http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/20/time/163622/idnews/855102/idkanal/4



*Pemimpin ASEAN Teken Blueprint Kerjasama Ekonomi
*Nurul Qomariyah - detikfinance

Singapura - Para pemimpin negara-negara ASEAN menandatangani ASEAN Economic
Community (AEC) Blueprint, yang akan membawa kawasan ini bertransformasi
menuju pasar tunggal dan basis produksi pada tahun 2015.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan bersamaan dengan perayaan 40
tahun sekaligus ASEAN Summit ke-13 di Singapura, Selasa (20/11/2007).

Pemimpin negara yang ikut menandatangani kerjasama tersebut adalah Sultan
Brunei Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Samdech Hun Sen, *Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono*, PM Laos Bousone Bouphavanh, PM Malaysia Abdullah Badawi,
PM Myanmar Jenderal Thein Sein, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo,
PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Surayud Chulanont, PM Vietnam
Nguyen Tan Dung.

Dalam deklarasi tersebut disepakati untuk mengadopsi AEC blueprint, dimana
para negara anggota ASEAN akan mengimplementasikannya pada 2015.

"AEC Blueprint akan mentransformasikan ASEAN menuju pasar tunggal dan basis
produksi, kawasan ekonomi yang punya daya saing tinggi, kawasan yang
memiliki pembangunan ekonomi pantas dan kawasan yang terintegrasi penuh
dengan ekonomi dunia," jelas deklarasi tersebut.

Dalam dokumen tersebut akan menyerukan pengurangan bea masuk impor untuk
semua produk, kecuali untuk beberapa item produk yang sensitif pada tahun
2010 untuk 6 negara anggota besar dan 2015 untuk negara yang lebih kecil
seperti Kamboja, Laos, Malaysia dan Vietnam.

Untuk mencapai tujuan tersebut tidak mudah. Para pemimpin negara ASEAN harus
menunjukkan kemauan politiknya jika kawasan tersebut akan bertransfrormasi
menjadi kawasan perdagangan yang bersatu.

"Kami harus melihat masalah ini dengan cara yang sangat sangat positif. Kami
tidak dapat menghentikan jam, kita harus membuat diri kita lebih
kompetitif," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu seperti dikutip
dari AFP.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke