http://www.antara.co.id/arc/2007/12/29/wisman-pilih-bertahun-baru-di-ubud/

Wisman Pilih Bertahun Baru di Ubud

Denpasar (ANTARA News) - Wisatawan asal Eropa dan Jepang banyak yang memilih 
menyambut Tahun Baru 2008 di sekitar Ubud, Kabupaten Gianyar, yang dikenal 
sebagai pusat seni budaya Bali.

Turis asal Eropa dan Jepang, mendominasi pemesanan kamar hotel dan 
tempat-tempat peristirahatan di daerah yang dikenal tenang dan sejuk dengan 
pemandangan alam yang menawan tersebut, demikian keterangan yang dihimpun 
ANTARA News, Sabtu.

Yessy Hidajat, Communications Manager Alila Hotels & Resorts mengakui, sebanyak 
64 kamar di Alila Ubud dan 53 kamar di Alila Manggis, telah habis dipesan 
selama masa pergantian tahun, yang didominasi turis asal Eropa.

"Turis-turis asal Eropa menyenangi lingkungan yang tenang seperti di Ubud ini. 
Mereka mendambakan suasana yang berbeda menyambut `matahari 2008`, dengan masa 
tinggal rata-rata tiga malam," katanya.
Tingkat hunian kamar hotel dan vila di Alila itu sudah mulai dipadati turis 
asal Eropa sejak menyongsong Natal, dengan tingkat hunian mencapai 80 persen, 
baik di Ubud maupun Manggis.

"Khusus menyambut Tahun Baru ini, kami akan mengadakan pesta di taman kolam 
renang dengan aneka hiasan lampion berukuran besar. Cukup di wali sajian musik 
jazz, disusul musik keras dengan pemandu lagu saat pergantian tahun," kata 
Yessy menambahkan.
Wisata minat khusus ke daerah seni pada akhir tahun dan menyambut Tahun Baru 
itu, terutama diminati turis dari Jepang dan Eropa, 

Sementara Ayu Martiasih, Marketing communications Manager Maya Ubud Resort & 
Spa, juga mengakui 60 vila dan 48 kamar hotel yang disiapkannya menyambut Tahun 
Baru 2008, juga didominasi pemesan dari Eropa dan Jepang, selain asal Australia.

"Tingkat hunian kamar yang kami sediakan kini sudah mencapai 90 persen. 
Anehnya, turis-turis Auustralia terutama dari kalangan tua dan mereka yang 
berbulan madu, juga mendambakan suasana yang tenang," katanya.

Selama ini, turis asal Australia dikenal lebih menyukai suasana hingar-bingar 
dengan musik keras seperti yang biasa berlangsung saat pergantian tahun di 
kawasan Pantai Kuta.

Ia berharap, trend baru kedatangan turis-turis Australia yang mendambakan 
suasana tenang, akan terus menambah tingkat hunian hotel di Ubud, untuk 
hari-hari selanjutnya.

Saat menyambut Tahun Baru nanti, di tempat peristirahatan bintang lima terbesar 
di Ubud tersebut, hanya akan disajikan hiburan musik akustik (guitar) dan tari 
Bali dengan suara lembut, tanpa hingar-bingar pesta kemeriahan yang biasa 
diwarnai musik cadas.

Selama ini, turis asal Australia yang ke Pulau Dewata jumlahnya -- rata-rata 
250 ribu pertahun-- terbanyak kedua setelah Jepang, dengan kecenderungan 
menyukai tempat-tempat ramai dengan hiburan dengan musik keras, termasuk di 
kawasan Nusa Dua.
(*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke