Keluar dari Kemandegan-Fragmentasi Gerakan (Bag 1 dari
5) 

Let’s Jazz Together?

Bacalah dengan pikiran dan hati yang terbuka,
belajarlah dari mana saja, belajar dari siapa saja,
jangan pandang bulu...

Soal bagaimana menciptakan orkestrasi yang asyik di
tengah kemandegan dan fragmentasi gerakan sosial, kok
saya beberapa waktu lalu dapat inspirasi dari musik
jazz.

Berbeda dengan musik klasik, ada dirigen, partitur,
pemain musik yang tertib di tempatnya masing, segudang
pekem-pakem musik klasik, maka didalam musik jazz
kebebasan, kreatifitas, keliaran, kejutan yang
merupakan nafas dan jiwa musiknya. Ada saxophone,
flute, drum, perkusi, bass gitar, piano yang
masing-masing berdaulat penuh.

Disatu sisi ada keliaran, tapi segala keliaran tetap
menghasilkan harmoni yang asyik. Kebebasan dan
keliaran tiap musisi, patuh pada satu kesepakatan,
saling menghargai kebebasan dan keliaran masing-masing
musisi sekaligus menemukan harmoni dan mencapai
tujuannya, yakni kepuasan diri musisinya dan kepuasan
pendengarnya. 

Jadi selain kebebasan juga ada semangat saling memberi
ruang dan kebebasan, saling memberi kesempatan tiap
musisi mengembangkan keliarannya (improvisasi) meraih
performance terbaik. 

Keinginan saling mendukung, berdialog, bercumbu bukan
saling mendominasi, memarginalisasikan dan
mengabaikan.

Seringkali saat bermusik ada momen-momen ketika
seorang musisi diberikan kesempatan untuk tampil
kedepan untuk menampilkan performance
sehebat-hebatnya, sedangkan musisi lain agak
menurunkan tensi permainannya. Misalnya Agustiana
Petani pada drum, bak buk bak buk cess setak setak duk
duk duk. Emil Kleden Masyarakat Adat pada bass betot,
dum dum dum dum dem dem dum, Sastro Buruh pada
saxophone, tetet toet-toet, Alien Perempuan pada
guitar creng creng tiiiiiungggggggg, Wardah Miskin
Kota pada flute tuit tuit seruling bambu dan Chalid
Hijau pada tambur (dan topeng monyetnya, hehehe sorry
ketua)

tung-tung tung sarimin pergi ke pasar
tung-tung tung bapak dan ibu tani pergi ke pasar, 
tung-tung tung kaum buruh  pergi ke pasar.
tung-tung-tung feminis pergi kepasar
tung-tung-tung masyarakat adat  pergi kepasar

Tapi anda tentunya tau gitar tetap gitar, tambur tetap
tambur, piano tetap piano. Namun demikian dialog antar
musisi dilakukan juga dengan cara musisi piano
memainkan cengkok saxophone, musisi perkusi memainkan
cengkok bass betot. OHOOOOOOOOO guyub dan elok nian.

Lepas dari jiwa musik jazz yang saya sampaikan
sebelumnya tetap saja ada juga yang 'memimpin', pusat
gagasan dan inspirasi tentunya dengan kerelaan memberi
tempat kepemimpinan dari semua musisi. Bisa dalam
bentuk beberapa person/lembaga maupun kolektifitas.
Misalnya dalam grup Chakakan bahwa vocalisnya Chahakan
adalah inspirator utama grup ini. Apa yang menarik
dari vokalis Chahakan ini adalah dia yang menjadi
inspirator, penulis lagu dan partitur dasar musiknya,
selain itu improvisasi, keliaran dan kekuatan vokalnya
menebarkan energi , menyetrum dan meledakkan potensi
musisi pendukungnya. 

Tapi model kepemimpinannya bukan seperti dirigen dalam
musik klasik yang menjaga kepatuhan dan disiplin tanpa
reserve, tetapi lebih menjadi penjaga semangat
(nilai-nilai, atau bahkan cita-cita kolektif), memberi
ruang bagi setiap musisi untuk pengayaan gagasan dan
proses yang dinamis. Baik ketika mematerialkan gagasan
maupun ketika berproses di panggung atau di studio
rekaman. Tidak memaksakan pola yang baku dan beku,
tetapi sangat dinamis dan fleksibel. Setiap penampilan
mereka di panggung adalah penemuan cengkok-cengkok
baru, nyaris sebenarnya setiap performance selalu
baru. Tidak ada penampilan yang persis sama.

Tetapi tetap mereka dipandu tujuan yang sama memuaskan
kebutuhan masing-masing musisi dan pendengarnya,
menggerakan dan merubah pendengarnya (masyarakat luas)

Yang menarik juga dari jazz ini adalah sifatnya yang
terbuka, open mind, open heart. Waljinah, master
penyanyi keroncong dengan lagu walang kekeknya, atau
lagu bengawan solonya gesang, atau darah juang lagu
perlawanan itu, ravi shankar dengan sitar, rebab dan
spirit indianya, atau bahkan internasionale dan maju
tak gentar, atau imaginenya john lennon, atau
reportoar klasik bach, bahkan dangdut pun, bahkan
lagu-lagu spiritual bisa diakomodir oleh musisi jazz
dan jadi jazzy.

Itulah karakter kepemimpinan yang asyik, kepemimpinan
yang berkarakter kepemimpinan spiritual, menjaga dan
menyalakan spirit/semangat/ nilai-nilai/ garis
perjuangan, menyeimbangkan dan mencapai harmoni musik.

Selain itu kepemimpinan ini harus bisa fleksibel dalam
pengayaan pilihan-pilihan pendekatan, bisa menawarkan
nuansa keroncong, dangdut, gending, samba, regge,
rock, gambus, pop, klasik dalam bermusik jazz. Atau
memberi peluang atau kesempatan satu musisi atau alat
musik leading, maju kedepan dan yang lainnya
memperkaya di latar belakang.

Lepas dari itu bukan berarti saya lebih mencintai
jazz, dibanding klasik, new age atau dangdut, tetapi
ini lebih kepada menemukan analogi dan metafora.
Marilah kita gunakan analogi, metafora untuk
bercermin, refleksi, jangan pake pendekatan baku
melulu dan itu-itu juga. Karena sering kali sampai
berbusa-busapun agak sulit kalo pake pasal-pasal
teori-teori saja untuk menyentuh, merubah, tapi
gunakan metafora dan komunikasi lain agar bisa lebih
mudah menyentuh hati dan pikiran orang. Karena dengan
gaya-gaya konvensional, kadang sulit mendorong
perubahan. Walau aku agak sok tahu ttg jazz, wong baru
belajar kok. Atau menikmati musik jazz dengan lebih
sadar, bukan ikut mode dan termakan promosinya Peter
Gonta untuk hajatan java jazznya. 

Jangan dulu mendebat, coba nikmati dulu lekak lekuk
cengkok musik jazz dengan empati en than  let’s dance
together. Dimanakah kau pemimpin sejati kaum
pergerakan?

Salam
Tet tet teooooot teot spap spap sewiwir bum
stubidubidudamdam
Andreas Iswinarto

Imagine! Let’s dance together
Dream, Believe, Dare dan Do.

RAKYAT Kuasa.
Merdeka NEGERIKU 100%
Hijau BUMIKU






 
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up... 
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

Kirim email ke