19.12.2005 Konferensi WTO di Hong Kong Berakhir
Oleh: Peter Phillipp dari Berlin (Nasib negara miskin masih belum beruntung) Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Hong Kong berakhir hari Minggu (18/12). Berhasil kah ke-149 negara anggota WTO mencapai kesepakatan? Sebelum KTM WTO dibuka tanggal 13 Desember lalu, para anggota sudah menduga bahwa perundingan akan berjalan alot, karena blok negara maju dan negara berkembang bertahan pada posisi masing-masing. Selain itu, pertemuan para menteri negara anggota itu juga dibayangi aksi protes penentang globalisasi. Sabtu malam, ratusan demonstran, kebanyakan di antaranya petani Korea Selatan, menerobos pagar pengaman di depan gedung konferensi. Aparat keamanan membalas dengan menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa. Angkutan umum seperti kereta bawah tanah dan bis terpaksa dihentikan. Lalu-lintas mobil terjebak kemacetan total. Suasana kota mencekam. Kepala kepolisian Lee Ming Kwai menyerukan kepada pendudukuntuk segera mengevakuasi bagian kota Wan Chai. Lee Ming Kwai: Kami mohon semua penduduk menjauhi kawasan Wan Chai. Bila Anda mempunyai saudara atau teman di sana, hubungi mereka secepatnya dan minta mereka meninggalkan daerah itu. Polisi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan keamanan. Sementara sekelompok pengunjuk rasa berusaha menerobos masuk gedung pertemuan, kelompok lain memblokir Gloucester Road dengan duduk di trotoar dan jalan untuk menghalangi lalu-lintas. Gloucester Road adalah salah satu jalan utama di Hong Kong. Pukul tiga pagi waktu setempat, polisi berhasil membubarkan aksi protes dan menahan sekitar 900 demonstran. Mereka tetap ditahan sehingga tidak dapat mengikuti acara penutupan para penentang WTO yang diselenggarakan hari Minggu sore. Namun, menjelang akhir konferensi, rasa tegang dan letih tidak hanya melanda aparat keamanan dan para demonstran. Sejumlah delegasi negara anggota WTO mengadakan perundingan marathon untuk mencapai kesepakatan sebelum konferensi WTO berakhir. Diskusi mengenai jadwal penghapusan subsidi ekspor produk pertanian berlangsung sengit. Uni Eropa mengusulkan tahun 2013 sebagai batas akhir, sementara negara pengekspor menuntut subsidi pertanian harus dihapus sampai tahun 2010. Kedua belah pihak akhirnya memutuskan untuk berkompromi. Tahun 2013 ditetapkan sebagai tenggat akhir. Namun, pemangkasan sebagian besar subsidi ekspor sudah berjalan sebelumnya. Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim mengatakan: Kami memang tidak mendapatkan batas waktu akhir yang kami inginkan. Tapi setidaknya ada kesepakatan untuk tahun 2013, sehingga proses penghapusan subsidi ini mendapat kredibilitas. Walaupun begitu, isi pernyataan kompromi dipermasalahkan empat negara Afrika pengekspor kapas. Amerika Serikat memang menyetujui penghapusan subsidi ekspor untuk kapas. Namun, tuntutan negara-negara Afrika itu juga mencakup pemangkasan subsidi dalam negeri. Amerika Serikat masih memberikan subsidi dalam jumlah tinggi kepada petani kapasnya. Menteri Perdagangan Mali, Choguel Maiga menekankan: Chougel Maiga: Hampir sepertiga penduduk kami hidup dari produksi kapas. Antara 60 sampai 70 persen dari ekspor dan 30 sampai 40 persen dari pendapatan negara kami tergantung dari padanya. Produksi kapas adalah jaminan hidup kami. Pada akhirnya, Amerika Serikat setuju untuk mengurangi subsidi petani kapasnya lebih banyak daripada subsidi produk pertanian lainnya. Namun, formulasi kesepakatan itu tidak merinci detail konkret. Negara berkembang termiskin juga mencatat kerberhasilan dalam perundingan WTO. Mulai tahun 2008, 97 persen produk negara berkembang mendapat akses pada pasar negara industri. Di Hong Kong, untuk pertama kalinya semua negara berkembang dan negara ambang tampil sebagai kelompok dengan satu kepentingan. Mereka membentuk G-110. Menteri Perdagangan Indonesia Mari Pangestu menjelaskan: Mari Pangestu: Kesatuan yang berhasil kami bentuk dan tunjukkan di sini sangat penting untuk menggolkan tujuan dan meraih keberhasilan, walau keberhasilan kecil sekali pun. Memang, sejumlah pakar menilai, hasil yang dicapai dalam konferensi tingkat menteri WTO di Hong Kong sangat minimal. Dalam sejumlah topik bahasan belum berhasil dicapai kesepakatan. Misalnya modalitas penurunan tarif bea dan cukai untuk produk pertanian dan industri. Juga, masalah jasa masih menjadi bahan perdebatan. Tapi, Menteri Perdagangan India Kamal Nath menyatakan, setidaknya konferensi kali ini berhasil meletakkan dasar untuk perundingan berikutnya. Kamal Nath: Kita bagai terjebak di bundaran lalu-lintas, sehingga hanya berputar-putar di sana. Sekarang, kita sudah berada di jalan yang benar, walau kecepatannya masih sangat rendah. Dengan dicapainya kompromi subsidi pertanian, putaran Doha yang dimulai empat tahun lalu di ibu kota Katar, berhasil diselamatkan dari kegagalan. Tapi, KTM di Hong Kong tidak menghasilkan kesepakatan yang spektakuler. Perundingan perdagangan WTO akan dilanjutkan musim semi tahun depan. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

