbagai produk UU yang telah disahkan oleh rezim Mega. SBY-KALLA tinggal melaksanakan semua produk UU tersebut. Jika dalam kampanye SBY-KALLA selalu menenkankan sektor2 kerakyatan, apakah mereka kemudian berani untuk membatalkan berbagai produk UU yang tidak berpihak pada rakyat? Jawabannya tentu saja tidak, karena kampanye adalah lip service agar orang mau percaya. Perubahan bagi perbaikan nasib rakyat Indonesia jelas2 tidak bisa diharapkan datang dari elit politik. Ketika elit politik merupakan kepanjangan tangan kaum pemodal asing/imperialis/kaum neo-liberal, maka tidak ada hal lain yang lebih penting kecuali �Bergerak bersama merebut perubahan�. RKM [REVOLUSI KAUM MUDA] -- _______________________________________________ Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

