hi mbak-mbak,
 
kayaknya indonesia mesti kembali ke zaman batu lagi deh. nggak usaha pake 
listrik, cukup tuangkan minyak ke dalam piringkaca, terus tarok kapas di 
pinggir bibir piring  itu, bakar kapas itu, insya Allah tahan menyala 
semalaman, kalo dah siang yang matikan. bereskan kan untuk mencegah kegelapan 
maaalaammm. 
 
dan untuk masa' nasi, pake kayu bakar aja lagi, mau giling cabe, bawang, tomat 
dll, nggak usah pake blender segala, pake aja ulekan. gampangkan. mo apa lagi 
yach? ayo bu listy, kasih dulu tuh trik-trik jitu masa dulu, biar org indonesia 
nggak gampang mengeluh, hahahaha... mario aja tangannya ampe kuning kalo abis 
ngulek kunyit bikin nasih kuning pas acara potong tumpeng 17-an kemaren, 
hahahaha.
 
pas aku tanya ama mario, eh tangan elo napa kuning kayak begituan? abis aku 
dipaksa ngulek kunyik buat nasi kuning yang elo makan ini, katanya. ya udah, 
aku jewer aja kupingnya, rupanya wajahmu yang imut-imut itu tak sepintar 
tanganmu. 
 
buat rekan-rekan di tanah air yang mo silaturrahmi, selamat bersilaturrahmi ya, 
dan akan lebih seru tuh kayakanya kalo ada acara bakar-bakarnya. maksudnya, 
mbak fauziah ngundang teman-teman, dan cukup sediakan ayam mentah yang udah 
dibumbuin, terus sediakan panggangan. nah, ntar begitu mbak ida dan mbak listy 
datang, langsung aja disuruh bakar ayam itu, masa mereka maunya duduk dan 
langsung menyantap makananya aja, enak banget jadi orang, hahahahaha.....
 
wassalam,
izam, lg bakar ayam.

Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hi nainggolan,

well, nampaknya indonesia mau ketularan india dalam
soal byar-pet nya listrik. di provinsi india utara
(selain bombay) listrik juga rada kurang suplai. tapi
di kawasan selatan seperti bangalore, hydrabad, madras
(chennai) dll suplai listrik relatif stabil.

new delhi saat ini sudah mengambil langkah spt yg
dilakukan india kawasan selatan itu dg cara
swastanisasi PLN. hasilnya: agak lumayan. 

soal listrik impor. siapa bilang listrik tak bisa
impor? india rencana akan impor listrik ke pakistan yg
kebetulan kelebihan. beberapa tahun lalu perjanjian
impor listrik sudah dilakukan tp di pending krn. mau
"perang2an" dulu setelah kasus perang kargil. saat
ini, rencana itu akan dimulai lagi.

jadi, impor aja listrik dari malaysia sampai nunggu
suplai cukup. take and give lah. mereka impor TKI/TKW
ke indo. indo impor listrik ke malay. impas kan? :)

kasian indonesiaku....

salam hangat, 

--- nainggolan syahganda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>> sepanjang hari. Jakarta baru tersentak dan
terkejut.
> Jakarta selama ini sedang pusing dengan BBM. Padahal
> soal listrik lebih dahsyat. Langka BBM, bisa impor.
> Langka listrik tidak dapat impor. BBM bisa dibawa
> pake
> tanker. Listrik tidak bisa dibungkus. Mau punya
> listrik?Ya bikin sendiri!! Mau tahu tingkat konsumsi
> listrik dalam ukuran watt perkapita/jam di negara
> lain? Malaysia: 1800 watt, Singapore: 2600 watt,
> Taiwan: 4200 watt, Cina: 970 watt (tahun depan jadi
> 1200 watt). Berapa kah Indonesia? Dibawah 100watt.
> (Dan cenderung akan terus berkurang selama tidak
> bikin
> power plan Baru sejalan dengan pertumbuhan
> penduduk).
> Bagaimana anak cucu kita dapat bersaing kalau
> belajar
> pake lampu semprong lagi??. Sementara anak bangsa
> lain
> semakin asyik menjelajahi dunia cyber. Energi
> (listrik) adalah kunci peradaban, tetapi kita justru
> tidak memperdulikannya. bagaimana investor akan
> masuk
> jika supply listrik terbatas? Apapun alasannya,
> giliran padam listrik tahun 2005 (bukan tahun 60an)
> adalah tragedi bangsa. Tetapi itulah fakta yang
> terjadi tepat 1 hari setelah kita merayakan HUT RI
> ke
> 60. Merdeka!!!?. Ironis. (disadur dari SMS Abdul
> Rasyid, pendiri LSM PALM, Jambi)
>

Mario Gagho
Agra University
www.ppi-india.org
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time. 
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.


* * * * *
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia - A Central University
New Delhi - India 110 025
Website Kampus  : http://www.jmi.ac.in
Website Pribadi    : http://www.e-tafakkur.blogspot.com
Website PPI India : http://www.ppi-india.org
Email: izamsh@ yahoo.com
















                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hdl2jal/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124795973/A=2894350/R=0/SIG=10tj5mr8v/*http://www.globalgiving.com";>Make
 a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke