Eyang,

Sekali lagi memang masukan buat Mas Agus..
Yang lebih perlu dimajukan saat ini adalah bagaimana ajaran Islam dapat
membawa kebaikan bagi umatnya dan seluruh alam.
Klaim saja tanpa bukti yang memadai hanya akan berbalik memalukan
diri sendiri.  Termasuk masukan bagi diri saya sendiri..

Mas Agus,

Mbok ya, dikurangilah postingan yang mengundang kritik semacam ini..
Aduh.. maaf ya.. saya jadi lancang menasihati anda begini..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 9/27/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, A Nizami
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> >
> > Dalam kehidupan sekuler, orang miskin jarang mendapat
> > bantuan. Bahkan terkadang justru hak milik mereka
> > seperti tanah/toko dirampas jadi milik
> > pengusaha-pengusaha kaya.
> >
> > Uang pajak jarang sekali diberikan untuk memakmurkan
> > rakyat miskin. Sebagai contoh, trotoar yang masih
> > bagus diganti baru. Jalan yang masih mulus atau
> > berluang sedikit setiap tahun dilapis ulang
> > seluruhnya. Tapi adakah uang pajak tersebut dipakai
> > untuk memperbaiki rumah orang miskin yang rusak atau
> > membangun perumahan rakyat bagi rakyat yang belum
> > memiliki rumah?
> >
> > Jadi dalam sistem sekuler, harta dari orang kaya boleh
> > dikata tidak mengalir kepada orang miskin. Justru
> > harta orang miskin bisa dirampas oleh si kaya.
> >
> > Dalam ajaran Islam tidak begitu. Dalam sebagian harta
> > orang kaya terdapat hak orang miskin.
> >
> > "Sedekah (zakat) yang diambil dan orang-orang kaya dan
> > dibagikan kepada orang-orang miskin." (HR. Bukhori
> > Muslim)
> >
> > Ajaran Islam mengajarkan agar harta jangan hanya
> > beredar di antara orang-orang kaya saja, tapi juga ke
> > orang miskin:
>
> Ha ha ha ngawur 1000%!
>
> pernah ke Swedia atau Austria nggak? Disana pajak ditarik untuk
> kelas menengah (ini yang terbanyak) sebanyak 50 %! dan pajak dipakai
> untuk pembiayiaan:
>
> Rumah sakit --> GRATIS
> Jalan tol -- > kebanyakan gratis
> jaminan sakit
> jaminan hari tua
> Pendidikan (mau bandingkan dengan negara negara Muslim)?)
> Santunan pengangguran
>
> bagaimana dengan negara negara Muslim yang katanya pakai Quran? Hah?
> Bangla Desh, melarat, Pakistan, melarat, Syria, melarat, Mesir,
> melarat, Yemen, melarat, Tunisia, melarat, Indonesia, melarat...
>
> Gimana Lapindo? Gimana korupsi di perusahaaan perusahaan negara?
> bagaimana korupsi oleh pejabat pejabat negara? gimana bantuan
> tsunami yang dijual? Maliiiingg semua, padahal ngaku beragama!
>
> Kalau ngimpi siang hari jangan kelewatan dong bung!
>
> Bangun bangun bangun, sahur sahur sahur..ntar ketiduran terussss
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke