hallo.. teman-teman yg baik hati..

mohon pencerahan, mohon maaf atas kekurang pengetahuan saya, mudah2an ada yg 
berkenan menjelaskan, atheis itu ada punya berapa alirankah? ketika seseorang 
mengaku atheis, kemudian menghinakan satu agama dan mengangkat satu agama yg 
lain, ini atheis aliran yang macam apakah?

terimakasih atas kebaikannya..:)

wassalam.

-----Original Message-----
From: givingnewhope [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 25 Mei 2005 3:40
To: [email protected]
Subject: [ppiindia] Kristenphobia


> memangnya kalau Dhani Ahmad itu misioarisnya Jahudi apa salah.
> dan kata salah juga gak tepat, apa dilarang ?
> ah...
> Ada-ada saja kalian ini.
> Islam, Kristen atau apapun tak dilarang di bumi ini.
> hanya orang dengan pikiran bodohlah yang selalu paranoid dengan 
segala persoalan tetek bengek dengan simbol dan agama.

---------------------------------------


Dilarang sih gak.
Dipersulit: iya.
Buktinya dengan dikeluarkannya SKB 3 menteri yang jelas2 menunjukan 
ketakutan para kristenphobia terhadap kristenisasi yang berbuntut 
dengan pengrusakan Gereja. Saksikan saja fakta dibawah ini dan 
silahkan check di lapangan.







PENUTUPAN, PERUSAKAN, DAN ATAU PEMBAKARAN 374 GEREJA DI INDONESIA 
PADA TAHUN 1945-1997 

Pendahuluan
Negara Republik Indonesia (RI) diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 
1945, setelah dikuasai pemerintah Kolonial Belanda selama 350 tahun 
dan Jepang selama 3 tahun (1942-1945). 

Negara RI mempunyai satu falsafah Negara, yaitu Pancasila yang 
terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan 
beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat 
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan Keadilan sosial 
bagi seluruh rakyat Indonesia 

Negara RI terdiri dari lebih 13.000 pulau yang terletak di sepanjang 
garis Khatulistiwa dan di antara 2 benua; Asia dan Australia serta di 
antara 2 samudra; Pasifik dan Indonesia. Dari 13.000 pulau tersebut, 
di antaranya terdapat 5 pulau terbesar yaitu Sumatera, Jawa, 
Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. 

Negara RI terdiri dari lebih 100 suku bangsa atau etnis dan lebih 
dari 300 bahasa daerah dan yang terbesar adalah suku Jawa. Penduduk 
Negara RI berjumlah 200 juta jiwa dan menganut berbagai agama. 
Penduduk yang beragama Islam - 80%, sedangkan Kristen, Katolik, 
Hindu, Budha sekitar 20%. 

Kepala Negara RI yang pertama adalah Ir. Soekarno yang memerintah 
sejak 17 Agustus 1945 s/d 7 Maret 1967 dan yang kedua adalah Jendral 
(Purn) H.Soeharto yang pertama kali diangkat dengan TAP MPRS No. 
XXXIII/1967. 

Kehidupan warga negara RI diatur dan dijamin oleh UUD 1945, terutama 
kehidupan dan kebebasan menjalankan ibadah serta memeluk agama 
berdasarkan keyakinan masing-masing yang tercantum dalam Pasal 29 
ayat 2 UUD 1945. Tapi kehidupan dan kerukunan yang harmonis antar 
penduduk umat beragama akhir-akhir ini terganggu, bahkan cenderung 
terdapat usaha-usaha berupa pembatasan beribadah, diskriminasi 
terhadap penduduk yang beragama Kristen - Katolik yang intinya 
menyangkut pelanggaran hak asasi manusia. 

Sejak tahun 1945 s/d 1 Juli 1997 telah ditutup/dirusak/dibakar 374 
gedung Gereja dan paling sedikit 20 orang rohaniwan atau pemuka agama 
Kristen yang telah meninggal. 

Keprihatian Umat Kristiani Indonesia
Akhir-akhir ini, sejak permulaan tahun 1996, terutama umat Kristiani 
Indonesia dihadapkan dengan sederetan peristiwa yang mengejutkan. 
Selain itu, terdapat usaha-usaha pembatasan ruang gerak, penghasutan, 
intimidasi dan diskriminasi terhadap golongan masyarakat yang lemah 
untuk tujuan tertentu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 
Umat Kristiani disudutkan dan ada yang menuduh mengkhianati Negara 
dan bangsa Indonesia. Umat Kristiani dianggap tidak mempunyai andil 
dalam perjuangan bangsa. Dilecehkan bahwa umat Kristiani penganut 
agama kolonial dan agama orang kafir. Demikian hasutan-hasutan yang 
selalu dikumandangkan sampai saat ini. 

Hal ini menciptakan perasaan tidak sejahtera dalam kehidupan 
berbangsa dan bernegara. Sebagai warga negara yang turut melibatkan 
diri dalam kehidupan bangsa, turut berjuang dan berbakti mensukseskan 
pembangunan Negara RI sejak Proklamasi Kemerdekaan RI sampai saat 
ini, kami merasa prihatin karena bangsa ini sudah berada di tepi 
jurang perpecahan. Ini masalah yang serius. 

Hal-hal seperti yang dikemukakan diatas sungguh tidak sesuai dengan 
tujuan didirikannya Negara RI yang berdasarkan falsafah Pancasila dan 
UUD 1945. Hal yang paling mendasar adalah terdapat kemerosotan moral 
di hampir semua bidang kehidupan masyarakat yang dapat membahayakan, 
bahkan menghancurkan persatuan, masa depan dan keselamatan bangsa 
Indonesia. 

Benarkah umat Kristiani Indonesia, yang merupakan bagian masyarakat 
minoritas (Hindu, Budha, Arab, India, Cina dan lain-lain) tidak 
mempunyai andil dalam pembangunan negara RI, termasuk juga 
sumbangannya pada umat beragama lain ? Contoh kongkrit yaitu 
pembangunan Pusat kegiatan Islam di Ujung Pandang, dimana para 
konglomerat dari golongan masyarakat minoritas yang dikoordinir oleh 
mantan Pangab Jendral (Purn) M.Yusuf, turut berpartisipasi 
mengumpulkan dana yang cukup besar sampai mencapai jumlah milyar-an 
rupiah. Ir. Silaban, seorang arsitektur yang sederhana juga mempunyai 
andil dan berpartisipasi sebagai seorang perancang bangunan Masjid 
Istiqal di Jakarta. Pembangunan Masjid Agung di Surabaya yang pernah 
tertunda karena kesulitan dana, atas inisiatif Wakil Presiden RI 
dengan cara mengerahkan serta mengumpulkan dana dari para konglomerat 
yang berasal darigolongan masyarakat minoritas, telah terkumpul uang 
sejumlah milyar-an rupiah. Dana tersebut dikumpulkan dari para 
konglomerat antara lain; Ir. NN menyumbang sebesar 1 milyar rupiah, 
juga konglomerat - konglomerat yang lain yang menyetor antara 0,5 
sampai 1 milyar rupiah. Kelompok Jimbaran yang mayoritas terdiri dari 
kelompok masyarakat golongan minoritas yang di koordinir oleh Menteri 
Kependudukan dan Keluarga Berencana Prof.Dr. Hayono Suyono telah 
menyumbangkan 2 % dari penghasilan masing-masing sehingga telah 
terkumpul sekitar satu trilyun rupiah untuk pembangunan desa-desa 
miskin, maupun meningkatkan usaha golongan ekonomi lemah. Apakah 
patut golongan masyarakat minoritas yang tidak berdaya tersebut , 
terus-menerus menjadi obyek pemerasan dan intimidasi serta tidak 
mempunyai harkat hidup di Negara Republik Indonesia ?. 

Penutupan, Perusakan, Pembakaran 374 Gereja Di Indonesia
Dari tahun 1945 s/d 1964 terdapat 2 buah rumah ibadah / Gereja yang 
dirusak. Sejak 1965 sampai 1 Juli 1997 dalam setiap tahunnya terjadi 
peningkatan jumlah Gereja yang ditutup, dirusak atau dibakar. Lebih-
lebih sejak diberlakukannya SKB 2 Menteri (Menteri Agama dan Menteri 
Dalam Negeri) No. 1 tahun 1969. SKB 2 Menteri ini sebenarnya 
bertentangan dengan : 

UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 
Pancasila 
Tap MPRS nomor XX tahun 1966 
Dasar-dasar Hak Asasi Manusia
Peristiwa pengrusakan Rumah Ibadah atau Gereja yang tercatat dengan 
baik oleh kami berawal pada bulan Juni 1967 dan bulan Oktober 1967 
yang terjadi di daerah Aceh dan Makassar (Ujung Pandang). 

Terjadinya perusakan dan atau pembakaran Gereja sering dikemukakan 
oleh oknum-oknum maupun tokoh masyarakat sebagai dasar balasan dosa 
atas peristiwa kerusuhan di Timor-Timur pada permulaan tahun 1996 . 
Yang sebenarnya terjadi adalah permasalahan antara suku pendatang dan 
penduduk asli Timor-Timur, yang membawa dampak pada proses 
marginalisasi masyarakat Timor-Timur dalam segala bidang, yaitu 
sosial, politik, agama dan budaya. Yang dirusak pada waktu itu satu 
Surau (Masjid) dan satu Gereja Protestan. Jelas bahwa situasi Timor-
Timur tidak dapat dijadikan alasan yang rasional, karena masalah 
utamanya adalah budaya dan politik, bukan agama. 

Tabel 1. 

Periode
 Jumlah
 Persentase(%)
 Rata-rata/tahun 
 
1945-1954
 0
 0
 0
 
1955-1964
 2
 0
 0.2
 
1965-1974
 46
 13
 4.6
 
1975-1984
 89
 24
 8.9
 
1985-1994
 132
 35
 13.2
 
1995-1997
 105
 28
 52.5
 
Total
 374
 100%
  
 

Pada tahun 1965 s/d 1974 (10 tahun) terjadi pengrusakan 46 Gereja 
atau rata-rata 4,6 gedung Gereja yang dirusak per tahun. Kemudian 
antara tahun 1975 s/d 1984 (10 tahun) jumlah Gereja yang dirusak 
meningkat 89 buah atau rata-rata 8,9 per tahun. Demikian pula antara 
tahun 1985 s/d 1994 (10 tahun) terjadi peningkatan 2 x lipat dari 
jumlah sebelumnya, yaitu 132 buah atau rata-rata 13,2 per tahun. Dan 
dalam 2 tahun terakhir, 1995-1997 (2 tahun), terjadi peningkatan yang 
sangat mencolok dimana jumlah Gereja yang dirusak menjadi 105 buah 
atau rata-rata 52,5 per tahun (lihat Tabel 1). Bila dihitung dalam 
kurun waktu 10 tahun yang akan datang (1995 s/d 2004), apakah mungkin 
bisa terjadi lagi peristiwa perusakan Gereja yang jumlahnya mencapai 
300 buah gedung Gereja? 

Hingga 1 Juli 1997, telah terjadi penutupan, perusakan dan pembakaran 
374 Gereja. Perusakan tersebut diatas, belum termasuk perusakan rumah 
ibadah agama lain seperti Vihara maupun fasilitas Pemerintah, swasta 
dan fasilitas umum. 

Tabel 2. 

Propinsi
 Jumlah
 Persentase(%)
 
1.Jatim
 104
 27 
 
2.Jabar
 82
 22 
 
3.Jateng
 47
 13 
 
4.Sulsel
 36
 11 
 
5.Kalimantan
 30
 5 
 
6.DKI Jaya
 21
 5 
 
7.Sumut+Aceh
 12
 4
 
8.DI. Yogya
 10
 3 
 
9.Sumsel+Lampung
 7
 2 
 
10.Bali
 5
 2 
 
11.Sulut
 2
 1
 
12. Daerah Lain 
 18
 5
 




Sejak 1996 terjadi beberapa peristiwa yang sangat mencolok : 

Peristiwa Kendari - Sulawesi Tenggara, selama 1996 enam gereja 
dirusak (data menyusul) 
Peristiwa Siantan - Kalimantan Barat, 30 Maret 1996, dimana Gereja 
Misi Injili di desa Peniti, Kecamatan Siantan Kabupaten Pontianak 
dirusak dan dibakar. 
Peristiwa Surabaya (Minggu Kelabu), 9 Juni 1996, dimana 10 gedung 
Gereja dihancurkan di daerah Sidotopo oleh massa sebanyak 3000 orang 
disertai perampokan dan pelecehan sexual. Gereja yang dirusak adalah: 
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) , Jl.Sidotopo Indah Wetan II/26. 
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) "Pogot", Jl. Sidotopo Wetan 
Indah II/62-64. 
Pos Pelayanan "SiloM" GPIB "Cahaya Kasih", Jl. Bulak Jaya. Gereja 
Bethel Indonesia (GBI) Firman Hayat, Jl. Tenggumung Baru Selatan 51. 
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jl. Jatisrono Tengah 11. 
Gereja Kemah Injil Indonesia Kalvari, Jl. Bulak Banteng Madya 4. 
Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT), Jl. Wonosari Wetan Baru 
Gg.Sekolahan 22. 
Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jl. Bulak Banteng 
Wetan IV/2-4. 
Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia, Jl. Tenggumung Karya 
III/54. 
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jl. Sidotopo Wetan Indah.


Peristiwa Wates, Kediri-Jawa Timur, 14 Juni 1996, dimana Gereja 
Kristen Jawi Wetan (GKJW) diserang dan dirusak massa + 2.500 orang 
oknum pada jam 02:00 dini hari. 
Peristiwa Pare, Kediri-Jawa Timur, 25 Juni 1996, dimana Gereja 
Pentakosta di Indonesia (GPdI) pada jam 12:00 siang dirusak dan 
perabotannya dikeluarkan dari gereja serta dibakar dihalaman gereja 
oleh massa + 200 orang oknum. 
Peristiwa Bekasi - Jawa Barat, 17 Juli 1996 di mana gereja katolik 
dibakar oleh masa yang tidak dikenal. 
Peristiwa Situbondo-Jawa Timur (Kamis Hitam), 10 Oktober 1996, dimana 
24 gedung Gereja dirusak dan dibakar oleh massa sebanyak 3000 orang. 
peristiwa ini sangat luar biasa menyedihkan karena seorang Pendeta 
dari Gereja Pentakosta meninggal dunia terbakar didalam gedung Gereja 
beserta keluarga dan seorang Penginjil. Terdapat 5 orang meninggal 
dunia, yaitu Pdt. Ishak Christian, Ribka Lena Christian (istri), 
Elizabeth Christian (anak), Nova Samuel (keponakan) dan Rita 
(Penginjil). Gereja yang dirusak/dibakar adalah: Situbondo: 
Gereja Bethel Indonesia/GBI Bukit Sion (di bakar) 
Gereja Pantekosta di Indonesia /GPdI (di hancurkan) 
Gereja Bethel Injili Sepenuh/GBIS (di bakar) 
Gereja Sidang Jemaat Pantekosta/GSJP (di bakar) 
Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (di bakar) 
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya/GPPS (di bakar) 
Gereja Protestan Indonesia Barat/GPIB (dihancurkan) 
Gereja Katolik (di bakar), Panarukan 
Gereja Katolik (dibakar) 
Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (di bakar), Wonorejo 
Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (di rusak) 
Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (di bakar) 
Gereja Bethel Tabernakel/GBT (di bakar), 
Gereja Katolik (di rusak), Asembagus 
Gereja Bethel Injili Sepenuh/GBIS (di bakar) 
Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (di rusak) 
Gereja Katolik (di bakar), Besuki 
Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (dirusak) 
Gereja Bethel Injili Sepenuh/GBIS (dirusak) 
Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (dirusak) 
Gereja Katolik (di rusak), Ranurejo 
Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (Induk) di bakar 
Greja Kristen Jawi Wetan/GKJW (cabang) di bakar 
Gereja Kristus Tuhan /GKT (di bakar).


Peristiwa Tasikmalaya - Jawa Barat (Kamis Hitam), 26 Desember 1996 
dimana 15 Gereja dirusak dan dibakar serta 4 orang meninggal dunia. 
Gereja yang dirusak/dibakar adalah: 
GKI Tasikmalaya, 
Gereja Pentakosta di Indonesia, 
Gereja Bethel Indonesia (GBI), 
Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Eben Haezer, 
Gereja Kristen Pasunda, 
GKI Sion, 
Gereja Katolik " Hati Kudus Yesus", 
HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), 
Gereja Yesus Sejati, 
Gereja Kristen Immanuel, 
Gereja Bethel Tabernakel, 
Gereja Kerasulan Baru, 
Gereja Bethel Tabernakel, 
Gereja Kristen Pasundan, 
Gereja Kristen Palemanggung.


Peristiwa Rengasdengklok-Jawa Barat (50 km dari Jakarta), 30 Januari 
1997, dimana 5 Gereja dirusak, adalah: 
Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa Barat 
Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Rengasdengklok 
Gereja Bethel Tabernakel (GBT), 
Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang, 
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI)
Peristiwa Ambon, 10 Februari 1997, dimana sekolah TK, SMP, SMU 
Katolik dibakar dengan harapan gedung Gereja disampingnya ikut 
terbakar. Tetapi untung cepat diselamatkan oleh penduduk sekitarnya 
sehingga gedung Gereja tersebut tidak terbakar. Pelakunya 6 orang 
oknum. 
Peristiwa Garut-Jawa Barat, 22 Februari 1997, dimana Gereja Kristen 
Pasundan (GKP) di desa Cimahi Kecamatan Cisewu - Garut habis dibakar. 
Peristiwa Garut - Jawa Barat, 6 Maret 1997, dimana Gereja Sidang 
Jemaat Allah (GSJA) didesa Purbayani, Garut dirusak rata dengan 
tanah. 
Peristiwa Surabaya , 13 maret 1997, dimana Gereja Kristen Indonesia 
(GKI) di Jl. Ngagel Surabaya dilempari batu oleh oknum-oknum pelajar 
STM. 
Peristiwa Surabaya, 28 - 30 Maret 1997, dimana Gereja Bethel 
Indonesia (GBI) Petra di jalan Kalibutuh dilempari batu oleh oknum-
oknum melalui gerbong kereta api. 8 orang oknum telah ditangkap 
polisi. 
Peristiwa Ngawi, 28 Maret 1997, dimana Gereja Bethel Indonesia (GBI) 
Immanuel - Pos PI, di desa Kedung Gadul, Kecamatan Widodaren - Ngawi, 
dirusak. 
Peristiwa Wonosobo, Jawa Tengah, 9 Maret 1997, dimana 2 buah Gereja 
Kristen Jawa (GKJ) dan sebuah sekolah Katolik di lempari Batu oleh 
oknum-oknum yang baru pulang mengikuti pengajian umum pada malam 
hari. 
Peristiwa Surabaya, Jawa Timur, 12 April 1997, dimana Gereja Bethel 
Indonesia di jalan Sulung Surabaya dan Gereja Katolik dijalan 
Kepanjen dilempari batu oleh sekelompok pemuda tidak dikenal pada jam 
19:00. 
Peristiwa Sumenep-Madura, 15 April 1997, dimana Gereja Sidang 
Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) ditutup oleh surat perintah 
Bupati Sumenep. 
Peristiwa Bojonegoro, 12 Mei 1997, dimana Pos Gereja Pantekosta di 
Indonesia desa Mojopangi, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Kedung Adem. 
Peristiwa Tuban-Jawa Timur, 15 Mei 1997, Gereja Pantekosta Pusat 
Surabaya di desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban dibakar oleh 
massa. 
Peristiwa Manado-Sulawesi Utara, 22 Mei 1997, dimana Gereja Masehi 
Injili Minahasa Eklesia dekat jembatan Megawati dirusak dan Gereja 
Pantekosta di Indonesia Tominting Jl. Soputaro juga dirusak. 
Peristiwa Bogor, Jawa Barat, 22 Mei 1997, dimana Gereja Bethel Injil 
Sepenuh (GBIS) di Batu Tulis Bogor dirusak. 
Peristiwa 23 Mei 1997 terjadi perusakan dan atau pembakaran di 
Banjarmasin, Pasuruan, Surabaya, Jakarta-Tanggerang, Bekasi, Sampang, 
Kudus dan Pamekasan. Gereja yang dirusak /dibakar adalah : 
Banjarmasin : 
Katedral Kudus/ Sasana Sehati, Jalan Lambung Mangkurat; 
Gereja Santa Maria Kelayan, Jalan Rantauan Timur; 
Gereja Hati Kudus Yesus, Jalan Veteran Merpati; 
Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl.Pangeran Samudra 
83; 
Gereja Jemaat GKE Eben Ezer, Jalan S. Parman 96; 
Gereja Kebangunan Kalam Allah, Jalan Veteran 85; 
Gereja Yesus Sejati, Jalan A.I.S Nasution; 
Gereja Pantekosta di Indonesia, Jalan Veteran 35; 
Gereja Bethel Indonesia Lentani, Jalan Veteran; 
Gereja Terang Kristus, Jalan Lambung Mangkurat; 
Gereja Bethel Indonesia Jemaat Siloan, Jalan R. K. Ilir; 
Gereja Protestan di Indonesia Barat Jemmat Banjarmasin, Jalan Gatot 
Subroto; 
GPPG Jemaat Banjarmasin, Jalan Lab. SMP 6. 

Pasuruan: 
Gereja Pantekosta Sioan; 
Gereja Bethel Indonesia; 
Gereja Protestan di Indonesia Barat; 
Gereja Katolik; 
Gereja Bethel Indonesia, Jalan Halmahera. 

Surabaya: 
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Sepanjang, 
Gereja Bethel Injil Sepenuh Pandaan;

Jakarta-Tanggerang: 
Gereja Katolik; 
Gereja Bethel Indonesia; 
Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri. 

Kudus Jateng: 
Gereja Kristen Muria Indonesia, Tanjung Karang. 

Pamekasan: 
Gereja Katolik, Jalan Jokotole. 

Sampang-Madura: 
Gereja Pantekosta di Indonesia Jl. Panglima Sudirman No 9. 

Cikarang Jabar: 
Gereja YKP, 
GPdI, 
GBI. Tanggerang

Jabar: 
Gereja Katolik, 
GPdI, 
GBI. Lemah Abang 

Jabar: 
GBIS. Kadipaten 

Jabar: 
GKP. Kelurahan 

Cideras: 
GKP


Peristiwa Bangkalan-Madura, 14 Juni 1997 dimana Gereja Bethel 
Indonesia, Gereja Pantekosta di Indonesia dirusak dan dibakar, dan 
Gereja Katolik saat kampanye dilempari batu.
Menurut Sebaran daerah terjadinya kerusuhan tersebut, propinsi Jawa 
Timur mendudki tempat teratas. Jumlah Gereja yang rusak, yaitu 
sebanyak 104 (28%), kemudian menyusul Jawa Barat 82 (22%), Jawa 
Tengah 47 (11%), Sulawesi Selatan 36(11%) dan seterusnya. (Lihat 
Tabel 2 dan Gambar 3). 

Sedangkan perkembangan perusakan gedung Gereja dalam 4 bulan 
terakhir, yaitu bulan Maret sampai dengan akhir Juni 1997 menunjukkan 
angka yang terus meningkat. Per 1 April 1997 tercatat 327 gedung 
Gereja yang dirusak massa, jumlah ini terus meningkat pada bulan 
berikutnya: per 1 Mei 1997 bertambah menjadi 330 gedung Gereja yang 
dirusak massa, per 1 Juni 1997 tercatat 358 gedung Gereja yang 
dirusak massa dan terakhir pada tanggal 1 Juli 1997 jumlah 
keseluruhan gedung Gereja yang rusak sebanyak 374 buah (lihat gambar 
4). Adapun nama-nama Gereja yang dirusak dapat kita lihat pada 
laporan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama tahun 1997 pada 
halaman 7 dan 8. 

Banyak orang bertanya, siapakah sebenarnya kelompok perusuh itu ? Dan 
siapakah sebenarnya otak penggerak kerusuhan-kerusuhan ? Seperti yang 
ditulis di surat-surat kabar serta isu yang beredar dimasyarakat, 
sebagai pemicu atau penyebab perusakan gedung Gereja tersebut 
adalah : 

kebencian pada warga negara keturunan Cina 
kebencian pada umat Kristiani 
kesenjangan sosial dan ekonomi 
alasan politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. 
Menganalisis fakta dilapangan dan cara perusakan gedung gereja 
tersebut, maka alasan-alasan yang dikemukakan diatas terkesan mengada-
ada dan tidak rasional, bahkan Pangab Jendral M. Faisal Tanjung 
(Kompas, 8 Januari 1997) menyatakan adanya aktor intelektual dibalik 
peristiwa- peristiwa perusakan tersebut diatas. Namun sampai sekarang 
belum ada pengadilan yang membuktikan pernyataan Pangab tersebut. 
Selain itu K.H. Abdurahman Wahid (Gus Dur) menyatakan bahwa peristiwa 
kerusuhan yang terjadi selama ini didanai sebesar 300 milyar rupiah 
dan uang tersebut ditanam disalah satu bursa saham di Jakarta (Jawa 
Pos dan Surya 11 Juni 1997). 
 



--- In [email protected], sawi dewi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Untungnya, sekali lagi untungnya...aku gak peduli aja.
> cuma mau mengingatkan, sudahlah....mari maju ke depan dengan 
pikiran membangun hubungan kemanusiaan, tidak usah pikiran 
konservatif itu di bawa-bawa.
> alamak...........ada ajzazaza.
> bosan aku...ah
>  
>  
> 
> 
> "Ida Z.A" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> wahhhh...lengkap banget infonya..thanks mba. 
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > Nah lho!!! kok jadi gini???
> > 
> > wassalam wr wb n salam,
> > 
> > ***********
> > Apabila ditelusuri lebih mendalam ternyata SEMUA Album Dewa 
> > mengandung simbol2 sbb. Siapakah sebenarnya DEWA dan Ahmad Dhani?
> > 
> > 
> > Album DEWA 19 (1992)
> > Di cover depannya ada gambar piramid yang atasnya disamarkan, 
tapi 
> > jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip 
> > dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (Iluminati). Bandingkan 
> > dengan gambar piramid Yahudi yang terdapat dalam lembaran One 
> Dollar 
> > AS.
> > 
> > Album TERBAIK-TERBAIK (1995)
> > Terpampang simbol Dewa RA (Dewa Matahari Dalam Mitologi Mesir 
> Kuno). 
> > Dewa Ra diklaim Yahudi sebagai salah satu dewa mereka. Di Sinagog 
> > lambang ini lazim dipajang. Selain itu, dalam album yang sama ada 
> > pula gambar satu halaman Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani. 
> > Ridwan Saidi (pakar Zionisme) yang menguasai bahasa Ibrani 
> > menegaskan, "ini jelas diambil dari satu gambar Protocol of 
Zions, 
> > karena diatas lembaran itu ada judul dan logo. ini tidak ada 
dalam 
> > Taurat ataupun Talmud". Lalu ada simbol lingkaran dengan titik di 
> > tengahnya, dimana personil Dewa berdiri dibawahnya. Simbol ini 
> lazim 
> > dikenal sebagai simbol Mata Setan yang menguasai dunia (evil 
eye), 
> > sebuah simbol Yahudi. Di bagian lain dalam album yang sama, 
simbol 
> > mata setan juga dimuat.
> > 
> > Album The Best of Dewa 19 (1999)
> > Di pinggiran discnya terdapat simbol panah dan garis lurus yang 
> > saling memotong spt salib. Lambang garis tsb sbenarnya sinar yang 
> > saling memotong. Ini salah satu simbol dari gerakan Freemansonry 
> > Lambang sinar yang saling memotong ini secara "kreatif" juga 
> > terdapat dalam cover kaset bagian dalam dan depan secara 
> keseluruhan.
> > 
> > Album Bintang Lima (2000)
> > Gambar sayap lazim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan 
> > perkumpulan Theosofie Yahudi.
> > 
> > Album Cintailah Cinta (2002)
> > Cover depan album Dewa ini memuat secara mencolok simbol Eye of 
> > Horus. Horus adalah Dewa Burung dalam mitologi Mesir Kuno. sama 
spt 
> > Dewa Ra, Yahudi juga mengklaim Horus merupakan salah satu dewa 
> > mereka. Di cover dalam juga terdapat simbol yang sekilas mirip 
> mata, 
> > tapi sebenarnya merupakan contekan habis salah satu simbol yang 
> > terdapat dalam buku The Secret Language of Symbol yang disarikan 
> > dari kitab Yahudi, Taurat. Simbol ini biasa disebut Femina Geni 
> Msih 
> > dalam album ini, masih terdapat beberapa simbol-simbol mata, yang 
> > merupakan salah satu simbol Gerakan Freemasonry
> > 
> > Album Atas Nama Cinta I & II (2004)
> > Lambang sayap yang merupakan lambang resmi Dewa dimuat dalam 
album 
> > live ini dengan latar belakang hitan kelam.
> > 
> > Album Laskar Cinta (2005)
> > Ininlah album ketujuh Dewa yang akhirnya menjadi batu sandungan 
dan 
> > membuka selubung semua album-album Dewa sebelumnya yang sarat 
> dengan 
> > kampanye simbol & lambang Yahudi. Selain lambang Allah yang 
dimuat 
> > tidak sebagaimana mestinya, tipologi huruf "Laskar Cinta" pun 
> > mengambil dari pola huruf Ibrani "Pola huruf tulisan Laskar Cinta 
> > diambil dari pola huruf Ibrani," ujar Ridwan Saidi seraya membuka 
> > kitab Taurat berbhs Ibrani asli dari Israel
> > 
> > 
> > Dibawah lagu berjudul "Satu" (album Laskar Cinta), berisi ajaran 
> > sesat yang mengatakan ada kesatuan wujud antara Sang Khaliq 
dengan 
> > mahluk-Nya. Dalam bahasa Syeh Siti Jenar atau Al Hallaj, paham 
ini 
> > disebut "Manunggal ing kawulo Gusti". Parahnya, ini seakan 
> > dibenarkan sendiri oleh Ahmad Dhani dengan menulis di bawah lirik 
> > lagu tsb dalam cover versi kaset, "THANKS TO: AL-HALLAZ".
> > 
> > DAlam album yang sama versi CD, di bawah lirik lagu "Satu", 
ditulis 
> > Ahmad Dhani, "THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG", yang tak lain adalah 
> > nama lain dari Syekh Siti Jenar
> > 
> > 
> > taken by Majalah Saksi Edisi Mei 2005
> > wallahu'alam
> > 
> > 
> > 
> > Siapakah Ahmad Dhani?
> > 
> >  
> > Di Album tertulis: DHANI THANKS TO:.... JAN PIETER FREDERICH 
KoHLER 
> > (THANKS FOR THE GEN). Dhani berterima kasih kepada:....Jan Pieter 
> > Frederich Kohler (Terima kasih atas darah keturunannya)
> > 
> > Merunut dari silsilah keluarga, Jan Pieter Frederich Kohler 
adalah 
> > kakek Dhani (dari pihak Ibu) yang berkebangsaan Jerman. "Kohler" 
> > adlah nama keluarga, sejenis marga. Jadi jelaslah, Dhani punya 
> > kebanggaan akan darah darah keturunannya itu," ujar pengamat 
> > Zionisme H. Ridwan Saidi.
> > 
> > Bisa jadi, sebab itulah dalam berbagai kesempatan show-termasuk 
> > ketika manggung di Trans TV yang menginjak-injak karpet dengan 
> motif 
> > logo Allah yang kontroversial itu, Ahad (10/4)-Dhani Dewa 
> mengenakan 
> > kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.
> > 
> > Bermula dari kasus kontroversial logo Allah, terkuaklah misteri 
> > dibalik (Dhani) Dewa Dalam album-album Dewa, bertebaran gambar 
dan 
> > simbol-simbol Yahudi.
> > 
> > "Ada apa ini? Dalam album-album selanjutnya Dewa juga banyak 
memuat 
> > logo dan simbol-simbol Zionis. Ini harus dilacak, ada apa di 
> > belakang Dewa?" papar Ridwan Saidi.
> > 
> > Saya sebagai orang yang telah lama mempelajari Zionisme berani 
> > menyatakan jika ini merupakan usaha penyebaran simbol2 Yahudi 
> > terbesar sepanjang sejarah Indonesia!" tandas Ridwan.
> > 
> > wallahu'alam
> 
> 
> 
> 
> 
 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke