http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0712/30/145046.htm

Makin Gemuk, Nafas Makin Bau 

Tel Aviv, Sabtu  - Nafas tak sedap ternyata tidak hanya berkaitan dengan 
kesehatan gigi dan mulut semata. Tetapi bisa jadi berhubungan dengan berat 
badan Anda. 

Kaitan antara kegemukan (obesitas) dan bau mulut terungkap dalam sebuah riset 
yang dilakukan para ahli dari Universitas Tel Aviv, Israel, belum lama ini.

Riset yang dipubliksikan dalam Journal of Dental Research itu.dipimpin oleh 
pakar kesehatan mulut, Prof Mel. Ro­senberg, Department of Human Microbiology 
and The Maurice and Gabriela Goldschleger School of Dental Medicine, Sackler 
Faculty of Medicine di Universitas Tel Aviv. 

Salah satu kesimpulan penting dalam riset itu adalah semakin berat tubuh Anda, 
maka semakin bau pula nafas Anda. Studi yang sama juga berhasil me­ngungkap 
bukti ilmiah pertama mengenai kaitan antara bau mulut dengan tingkat konsumsi 
alkohol.

"Penemuan mengenai alkohol dan nafas bau tidaklah mengejutkan sebab bukti yang 
bersifat anekdot sudah lama ada. Walau begitu penemuan mengenai korelasi antara 
obesitas dan nafas tak sedap belum terantisipasi,” ungkap Prof. Rosenberg.

Dalam risetnya, Prof. Rosenberg melibatkan 88 orang dewasa dengan ukuran berat 
dan tinggi badan bervariasi. Responden diundang ke sebuah klinik untuk 
melakukan check-up, di mana  mereka juga mendapat pemeriksaan nafas serta 
kebiasaan sehari-hari. 

Para peneliti menemukan, responden  yang mengalami kegemukan (obesitas) 
cenderung memiliki napas tidak sedap atau halitosis. "Penelitian ini 
dimaksudkan untuk masyarakat umum. Namun kami belum mengetahui pasti 
penyebabnya secara ilmiah. Ini akan menjadi tahap selajutnya ” ungkap Prof. 
Rosenberg.

Untuk sementara, Prof. Rosenberg menduga bahwa hubungan antara obesitas dan bau 
mulut dapat disebabkan oleh beberapa faktor.. Misalnya, orang yang obes mungkin 
saja melakukan program diet yang menyebabkan mu­lut menjadi kering. Kemungkinan 
lain, orang gemuk cenderung malas menjaga kesehatan mulut mereka.
Obesitas sendiri merupakan masalah yang banyak ditemukan di kehidupan modern 
sekarang. Sementara bau mulut adalah fenomena masyarakat yang sudah terjadi 
ribuan tahun silam.

"Saya sudah membaca laporan tentang bau mulut dalam sejarah Mesir Kuno.  Dalam 
sejarah  Roma pun ada seorang bernama Cosmos yang menjual obat penyegar mulut.  
Nafas tak sedap seringkali disebut dalam kitab suci Yahudi," ujar Prof. 
Rosenberg.
Masalah bau mulut atau nafas tak sedap ini pun masih menjadi masalah di zaman 
ini. Bau mulut  — dan kekhawatian orang mengalaminya — melanda jutaan orang di 
dunia karena memang tidak mudah untuk menyadari bau nafas sendiri. Dalam riset 
pun ada sembilan orang responden yang mengaku tidak sadar jika na­pas mereka 
bau. Ini sebuah hal yang lumrah karena orang terkadang malas mengecek bau 
mulutnya sendiri. (ScienceDaily/AC)


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke