** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mas, idee pronografie ada dikepala manusia yang porno. Ada penulis wanita di milis yang katakan: Laki laki yang membuat undang undang (RUU Pornografi) ini sudah gelisah melihat betis wanita..
Salam Danardono --- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kesimpulannya: > 1. Kreasi budaya seperti ketoprak, wayang orang, tari bondan, tari jaipong, > harus diubah baik dalam berpakaian atau gerakannya? > 2. Patung-patung yang terdapat di candi-candi di berbagai daerah, khususnya > Jawa harus dibongkar seperti taliban membongkar patung Budha? Di relief > candi borobudur banyak sekali perempuan bertelanjang dada. Bukan apakah > perempuan jaman dulu mau digambarkan demikian atau tidak tetapi itu > menggambarkan sikap budaya dan tradisi jaman itu. Perempuan di Jawa waktu > itu masih bertelanjang dada. Apakah Borobudur harus juga dihancurkan? > Ini bukan soal metaphora tapi penggambaran keadaan waktu candi dan patung > itu dibuat. > 3. Kalau UU sudah disahkan, maka secara sah dapat dibenarkan kalau ada > polisi atau FPI yang menangkapi penari-penari Jawa, Sunda dan Bali atau > menggerebek pertunjukan wayang orang dan ketoprak, atau juga membongkar > candi-candi karena berisikan patung-patung dan relief yang pronografis. > KM > > > -------Original Message------- > > From: [email protected] > Date: 03/05/06 13:09:56 > To: [email protected] > Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography? > > Kalo menurut saya: bukan! > > Tuh kan? RUU APP dipertentangkan pada budaya-budaya seperti ini? kan > bisa dipertanyakan bagi yang memajang dewinya dirumah atau yang > membuatnya..apa itu untuk sexualitas dan sensualitas yang dilarang. > Hati kita sebetulnya bisa membedakan mana yang dilarang dan tidak, > tapi kadang kebanyakan orang buta atau dibutakan? > > Coba deh, mbak FT mau gak digambar or dipatungkan dengan buah dadanya > yang penuh telanjang gitu, apa lantas orang berpikir sampeyan itu > juga mempunyai nilai metaphora memberi "susu" kepada alam semesta?? > > Dewi Durgha gak tau aja kalo mo digambar or dipatungkan kayak gitu. > Mo disembah sebg dewipun, dia gak tau. Inikan maunya manusia (idenya > manusia) yang ingin menggambarkan metaphora. Atau bisnis seni jualan > patung, biar laku. Ada gak ya metaphora Dewa yang menggambakan > keperkasaan Dewa (=kewelsasihan Dewi) yang telah memberikan "benih" > yang hidup? Kalo gak juga Dewi Durgha mau menyusui siapa? > > Tanpa adanya budaya-budaya seperti ini, kita juga akan tahu bagaimana > peran ibu. Kita juga tahu keMaha Pemurahan Tuhan Semesta Alam. > > Ini salah satu contoh kalau hukum, budaya (dan lainnya) hanya > memusatkan pada manusia. Manusia yang dijadikan tolok ukur. Bukan > nilai2 moral yang ada dalam agama atau kitab suci. > > Kalo saya sih, budaya macam gini yang mempertontonkan aurat, ada > baiknya dikikis habis. Termasuk budaya koteka. Karena saya kasihan > melihat saudara2 suku asmat dijadikan tontonan. Saya kasihan melihat > Dewi Durgha bertelanjang dada seperti itu... > > pengacaradewidurghadansukuasmat. > > --- In [email protected], Free Thinker <freethinker_may@> > wrote: > > > > http://jiwamerdeka.blogspot.com/ > > > > Would you call this pornography? > > Apakah anda akan menyebut ini Pornografi? > > > > Today, March 3, we shows our defiance to the anti pornography bill > by staging a vivacious cultural rally at Puputan Margarana Square in > Renon. > > Hari ini, 3 Maret, kami tunjukkan perlawanan kami terhadap RUU APP > dengan menyelenggarakan aksi budaya yang riuh rendah di Lapangan > Puputan Margarana, Renon. > > > > Various traditional performing arts, including the Joged Bumbung > dancer pictured on the photo, demonstrated one single important > fact:... > > Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional, termasuk penari Joged > Bumbung di foto sebelah, telah mendemonstrasikan satu fakta > penting:... > > > > ...that sensuality and sexuality have always been an integral > element of our cultural heritage. > > ...bahwa sensualitas dan seksualitas telah selalu menjadi bagian > tak terpisahkan dari warisan budaya kami. > > > > ...that sensuality and sexuality have never been viewed through a > banal and superficial perspective. > > ...bahwa sensualitas dan seksualitas tidak pernah dipandang melalui > pola pikir yang dangkal dan rendah. > > > > ...that the Balinese has always respected sensuality and sexuality, > both in arts and religious teachings, as a sacred metaphor of the > Divine's power of creation and sustenance of the universe. > > ...bahwa orang Bali selalu menghormati sensualitas dan seksualitas, > baik di dalam kesenian maupun ajaran relijius, sebagai metafora > sakral dari kekuatan Tuhan dalam penciptaan dan pemeliharaan semesta. > > > > ...that Goddes Durgha is always portrayed with full, bare breasts > to underline her unlimited compassion in "breast-feeding", in > nurturing the whole universe. > > ...bahwa Dewi Durgha selalu digambarkan dengan payudara yang penuh > dan telanjang untuk menekankan rasa welas asih Sang Dewi yang tak > terbatas dalam "menyusui", memelihara seluruh semesta. > > > > Look at the dancer's bare, wrinkled breasts... > > Pandanglah payudara sang penari yang telanjang, yang keriput.... > > > > ...and remember, the love she has given through the breasts, the > hardships she has endured, to give life to her children and > grandchildren. > > ...dan ingatlah, cinta yang telah diberikannya melalui payudara > itu, keseusahan hidup yang telah ditanggungnya, untuk memberi hidup > pada anak dan cucunya. > > > > We will fight the bill, any bill, that degrade our cultural > heritage and does not have any respect to our mothers and sisters. > > Kami akan lawan setiap undang-undang yang merendahkan budaya kami > serta yang tidak memiliki rasa hormat kepada para ibu dan saudari > perempuan kami. > > > > Marlowe and Jun > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Mail > > Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo > com/group/ppiindia > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language > learn > Indonesian language course > > > > YAHOO! GROUPS LINKS > > Visit your group "ppiindia" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

