Refleksi: Apakah dengan sumbangan ini akar kegagalan bersekolah diatasi?
http://www.gatra.com/artikel.php?id=95887 Sumbangan Gubernur Jabar Siswa Miskin Putus Sekolah Terima Rp 500.000 Bekasi, 30 Juni 2006 16:44 Sebanyak 1.870 siswa tingkat SMP, Madrasah Ibtidayah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) miskin yang putus sekolah di Kota Bekasi, akan mendapat dana bantuan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Danny Setiawan. Setiap siswa putus sekolah melalui program Bantuan Gubernur untuk Siswa (Bagus) akan memperoleh dana sebesar Rp500.000, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Asmari di Bekasi, Jum`at. Dana bantuan dari Gubernur Jabar dalam jumlah itu, akan ditransfer melalui nomor rekening masing-masing sekolah asal siswa paling lambat awal September 2006. Setelah Pemprov Jabar mentransfer dana, pihak sekolah akan memberitahu kepada orangtua murid agar mengambil uangnya untuk biaya sekolah, meski tidak harus bersekolah di tempat asal mereka belajar. Namun, untuk mencairkan dana bantuan itu, setiap siswa putus sekolah wajib menunjukkan kartu Bagus yang dikeluarkan Diknas Jabar dan akan diberikan pada awal Agustus 2006. "Jadi pada awal bulan Agustus ini, Gubernur Jabar melalui instansi terkait di jajarannya akan menyerahkan kartu Bagus ke sekolah asal mereka masing-masing," kata Asmari. Dengan menunjukkan kartu Bagus itu, para siswa putus sekolah bisa mencairkan dana bantuan dari Gubernur Jabar agar bisa menyelesaikan sekolahnya. Data siswa putus sekolah itu, kata Asmari, diperoleh dari Ketua RT yang kemudian dilaporkan ke Lurah setempat. Berbekal data dari masing-masng Ketua RT itu, lurah membuat surat keterangan bahwa siswa yang dimaksud benar putus sekolah karena orangtua tidak mampu membiayai anaknya menyelesaikan sekolah. "Data siswa putus sekolah yang dibuat RT kemudian dikuatkan dengan surat keterangan dari masing masing lurah jelas akurat tidak ada rekayasa," ujar Asmari. Sidik (14), warga Bojong Rawalele, Bekasi yang sebelumnya pernah mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta tingkat SMP mengaku putus sekolah karena orangtua tidak punya biaya. Anak keempat dari lima bersaudara itu terpaksa berhenti sekolah tahun lalu karena orangtuanya yang berprofesi sebagai penjual daun pisang itu tidak punya uang untuk membiayai sekolah. "Orangtua saya tidak punya uang akhirnya saya tidak melanjutkan sekolah dan tiap hari saya membantu orangtua berjualan daun pisang mendorong gerobak keluar masuk kampung," katanya. Ia mengaku, bulan lalu orangtuanya didatangi pengurus RT yang mendata anak putus sekolah yang katanya akan mendapat dana bantuan dari Gubernur Propinsi Jawa Barat. "Ketika putus sekolah saya kecewa dan malu dengan teman, tapi dengan dana bantuan pak gubernur Jawa Barat nanti, saya jadi gembira akan bisa meneruskan kembali bersekolah," kata Sidik. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

