Koordinasi pusat (Jakarta) emang dari dulu sangat lamban.
 
Baik Sri Mulyani atau Alwie. Lalu ada Kuntoro, >>> yang merasa gak kebagian 
kepercayaan tentunya lalu mlengos. Laporan keu saja, kata BPK, gak beres2. 
 
Secara manusiawi sebetulnya gw ngerti juga, bahwa kepalanya cuman segede kelapa 
tapi harus ngurus segalanya, akurat, cepat, jujur )( ?! ), untuk rakyat sangat2 
miskin (yang 15,6 juta jiwa ) walaupun ada beberapa yang trilyunan rph. 
 
Jadi terus terang saja sepertinya gak kepegang gitu ...
 
Kalo emang bener gak kepegang mbok iya ngaku ama RI 1, supaya solusi secepatnya 
..(tapi ya susah ya... apa orangnya bisa dipercaya apa malah pagar makan 
bantuan..)
 
Maka kadang2 melihat seperti Malaysia yang kecil, Jerman yang kecil saja, 
negaranya berbentuk federal. Sehingga yang diurus pemerintah pusat hanya 
masalah pertahanan dan politik luar negri. Sedangkan pembangunan ekonomi 
serahkan daerah. 
Tapi ya..itu, nantinya jadi kekurangan "obyek" baik DPR, Menteri2, pada 
kehilangan proyek. hehehe...
 
Dan kalo ada yg usul bentuk negara federal saja (seperti Amien Rais) supaya 
tugas pusat gak terlalu berat dan bisa cepet mengatasinya, wah langsung di cap 
anti NKRI. 
 
Dalam situasi daerah yang tidak merata, ada yg kaya sumber alam dan lainnya 
miskin, memang kalu federal, jadinya kasihan yg miskin. jadi bagusnya ya 
otonomi daerah itu yang di intensipkan dan diperluas. Bagi duit 100000 aja, 
uangel tuenan, mundur2 sampai lima bulan!
 
PR buat Pemilu 2009 !


Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
29.09.2005

Koordinasi Pemerintah Belum Lancar, Dana Internasional
Untuk Tsunami Terhambat

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono meminta agar
donatur internasional mempercepat pembayaran dana
bantuan bagi rekonstruksi dampak tsunami di Aceh.
Sementara itu lembaga asing yang menjanjikan bantuan
masih menunggu kesiapan pemerintah. 

Dari janji bantuan interansional sebesar  3,5 milyar
US dollar untuk membangun kembali Aceh, baru
sepertiganya yang diterima Indonesia. Untuk itu
Presiden Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono meminta
agar komunitas internasional mempercepat bantuan yang
telah dijanjikan sebelumnya.  Permintaan itu
disampaikan Yudhoyono, saat menerima kunjungan  Putri
Anne dari Inggris. 

Asian Development Bank ADB adalah salah satu lembaga
yang juga menjanjikan pengucuran dana untuk Aceh. Dana
yang  siap dihibahkan lebih dari 300 juta US dollar. 
Juru bicara ADB Ayun Sundari mengatakan sampai kini
ABD belum bisa mengucurkan dana karena terbentur pada
birokrasi dan administrasi  pemerintah Indonesia. 

Pemerintah masih harus menyelesaikan beberapa masalah 
administasi dan birokrasi supaya ADB bisa mencairkan
dananya melalui anggaran pemerintah. Misalnya mengenai
masalah pembangunan pipa, departemen yang akan
bertanggungjawab,  pembentukan kantor proyek di
lapangan. Disain proyeknya sendiri sudah siap
dilaksanakan. Tapi beberapa pekerjaan rumah yang belum
diselesaikan pemerintah. Bukan saja ADB yang mengalami
masalah, tapi lembaga-lembaga lain juga.

Deputi Regional Badan Pembangunan Nasional Bappenas
Luki Eko mengakui kurangnya  koordinasi pemerintah
dalam menangani pembangunan Aceh, pasca tsunami. 
Bappenas merupakan pengarah Badan Pelaksanaan
Rehabilitasi dan Rekontruksi BPPR  Aceh dan Nias. 

Masalahnya pelaksanaan aja belum. Pelaksaaannya belum
bisa. Faktornya banyak di Badan Pelaksanan
Rehabilitasi dan Rekontruksi Aceh dan Nias. Masalah
koordinasinya yang belum beres. 

Tsunami yang telah meluluhlantakan Aceh 9 bulan silam,
kini masih menyisakan pekerjaan rumah untuk segera
dituntaskan. Setengah juta orang yang kehilangan
tempat tinggalnya, membutuhkan bantuan untuk dapat
segera kembali hidup normal. Akhir pekan lalu, Putri
Anne dari Inggris datang mengunjungi bumi serambi
mekah tersebut, untuk melihat keadaan rakyat Aceh.
Inggris merupakan salah satu negara yang juga
menyumbangkan dananya untuk membantu Aceh, salah
satunya melalui ADB.

Semoga Beliau tidak terpedaya angin surga.  



            
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "nasional-list" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



                
---------------------------------
Yahoo! for Good
 Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke