saat aku masih kecil aku juga berharap seperti ayah ku jadi seorang pegawai negri aku bangga ketika ayah memkai baju dinasnya tapi ketika aku mendengar untuk menajdi pegawai negri harus menyediakan dana kurang lebih 40 jt aku urungkan niat ku juga kta teman2 ku bahwa jadi pegawai negri itu otaknya mati, karena tak pernah berfikir dimana datang jam 9 pagi pulang jam 12 ayau jam 14.00 tapi kerjanya keluyuran. bahkan ada yang di tangkap saat operasi polisi di panti pijat atau di rumah bordir atau di tempat2 yang bukan sewajarnya bahkan ini juga di akui ayah ku tapi kata ayah ku itu hanya ada di kalangan pemda dan beberapa instansi yang tak begitu sibuk seprti PU sejak tahun 1974 ayahku bergabung dengan PPRP wilayah Tengah ( mekanik enginering ) berkesempatan di sekolah kan ke jepan eh bukan di indonesia tapi mendatangkan dosen langsung dari jepang mungkin kalau di lingkungan pegawai negri di terapkan sistem disiplin seperti di lingkungan swasta misal terlambat potong gaji, atau sangsi bahkan sampai phk seperti di swasta mungkin agak beda kata ayah ku sejelek 2nya pegawai negri paling poll cuma di mutasi bukan di phk walau kesalahnnya sangat besar dan merugikan negara atau pensiun dini beda dengan di swasta selaian main jobnya juga engak jelas dan engak transparan disana memang tidak menjanjikan masa depan terutama untuk lulusan non sarjana atau di lingkungan ini di kenal juga lingkungan basah atau kering lucu dan ironis basah di sini di karenakan berkesempatannya melakukan korupsi atau menerima tambahan gaji dari luar ( suap ) jadi ngomong jelek saya ni ya aku berharap semoga menjadi lebih transparan kalau oerlu di adakan audit oleh global bukan dari instasi pemerintah aja kalau perlu international supaya berstandar international dan di ciptakan iklim kompetitif tapi jangan di kebiri kaya " the mandarins " di china setiap kasim pegawai kerjaan pasti di kebiri, kalau di indonesia sepertinya engk perlu tapi kalau sering keluyuran di panti pijat atau di lokalisasi ya dikebiri aja
Message: 1 Date: Thu, 25 Nov 2004 01:27:33 +0000 (GMT) From: Taruna Ikrar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: Selamat 4,5 juta calon PNS baru Kalau melihat sejarah Pegawai dibeberapa Negara, Nampaknya konsep tersebut perlu di kembangkan di Indonesia, Tapi Siapa yang memulai... Taruna Ikraar Niigata City, Japan rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kemarin 4.5 calon PNS (pegawai negeri sipil) menempuh ujian, untuk mengisi lowongan 204,000 di departemen. Harapan kita adalah, agar mereka menjadi pegawai yang berdedikasi, tahan uji dan jujur. Pegawai yang begini ini sering diistilahkan 'the mandarins'. Mengapa disebut 'the mandarins'? Kurang jelas asal usulnya kata ini. Dugaan saya, barangkali ini merujuk korps pegawai kekaisaran Cina. Ya, di Cina dulu tiap keluarga bercita-cita agar anaknya menjadi pegawai negara. Tiap tahun kaisar mengadakan ujian sentral sampai berhari-hari dan bahan ujiannya tidak mudah, hanya anak yang pintar yang akan lulus. Pegawai negara Cina melahirkan banyak legenda, salah satunya adalah 'Judge Bao' yang film berserinya kita tonton di TV. Tapi, kalau pegawai negara Cina boleh dikata mandeg, tidak demikian halnya pegawai negara Jepang. Menoleh ke belakang, coba lihat bagaimana response para mandarin dinasti Manchu abad ke-19 dengan para daimiyo dan samurai. Setelah Cina kalah dalam perang Candu, para mandarin mundur teratur sambil bersikap anti-asing (xenophobia). Menghadapi tantangan Commodore Perry, para daimiyo dan samurai bereaksi khas militer: cepat dan terfokus. Tokugawa Shogun mengaku kalah dan tampuk pimpinan negara diserahkan kepada kaisar Meiji yang kemudian melancarkan program modernisasi besar-besaran, antara lain dengan cara mengirim puluhan ribu calon insinyur ke Inggris, Perancis dan Jerman untuk menguasai metalurgi, industri besi/baja, kereta api, galangan kapal, farmasi, sambil menimba peradaban barat. Sebagai sebuah negara modern, Singapura bercita-cita agar pegawai negerinya adalah 'the mandarins' yang jujur, pintar, ulet dan tahan uji. Tidak seperti Cina, Singapura menggaji pegawai negaranya tinggi sekali. Tapi, tak ada seorangpun bisa menyangkal bahwa pegawai negara Singapura mendatangkan manfaat luar biasa bagi negara. Mereka, para mandarin Singapura itu, mencatat efisiensi dan kebersihan tanpa noda, bersih dari godaan KKN, mestinya jadi panutan di seluruh Asia. Pada akhir masa jabatannya, PM Lee Kuan Yew mencambuk para pegawai negara untuk memiliki jiwa swasta. Kelihatannya tidak mudah menjadikan pegawai negara yang punya power, punya status, dan terjamin hari tuanya untuk jadi enterpreuner yang menghadapi penuh resiko, tapi ternyata sekarang Singapura berhasil. Singapura juga menyadari bahwa pada jaman New Economy dengan lewatnya kejayaan manufacturing, maka ada tantangan baru: galakkan sektor jasa dan cutting-edge technology: IT, nanotech dan biotech. Para mandarinnya banting setir menuju kesana. Dengan hasil yang lumayan. Salam, RM [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

