salam,
  
  inilah contoh dosen di indonesia. ia mengajar di beberapa universitas, tapi juga bersyahawat jadi pejabat lagi. akhinrnya dosen yang kayak begini cuma nampang nama saja, dan yang mengajar mata kuliahnya dialihkan ke asisten. apa mungkin beliau bisa hadir memberikan kuliah di beberapa universitas, apa nggak bentrokan dengan kegiatan DPR yang super sibuk itu? atau DPR juga melakukan "delegated legislation".
  
  kalau kebanyakan dosen dan juga anggota DPR mengutakan aktifitas mengajarnya, maka wajar aja banyak RUU dan kewajiban-kewajiban DPR yang tak terselesaikan. Sebaliknya bila mereka mengutamakan DPR, maka wajar aja, sebagaian besar lulusan universitas Indonesia tak bernyali setelah lulus, krn itu banyak yang memilih kuliah seumur hidup, jadi hamba ilmu. hehehe....
  
  Ya, terserahlah, apa kata rakyat, yang penting setiap akhir bulan, dapat duit, dari DPR juga dari Universitas. eh, praktek beginian termasuk korupsi nggak ya?
  
  mau mahasiswa bloon dan urusan rakyat selesai atau nggak selesai, emang gue pikiran. hehehehe
  
  Wassalam,
  rakyat jelata -
 

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=221703

Rabu, 19 Apr 2006,


Koruptor Saling Gertak
Oleh Moh. Mahfud M.D.

"..."
 
Moh. Mahfud M.D., pengajar ilmu hukum pada program pascasarjana di beberapa universitas, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)


           
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke