Pikiran  pemerintah untuk akan dapat kiriman US$ 20,-- dari TKI,  membuktikan  
ketidakmampuan penguasa negara dalam menangani tekanan demografi terhadap 
absorvasi lapangan kerja  yang  bisa dirsediakan sesuai politik perkembangan 
dan pertumbuhan ekonomi. 

 Sistem pendidikan yang tidak adekwat pengabdiannya terhadap peningkatan mutu 
SDM berkualitas bagi rakyat dalam dunia  penuh persaingan, meng akibatkan 
TKW/TKI yang dikirim ke luarnegeri adalah tenaga kerja bergaji rendah yang 
hanya berkisar pada pekerja pembantu rumah tangga dan buruh kasar tidak 
berkwalifikasi. Istilah kurang manis yang mungkin begertar di kuping ialah 
Indonesia  hanya mampu menciptakan babu dan jongos serta kuli,  suatu hal yang  
sulit menjadi kebanggaan pada perayaan    ulangtahun usia 61 kemerdekaan negara 
Indonesia.

Pertanyaan yang dihadapi ialah bisakah akan ada perubahan fundamentil dalam 
perbaikan hidup rakyat mayoritas ataukah itu  hanya idam-idaman yang tak 
kunjung diwujudkan? 

  ----- Original Message ----- 
  From: RedTOLERANSI 
  To: Mediacare ; POst PPIIndia ; Wahana-News ; [EMAIL PROTECTED] ; 
Pepicek-Post ; HKSIS 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; I Made Wiryana ; Avinanta Tarigan ; Moh. ROUF ; [EMAIL PROTECTED] 
; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
; [EMAIL PROTECTED] ; Iranaulita ; Elba Tagor Harahap ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Sunday, August 20, 2006 9:17 AM
  Subject: [HKSIS] Pekerja Migran RI Akan Kirim uang $20 Miliar Lima Tahun 
Mendatang


  RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
  Komentar oleh:  Sdra. Anwari Doel Arnowo dan Sdra. Ir. Koentyo Soekadar.
  ===========

  Yang berikut ini sudah sering diulang-ulang. Mereka adalah pahlawan devisa. 
Di Philipina mereka ini disebut the little angels. Dulu di Terminal Tiga  
lapangan terbang Cengkareng Sukarno-Hatta, pernah mereka digarong oleh petugas 
keamanan, oleh polisi oleh money changer dan lain-lain. Itu kalau sesudah 
selesai kontrak kerja dan sepulangnya mereka ke Indonesia. Sebelum pergi mereka 
digarong oleh perusahaan-perusaha an PJTKI yang sebagian besar dimiliki oleh 
orang Arab Indonesia. Bagaimana menggarongnya? Mulai mendaftar didesa saja 
sudah tertipu sekian juta Rupiah, kemudian dalam proses memperoleh paspor dan 
penempatan. Ada yang ditampung ditempat penampungan yang tidak manusiawi, 
berbulan-bulan lamanya dan ternyata toh kalau jadi berangkat, bisa saja 
menggunakan paspor orang lain. Berarti selama ditempat kerjanya dia memakai 
yang bukan namanya sendiri.

  Sebenarnya sudah capai juga ngomel seperti ini. 
  Sekarang pemerintah saya anjurkan agak pindah/menambah cara pikir. Bukan 
hanya pembantu rumah tangga saja, tetapi satu perangkat manager , tenaga I T , 
tenaga kerja industri yang satu paket, diekspor. Misalnya saja di Kanada ini 
ada daerah yang kekurangan pekerja tertentu. Saya yakin kalau Indonesia dapat 
menyiapkan paket seperti yang saya maksud, menerobos urusan ketenaga kerjaan 
dan immigrasi dan pajak dan lain-lain yang terkait, maka industrialis Kanada 
akan senang hati mempekerjakan paket managemen dan industri dari Indonesia, 
karena dapat dibayar dengan murah. Biarpun murah, harus dijamin bermutu dan 
jangan lupa di Kanada ada Undang-undang UMR dan HAM yang dilaksanakan dengan 
sunguh-sungguh. 
  Kanada sudah lima tahun terakhir ini menerima immigrant sebanyak 100.000 
lebih setiap tahunnya, dan 60% selalu di Ontario. Di Ontario ini misalnya masuk 
sebanyak seribu orang Indonesia, apalagi yang bermutu, seperti halnya 
menggarami laut alias tidak terlihat. Immigrant di Toronto pada akhir 2007 
nanti akan berjumlah 54% dari jumlah penduduk yang ada. 


  Di Ontario ini sudah jelas kekurangan tenaga dokter. Soal ijin praktek kirim 
orang ahli kita yang bisa berunding soal ini. Dengan demikian maka 
dokter-dokter di Indonesia bisa mulai menghentikan  kolusinya dengan Pabrik 
Obat dan berkosentrasi meningkatkan pengetahuan menyejajarkan diri setingkat 
dokter bukan hanya di Kanada tetapi dinegeri lain yang kekurangan dokter. 
Demikian juga akuntan. Di Jakarta banyak akuntan yang nyata-nyata asal India, 
kenapa orang Indonesia sendiri tidak bisa mengisi jabatan tersebut. Kurang 
becus bahasa Inggris? Salah sendiri.  Dulu di SMA kelas dua saja saya sudah 
mampu les bahasa Jerman dengan pengantar memakai bahasa Inggris, karena gurunya 
tidak bisa bahasa Indonesia. Saya bukan orang luar biasa, yang luar biasa 
adalah mereka yang malas belajar itu. Mau dinina bobokkan lagi seperti jaman 
penjajahan Belanda?
  Kirimlah orang pemerintah yang handal, jangan cuma mengandalkan orang 
Depatemen Luar Negeri saja yang telah terbukti tidak handal. Menerobos masalah 
immigrasi, ketenaga kerjaan dan soal-soal hukum lainnya inilah tugas 
Pemerintah, bukan dapat dilakukan oleh saya atau orang swasta lain. Jangan cuma 
jadi jago kandang saja. Nglurug lah keluar negeri. Buat gerakan yang offensive 
melawan establishment, buatlah orang lain gentar terhadap kepiawaian Indonesia.

  Anwari Doel Arnowo
  Toronto, Ontario.
  18 Agustu


  Sdri/Sdra sekalian,

  Bung Anwari telah menyinggung masalah yang cukup peka, yaitu bagaimana 
pemerintah memandang para TKW / TKI, yang walaupun telah digarong, diperas, 
ditipu dll, masih tetap dipandang sebagai sapi perah oleh pemerintahnya 
sendiri. Karena pendidikan mereka terbatas, maka mudah ditipu, diperas, 
digarong dll. 
  Coba kalau memang pemerintah serius mengharapkan devisa dengan "menjual" 
tenaga kerja Indonesia, kalau berani, urusi tenaga kerja yang berpendidikan 
paling tidak menengah (misalnya suster dan setingkatnya) dan keatas (akademisi).
  Menurut pengalaman saya diluar Indonesia, orang-orang Indonesia itu 
sebenarnya bukan orang bodoh, hanya saja kalau tinggal dirumah (ditanah air), 
menjadi malas dan maunya cari uang dengan mudah, yaitu dengan korupsi. Tetapi 
kalau diluar, karena tidak bisa korupsi dan aturannya tidak memungkinkan untuk 
korupsi, maka mereka akan kerja beneran untuk mengeluarkan kepandaiannya. 
Dibanding dengan bangsa-bangsa lain (dari Asia, Timur Tengah, Afrika dll) orang 
Indonesia disukai oleh masyarakat yang ditempati.
  Setuju dengan bung Anwari. Kerahkan TKI kelas menengah keatas.
  Salam 
  Koentyo Soekadar
  di Eropah.
  (Foto:  . . . dhuafa di Jakarta). 


  RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

  Pekerja Migran RI Akan Kirim uang $20 Miliar Lima Tahun Mendatang 

  Kuala Lumpur (ANTARA News) - Para pekerja migran Indonesia diperkirakan akan 
mengirimkan uang ke tanah air senilai 20 miliar dolar pada lima tahun 
mendatang, seiring dengan semakin pentingnya peranan mereka dalam perekonomian 
Indonesia, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menyatakan.

  Erman mengemukakan ada 2,7 juta pekerja Indonesia kini bekerja di luar negeri 
dan angka tersebut diharapkan akan meningkat menjadi 3.0 juta orang pada tahun 
ini.

  "Mereka memberikan uang kiriman (remittance) senilai 2,4 milar dolar per 
tahun," katanya.

  "Kami mengharapkan dalam lima tahun nilai kumulatif remittance tersebut akan 
mencapai sekitar 20 miliar dolar," kata Erman kepada AFP, dalam wawancara saat 
berkunjung ke Kuala Lumpur baru-baru ini.

  "Tentu saja ini akan membawa dampak positif kepada ekonomi negara saya," 
tambahnya.

  Pengiriman tenaga kerja ke negara lain dalam beberapa tahun belakangan ini 
telah menjadi bagian penting perekonomian negara-negara di kawasan Asia 
Tenggara dan Asia Selatan.

  Filipina saja, dengan pekerja migran sebanyak delapan juta orang, menerima 
uang remittance yang mencapai rekor dengan nilai 10,7 miliar dolar kepada 
keluarga mereka di tanah air pada 2005.

  Menurut Erman meningkatnya pekerja migran Indonesia di luar negeri akan 
mengurangi pengangguran di dalam negeri dan mereka diharapkan akan menjadi 
pekerja terampil sekembali ke Indonesia.

  "Kami telah menargetkan di masa mendatang ada kenaikan satu juta pekerja ke 
negara lain per tahun," katanya.

  "Ini penting sekali bagi kami, karena akan mengurangi angka pengangguran di 
negara kami."

  Bantuan pemerintah

  Pemerintah merencanakan akan menawarkan bantuan kepada pekerja yang kembali 
guna membantu mereka membuka usaha kecil, katanya.

  "Begitu mereka pulang, mereka akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang 
memadai yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha skala kecil," kata Erman. 

  "Pemerintah akan memberikan sejumlah modal kepada para pekerja yang pulang 
setelah mereka menyelesaikan kontrak untuk memulai bisnis." (*)
  http://www.antara.co.id/seenws/?id=40062
   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.11.3/423 - Release Date: 8/18/2006


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke