Fauzan Al-Anshari, Ketua Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI):
"Pemunculan kembali isu amir dan majelis dewan syura tak lain adalah upaya
polisi untuk kembali menjerat Abu Bakar Baasyir yang juga amir MMI.."
Telusuri Anggota Majelis Dewan Syura
Polisi kini sedang memelototi struktur organisasi Jamaah Islamiyah (JI), yang
beberapa orang pentingnya sudah ditangkap. Yang termasuk dipelototi adalah
nama-nama anggota majelis dewan syura. Mereka itulah yang melantik amir
(pimpinan) JI Ustad Zarkasih alias Zuhroni alias Abu Irsad.
Di hadapan polisi, Zarkasih yang juga akrab disapa Mbah itu menegaskan tak
ada yang secara resmi membaiat dan melantik dirinya sebagai amir. "Dia hanya
mengaku, prosedur baiat oleh majelis dewan syura dilewati. Kami masih
menelusuri kebenaran pengakuannya," kata seorang penyidik di Satgas Bom yang
menangani kasus tersebut. "Saya khawatir, dia (Zarkasih) sengaja melindungi
orang-orang yang berada di dewan syura," lanjutnya.
Di tempat terpisah, Nasir Abbas, mantan ketua mantiqi III dan telah
mengundurkan diri dari JI, mengatakan bahwa di dalam struktur JI yang lama
memang ada majelis dewan syura -dia juga tak pernah mengetahui dijabat siapa.
Namun, kali ini dia mengatakan tidak punya informasi apa pun karena tidak
terlibat JI sejak ditangkap dan bebas pada 18 Februari 2004. "Kalau diangkat,
lalu siapa yang mengangkat?" katanya.
Ketua Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al-Anshari
mengatakan, pemunculan kembali isu amir dan majelis dewan syura tak lain adalah
upaya polisi untuk kembali menjerat Abu Bakar Baasyir yang juga amir MMI.
"Nyanyian merdu para pelaku yang ditangkap kali ini adalah black campaign untuk
Ustad Abu," katanya.
Dia juga mengkritik penampilan Abu Dujana yang ditayangkan di sebuah TV
swasta mengenakan sarung dan baju koko dengan tangan dan kaki diborgol. Menurut
dia, itu adalah upaya memojokkan umat Islam secara luas dengan memelihara
stigmatisasi bahwa teroris adalah mereka yang mengenakan pakaian khas muslim.
Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto membantah semua tudingan
tersebut. Menurut dia, apa yang disampaikan polisi adalah apa pun yang diakui
sendiri para tersangka. "Mereka yang bilang adanya pergantian sebutan dan
pimpinan dari tahun sekian ke sekian. Istilah amir darurat pun kita dapat dari
Zarkasih, bukan kita yang sebut," kata Sisno dalam sebuah diskusi di Jakarta
kemarin.
Jenderal bintang dua itu menambahkan, ada indikasi bahwa di JI telah terjadi
perpecahan. Tapi, dia tidak membeberkan lebih jauh. Sehari sebelumnya Direktur
I Kamtrannas Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Surya Dharma mengatakan,
tindakan Noordin. M. Top yang kerap mengebom memang tidak selamanya disetujui
Dujana dan Zarkasih. (naz)
sumber: www.jawapos.com
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
[Non-text portions of this message have been removed]