Deritamu Negeriku yudi Bulan itu jatuh di matamu membiru penuh luka tikaman pohan cemara angin telah manaburkan kebencian entah untuk siapa. Waktu ini penuh bintang tidak bernyanyi tidak tertawa hanya derita kunang-kunang untuk menggapai malam. Langit telah berselimut gelap bila sekarang akan jatuh hujan dan angin menerbang jiwa yang rapuh. Besok lusa tanpa kedipan halilintar hanya cumbuan dan desah angin merintih entah mengapa. Tempat ini telah mati antara cinta dan harapan hidup tinggal puing-puing kekalahan oleh keserakahan dan amarah. Cukup bosan lelah waktu mengingatmu deritamu tanpa ujung negeriku yang merasana. http://groups.yahoo.com/group/SASTRA_SANTRI/join
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

