yg jelas, di jaman reformasibasi saat ini ada pameran kekuatan orba jilid 2.
From: "Trikoyo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Harsutejo" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: #sastra-pembebasan# Re: [RumahKita] : Panglima macam apakah
Suharto ini ? (Was Maafkan Soeharto).
Date: Thu, 10 Jan 2008 02:40:25 +0700
maaf saya gak tahu cara pakai komputer untuk kirim ke banyak alamat.
Maklum saya ini kakek2 yang ngawur pakai komputer tanpa belajar. Sekitar saya
gak ada tempat bertanya. Jadi pakai komputernya ngawur. Masih untung ada yang
kasih koputer bekas.
Bung Har yb.:
Semuanya yang ditulis sudah betul, bener dan perlu hati-hati sebab kalau
benar-bener betul, bisa BETUL-BENER, KEBENTUR-KELENGER. kan?
Kita ini sudah bukan dihinggapi penyakit trauma lagi tapi penyakut hati kecil
dan jiwa kerdil yang penuh ketakutan.
Coba pikir baik2, tahanan, siksaan, Buru, bersih lingkungan, bebas g30s, ktp
seumur hidup dan segala macam tetek-bengek (bukan tetek montok yang ditayangan
tv itu lho), semuanya itu untuk menanamkan rasa takut. Bicara dengan famili
sendiri saja takut, takut kalau dianggap terlibat g30s. Budaya takut ini
begitu mendalam selalu ditakut-takuti momok yang di siang hari pun ditakuti
apalagi di malam hari.
Coba pikir, anak yang lahir sesudah tahun 1965 pun dimintai surat bebas g30s
untuk masuk universitas ke', untuk cari kerja kek', dan kalau mau kerja di
perusahaan vital mesti menyebutkan 3 keturunan di atasnya bapaknya, kakeknya,
kakek buyutnya dan macam2 lagi.
Bahkan kata sebutan akrab "bung" atau "zus" saja yang akrab dipakai dalam
masa-masa perjuangan tahun 20an sampai 1965, takut memakainya lebih suka
dipanggil pak atau bu. Di zaman orba hanya Harmoko saja yang suka disebut
bung padahal dia penjilat paling top orde baru, kan?
Rasa takut itulah yang ditanamkan orba. Dan dengan rasa takut ini orang per
orang masing2 saling curiga mencurigai. Jadi orba tidak perlu pakai alat
polisi lagi tapi masing2 orang menjadi polisi sendiri menjadi pembela setia
orba.
Apa gak AHO (bego' bahasa Jepang) sendiri kita kita ini.
Mari kita hilangkan AHO pada diri kita. Hilangkan rasa takut, hati kecil dan
jiwa kerdil kita. Jadilah orang-orang yang berhati lapang dan berjiwa besar
dan tentu saja yang berani karena benar.
Mari lebih tegap menyanyikan "Maju tak gentar, membela yang benar".
Lagu baru "maju tak gentar, membela yang bayar......." harus dikalahkan dengan
"Darah rakyat masih berjalan, menderita sakit dan miskin.."
Hayo hayo bersiap sekarang.........
Jangan harap ada pengadilan Suharto sebelum rakyat yang menjadi hakim.
Semuanya kan hanya menanam tebu di bibir, manis madu di bibir. Lidah memang
tak bertulang dan tak berbekas kata-kata 'kan?
Salam hangat,
Tri Jompo.
------------------
----- Original Message -----
From: Harsutejo
To: Trikoyo
Sent: Wednesday, January 09, 2008 2:35 PM
Subject: Fw: #sastra-pembebasan# Re: [RumahKita] : Panglima macam apakah
Suharto ini ? (Was Maafkan Soeharto).
----- Original Message ----- From: Harsutejo
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
wahana-news ; hksis
Sent: Tuesday, January 08, 2008 11:30 PM
Subject: Re: #sastra-pembebasan# Re: [RumahKita] : Panglima macam apakah
Suharto ini ? (Was Maafkan Soeharto).
Mbak Omie dan teman-teman,
Semua koruptor kakap, hiu dan gajah bengkak, tak terkecuali Suharto telah
menduakan Tuhan. Mereka semua mendewakan uang dan harta hingga tega menjarah
negeri kita yang membuat 100 juta rakyat miskin, serba kekurangan dan
kelaparan. Karena saya tak mau berilusi, maka saya juga bermimpi kekayaan
mereka semua itu disita untuk seluruh rakyat Indonesia.
Salam, Harsutejo.-
----- Original Message -----
From: ati gustiati
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, January 08, 2008 1:21 AM
Subject: #sastra-pembebasan# Re: [RumahKita] : Panglima macam apakah Suharto
ini ? (Was Maafkan Soeharto).
Saya rasa dlm kondisi spt ini Suharto tidak lagi bisa mengontrol harta
kekayaan nya, semua hartanya sudah diwariskan kepada pihak2 lain, spt anak2
dan pelindung hukum nya, anak2 Suharto tidak akan memberikan harta ini
karena mereka menyadari, bahwa mrk tidak akan punya kesempatan emas lagi utk
mengeruk kekayaan yg begitu melimpah ini, mereka menyadari bila Suharto
mati, inilah harta satu2nya yg mereka bisa nikmati sebagai keluarga besar
royalty Indonesia.
Mengenai jimat atau kekebalan tubuh Suharto, kalau memang betul dia memliki
semua alat "ajaib" ini, bukan kah ini menunjukan bahwa seorang Suharto yg
mengaku seorang Haji pun sudah mendua kan Tuhan nya ? mengapa dia berlindung
didalam kekuatan jin2 dan tetek bengek spiritualisme lain nya ? mengapa
tidak berlindung kepada kebesaran dan kekuasaan Tuhan dan kejujuran seorang
manusia ? panglima macam apa Suharto ini ? memang tidak semua sisi Suharto
buruk, dalam karir politiknya Suharto sudah berhasil membangun Indonesia
(bapak pembangunan), ini hal yg natural saja kan? dgn kekayaan alam serta
kucuran uang pinjaman dari IMF Suharto punya modal utk membenahi
keterbelakangan pembangunan negri nya, krn dgn pembangunan ini para pemodal
asing merasa tertarik utk membuka pasar ekonomi dgn Indonesia, inilah
strategy ekonomi Suharto, inilah prioritasnya, membangun ekonomi utk
lingkungan nya sendiri (keluarga Cendana dan antek2nya), dgn kekuasaan
ekonomi ini Suharto mampu menjadi
sosok yg otoriter, memagari kediktatoran nya dengan pagar kuat militer,
siapa yg bisa menentang Suharto pada masa kepresidenan nya ? semua under
military control, tidak ada teroris, tidak ada pembangkang, tidak ada demo,
tidak ada reaksi, semua ditekuk, semua dibungkam, termasuk sejarah Indonesia
itu sendiri !.
Sekarang kondisi Suharto diambang kematian, kenapa mereka hrs mempertahankan
hidup nya yg sudah sekarat ini ? semua organ tubuh Suharto bila tidak
ditunjang alat2 dan pengobatan technology, sudah ambruk, sudah tidak bisa
berbuat apa2 selain terbaring menikmati siksaan karma nya, alasan Suharto
msh hidup karena mereka masih membutuhkan pengaruh kekuasaan nya, ditangan
Suharto tersimpan banyak rahasia yg melibatkan banyak panglima besar lain
nya, bila Suharto habis, mereka akan kehilangan "kekuatan" ini, ditangan yg
sedang sekarat inilah mereka berlindung dari segala dakwaan2 nya termasuk
keluarga Cendana semua.
So, masuk akal kalau "mereka" yg berlindung ditangan Suharto ini merengek
rengek kepada rakyat utk memaafkan Suharto, memaafkan Suharto berarti
memaafkan mereka, memaafkan mereka berarti menutup sejarah yg luar biasa
brutal dan tidak manusiawi sama sekali !
Saya sendiri tidak ambil pusing dengan kondisi Suharto ini, walau saya salah
satu korban putri Indonesia yg kehilangan ayahnya karena ambisi Jenderal yg
berhati dingin ini, ini hanya sejarah, masa lalu, tidak bisa kembali walau
hrs menangis darah sekalipun, hanya saja, sampai detik ini, sampai detik ini
sejarah penuh dusta ini masih saja berlangsung didepan mata, sampai detik
ini Suharto masih bungkam mengulum dosa2yg dilakukan nya, masih terlalu
congkak utk mengakui dirinya hanyalah manusia biasa yg penuh dosa terhadap
rakyat dan negrinya sendiri, and yet mereka mendesak rakyat utk memaafkan
semua dosa2nya, dagelan munafik yg harus dibawa sampai keliang lahat!
omie
Bagus Gedeetana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yang minta maaf dan dibebaskan dari segala tuntutan adalah kroninya yang
diharapkan otomatis akan terlepas dari tuntutannya, kalau Suharto bisa
mengembalikan jimat atau pusaka dari kraton solo yang dipinjam untuk menambah
kekuatan, umur dan kekuasaan katanya, kenapa tidak juga mengembalikan harta
hasil korupsi dan jarahannya pasti rakyat akan memaafkannya. Suharto panjang
umur bukan berkat tapi sedang menjalani hasil sumpah dan doa keluarga korban
yang dirugikan selama dia berkuasa, jadi umur panjang hanya untuk merasakan
siksaan sakit diusia tua dengan segala penyakitnya dan disaksikan oleh
anak-2nya.
Bagus
ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kenapa Suharto begitu mendesak utk dimaafkan ? ok, kita maafkan, so what is
next? langsung mati ? langsung sembuh ? langsung mengembalikan harta2 hasil
korupsinya ? or what ? setiap media dan tokoh2 politik memohon rakyat utk
memaafkan Suharto, ini menggelikan sekaligus menjengkelkan, sejak kapan
suara rakyat bisa mempengaruhi kondisi Suharto atau kondisi pemerintah ? sejak
kapan suara rakyat begitu dibutuhkan utk kepentingan para pemimpin nya ?
sejak kapan ? selama ini Suharto tidak pernah meminta maaf, yg minta maaf
kan antek2nya, Suharto biarkan saja dia terbaring membayar harga karma nya
sendiri, sooner or later di maafkan atau tidak dimaafkan Suharto akan
menghembuskan nafas nya, berhentilah meminta rakyat utk memaafkan Suharto, ini
media politik utk membuat rakyat merasa bersalah atas penderitaan Suharto,
jangan memaksa rakyat utk memaafkan Suharto, karena ini permintaan yg sia2,
Suharto sudah dimaafkan, tetapi rakyat tidak bisa
berbuat apa2 utk membantu meringankan
penderitaan atas dosa2 yg diperbuatnya sendiri.
Siksaan lahir bathin Suharto adalah karma yg sedang dijalaninya selama dia
hidup, ini hanya proses keadilan hukum karma, siapapun tidak bisa
membantunya, doktor2 hanya membuatnya utk bertahan hidup lebih lama, thats
all, tetapi penderitaan Suharto adalah penderitaan yg tidak bisa diobati
oleh pengampunan rakyatnya, mungkin dgn cara mengembalikan harta2nya utk
kepentingan bangsa dan negara yg sedang kembang kempis ini, Suharto bisa
sedikit merasa lebih ringan penderitaan nya, karena setidaknya dia sudah
melepaskan sebagian dosa2nya....itu hanya utk dosa korupsinya yg menggunung,
terlepas dosa yg dilakukan nya dlm pembunuhan masal 1965, itu dosa lain yg
harus dia jalani sesuai karmanya dikemudian hari.
omie
.
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
http://herilatief.wordpress.com/
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]