http://www.antara.co.id/arc/2007/8/22/200-universitas-terkoneksi-dalam-satu-jaringan/


*200 Universitas Terkoneksi dalam Satu Jaringan*

Depok (ANTARA News) - *Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, T
Basaruddin*, mengatakan sekitar 200 perguruan tinggi baik swasta dan negeri
pada tahun 2007 ini akan saling terhubung dalam satu jaringan komputer
perguruan tinggi.

"Saat ini perguruan tinggi yang terhubung dalam satu jaringan baru sebanyak
23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 86 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan 80
perguruan tinggi lain tengah melakukan persiapan. Sedangkan beberapa
perguruan tinggi akan segera melakukan persiapan," katanya, di Depok, Jabar,
Rabu.

Menurut dia, adanya perguruan tinggi dalam satu jaringan akan memudahkan
para peneliti mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan biaya yang
terjangkau, dan bisa secara bersamaan melakukan penelitian dengan para
peneliti yang berbeda lokasinya.

Ia mengharapkan dari sekitar 2.800 perguruan tinggi yang ada di Indonesia,
dapat saling terhubung, sehingga antara perguruan tinggi dapat saling
bertukar informasi.

Dikatakannya, teknologi komputer yang saling terhubung merupakan model
komputer modern yang menawarkan kemampuan untuk melakukan proses
komputerisasi berkinerja tinggi dengan memanfaatkan sumber daya yang
tersedia dari sejumlah komputer yang secara geografis terpisah namun
terkoneksi dalam satu jaringan.

UI sendiri, kata Basaruddin, melakukan kerjasama dengan PT Sun Microsystem
Indonesia (SMI) untuk membangun hubungan dengan jaringan Inherent (Indonesia
Higher Education Network atau Jaringan Perguruan Tinggi Indonesia) tersebut.

Sementara itu, General Manager Business Development dan Marketing, PT SMI
Harry Kaligis mengatakan Sun memiliki komitmen yang kuat dalam bidang
pendidikan, oleh karena itu kesempatan untuk bekerjasama dengan UI harus
terus dikembangkan.

"Adanya jaringan yang saling terhubung dengan perguruan tinggi lainnya
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para peneliti, sehingga dapat
meningkatkan tingkat kompetitif bangsa Indonesia," katanya.

Dikatakannya pembangunan infrastruktur komputer yang saling terhubung di
tingkat nasional akan dapat menekan biaya investasi dibandingkan bila
masing-masing institusi penelitian menyiapkan perangkatnya masing-masing.

"Infrastruktur tersebut dapat digunakan oleh para peneliti untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelasnya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke