http://www.tniad.mil.id/news.php?id=1758
*PASUKAN GARUDA KONGA XXIII-A MENDUKUNG "EAST GATE EXERCISE"* ** Kemampuan tenaga medis pasukan Indonesia teruji dengan keikutsertaan dalam latihan gabungan di Sektor Timur. Latihan dengan kode East Gate Exercise yang berarti latihan di gerbang Timur dari daerah operasi Sektor Timur. Daerah yang digunakan merupakan medan yang menjadi perbatasan Israel-Lebanon namun kenyataan di lapangan, tidak ada pembatas yang tampak antar kedua negara tersebut. Blue Line (garis batas) di daerah ini adalah hanya garis imaginer sehingga sering menimbulkan perselisihan antara Israel dan Lebanon. Satu FMT (Forward Medical Team) pasukan Indonesia terlibat, terdiri dari lima orang personel sebagai tim evakuasi. FMT adalah unit ambulance yang merupakan kendaraan tempur VAB. Kegiatan latihan tersebut digelar di wilayah tanggung jawab India dan Spanyol. Shebaa Farm dan Ghajar adalah wilayah yang dipilih dan menjadi daerah yang tepat untuk aplikasi dihadapkan situasi sesungguhnya. Dalam skenario, sebuah pos pasukan PBB diserang oleh kelompok bersenjata (Armed Element). Pos milik India di Shebaa Farm dihujani tembakan dan mortir. Akibat serangan ini banyak jatuh korban. Sebanyak 20 orang peacekeepers India menjadi korban. Pasukan India yang kerepotan menghadapi serangan melaporkan kejadian tersebut kepada Komando Sektor Timur dan meminta bantuan perkuatan untuk pengamanan dan evakuasi medis. Sektor Timur mengirim pasukan bantuan beserta tim evakuasi termasuk ambulance Indonesia. Karena banyaknya korban serta jarak dari tempat kejadian cukup jauh, sehingga korban diangkut menggunakan Ranpur (Kendaraan Tempur) Indonesia, sedang yang parah menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit tingkat dua. Dengan perkuatan dari pasukan tambahan, kelompok bersenjata melarikan diri menuju Ghajar. Aktifitas bersenjata di Lebanon memang sering memanfaatkan wilayah perbatasan sebagai daerah persembunyian. Hal ini terutama karena penduduk diperbatasan masih berselisih tentang status kewarganegaraan. Hal ini yang membuat daerah perbatasan Israel-Lebanon yang Blue Linenya hanya garis imaginer merupakan Safe Heaven bagi gerakan milisi. Di Ghajar milisi bersebunyi didesa Ain Arab didalam salah satu rumah penduduk. Setelah selesai melakukan evakuasi, FMT Indonesia mendapat perintah lanjutan untuk bergerak ke posisi di Ain Arab dimana milisi tersebut bersembunyi. Ini dilakukan untuk mendukung operasi pengepungan dan penggeledahan rumah tempat persembunyian. Pasukan Spanyol dengan tentara Lebanon (Lebanese Armed Forces) melakukan kontak tembak dengan milisi. Sedangkan tim evakuasi Indonesia, memperkuat proses pengepungan untuk menghindari korban yang tidak perlu. Milisi akhirnya menyerah dan dibawa oleh tentara Lebanon untuk diinvestigasi. Latihan gabungan antar kontingen di sektor Timur merupakan pengaplikasian mekanisme bantuan perkuatan dan medis. Kegiatan untuk menghadapi setiap kemungkinan terburuk dihadapkan situasi yang mungkin terjadi. Saat ini konstalasi politik di Lebanon semakin hangat. Sehingga tahapan yang matang adalah meningkatkan kemampuan personel Unifil untuk menghadapi situasi terburuk. Komando Sektor Timur terdiri dari berbagai kontingen seperti Indonesia, India, Spanyol, Nepal, Malaysia, Filandia dan China. Namun yang terlibat dalam latihan tersebut adalah kontingen yang memiliki kemampuan medical mobile reaction termasuk Indonesia. [Non-text portions of this message have been removed]

