http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/29/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Pemerasan Terselubung di Sekolah
JAKARTA - Kalangan DPRD DKI Jakarta menilai terjadinya pemerasan terselubung 
oleh pihak sekolah terhadap orangtua murid melalui iuran peserta didik baru 
(IPDB). Hal itu bukan hanya terkait dengan jumlah IPDB yang tinggi, tapi juga 
tidak transparannya pengelola sekolah dalam memaparkan kebutuhan dan asal dana 
yang diperoleh. 

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Dani Anwar mengatakan, seharusnya pihak sekolah 
tidak hanya memaparkan berapa kebutuhan dana untuk melaksanakan program selama 
setahun, tapi juga transparan mengenai berapa besar dana dari pemerintah pusat 
dan daerah. 

''Begitu pihak sekolah tidak merinci berapa dana yang mereka peroleh dan 
ditujukan untuk kebutuhan apa saja, tapi langsung membahas IPDB dengan orang 
tua murid, mereka sudah melakukan pemerasan terselubung," katanya kepada 
Pembaruan di Jakarta, Senin (29/8). 


Program 

Dia mengingatkan, sebelum membahas anggaran yang dibutuhkan sekolah selama 
setahun seharusnya pihak sekolah menjelaskan terlebih dulu program-programnya 
dan meminta persetujuan dari orangtua murid. 

Walaupun program setahun sudah termuat dalam Rencana Anggaran dan Pendapatan 
Belanja Sekolah (RAPBS) yang disusun pihak sekolah dan dipaparkan dalam rapat, 
bukan berarti orangtua murid harus setuju. 

Pihak sekolah, lanjut Dani, juga wajib membagikan atau menjelaskan petunjuk 
teknis mengenai program apa saja yang dapat dibiayai dari dana yang ditarik 
dari orangtua murid dan donatur. 

''Kalau tidak tahu tentang kebijakan mengenai RAPBS bagaimana orangtua murid 
bisa memberikan pendapat mengenai program-program yang sudah direncanakan 
sekolah. Jadi, mereka juga tidak bisa protes atau malah hanya setuju dengan 
biaya yang diajukan pihak sekolah. Ini kan bentuk pemerasan terselubung," 
ujarnya 


Dia menegaskan, pihak sekolah dan komite sekolah tidak boleh menetapkan 
besarnya IPBD yang berlaku sama kepada setiap murid. Hal itu menjurus pada 
tindakan diskriminatif karena kemampuan ekonomi orangtua murid berbeda-beda. 

Pihak sekolah harus memberikan pengecualian bagi siswa tidak mampu. Soalnya ada 
dana bantuan dari pemerintah pusat dan pihak sekolah untuk setiap murid, 
terutama yang tidak mampu. "Ini juga harus diungkapkan dalam rapat pembahasan 
IPBD dengan orangtua murid," ujarnya. 

Sementara itu, sejumlah orangtua murid mengaku tidak terlalu paham mengenai 
program-program apa saja yang dapat dibiayai dari iuran yang ditarik dari 
orangtua murid. 

Mereka juga tidak memperoleh rincian mengenai dana bantuan pendidikan yang 
diperoleh pihak sekolah dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

''Kepada kami hanya diberi daftar berisi RAPBS dengan sejumlah program yang 
direncanakan pihak sekolah. Kami pikir itu sudah suatu keharusan. Yang dibahas 
dalam rapat hanya soal berapa IPBD yang harus kami berikan untuk membiayai 
program-program itu," kata Farida (bukan nama sebenarnya), orang tua murid 
siswa kelas I SMA Negeri 9 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

Dia mengungkapkan, besarnya IPBD yang ditarik dari siswa SMA Negeri 9 untuk 
tahun ajaran 2005/2006 sebanyak Rp 3,037 juta. Sebagian dari IPBD tersebut 
untuk perawatan gedung dan membeli alat penyejuk udara (AC) di setiap kelas. 

Irman, orangtua murid kelas I SMA Negeri 70 Jakarta Selatan, mengatakan, IPBD 
ditetapkan Rp 8 juta. Sedangkan uang sekolah setiap bulan Rp 300.000. 

"Saya tidak tahu kalau ada dana bantuan untuk SMA dari pemerintah pusat dan 
pemerintah daerah. Jadi untuk gedung dan operasional sekolah ada dana dari 
pemerintah ya," kata Irman. (J-9) 


Last modified: 29/8/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke