http://www.antara.co.id/seenws/?id=31934

      Apr 17 20:27
     
        
      PENDETA DAMANIK BANTAH SINODE GKST TERLIBAT KERUSUHAN POSO 
        
        
      Palu (ANTARA News) - Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah 
(GKST) Pendeta Rinaldy Damanik membantah keras tudingan tentang keterlibatan 
pengurus institusi yang dipimpinnya dalam aksi penyerangan warga muslim di Poso 
pada kerusuhan pertengahan tahun 2000.

      "Tudigan itu sama sekali tidak beralasan," katanya ketika dihubungi per 
telepon oleh wartawan di Tentena, kota kecil di tepian Danau Poso, yang menjadi 
pusat kegiatan GKST, Senin.

      Keterangan tersebut disampaikan Damanik menanggapi pernyataan dua dari 
tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus Tibo dan Dominggus da Silva, 
yang mengungkapkan Majelis Sinode GKST terlibat secara langsung dalam kerusuhan 
tersebut seperti yang diutarakan kepada sejumlah wartawan di LP Petobo Palu, 
tempat mereka ditahan, akhir pekan lalu.

      "Kami (massa Pasukan Merah) yang hendak menyerang warga muslim di wilayah 
Poso ketika itu sempat didoakan di halaman GKST oleh para pendeta," kata Tibo.

      Menurut Damanik, Tibo dkk bisa saja berkomentar dan membuat pernyataan 
tentang kerusuhan Poso dengan menyudutkan orang lain, namun mereka harus mampu 
membuktikan tudingannya guna membantu aparat kepolisian mengungkapkan kebenaran 
dari penyataan mereka sendiri.

      "Kalau toh hal itu memang ada, Tibo dkk dapat mengajukan tuntutan hukum 
untuk membuktikan keterlibatan Sinode GKST dalam kerusuhan Poso," tuturnya.

      Bantahan senada disampaikan Yahya Patiro, mantan Sekkab Poso dan kini 
menjabat Ketua II Sinode GKST.

      Menurut Patiro, tudingan yang disampaikan Tibo dkk mengenai keterlibatan 
Majelis Sinode GKST dalam kerusuhan Poso, termasuk dirinya, sama sekali tidak 
benar.

      "Tidak mungkin Sinode memerintahkan atau menyuruh melakukan kekerasan 
atau kekejaman lainnya, termasuk pembunuhan terhadap manusia tidak berdosa," 
kata dia menegaskan.

      Kepada ANTARA News sebelumnya, Yahya Patiro mengatakan bahwa kerusuhan 
Poso yang mencapai klimaksnya pada pertengahan tahun 2000 merupakan tindakan 
spontanitas dari sebagian masyarakat akibat kekecewaan terhadap penguasa daerah 
yang ketika itu kurang memperhatikan aspirasi dan kesejahteraan rakyat, selain 
lemahnya proses penegakkan hukum terhadap aksi-aksi kekerasan sebelumnya.(*)  


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke