http://www.antara.co.id/arc/2008/2/15/realisasi-investasi-2007-capai-rp135-triliun/

Realisasi Investasi 2007 Capai Rp135 Triliun

Jakarta (ANTARA News) - Realisasi investasi, baik penanaman modal asing (PMA) 
maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), selama 2007 mencapai Rp135 triliun 
atau melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp114 triliun. 

"Realisasi investasi tahun 2007 sudah lebih tinggi dibanding empat tahun 
sebelumnya, ini merupakan rekor tertinggi sejak tahun 2000," kata Kepala Badan 
Kebijakan Fiskal (BKF) Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu, di Jakarta, 
Jumat. 

Menurut Anggito, rasio antara realisasi investasi dengan persetujuan investasi 
juga menunjukkan perbaikan, yaitu mencapai sekitar 70 persen pada 2007. 

Realisasi investasi pada 2007 itu, jelas Anggito, sebagian besar merupakan 
realisasi dari persetujuan investasi pada dua tahun sebelumnya pada 2005. 

"Itu adalah persetujuan investasi tahun 2005 yang kita percepat prosesnya 
sehingga realisasinya dapat terjadi pada 2007," jelasnya. 

Mengenai perkiraan realisasi investasi selama 2008 ini, Anggito menyebutkan, 
selama 2006 persetujuan investasi mencapai sekitar Rp150 triliun sehingga jika 
kondisi perekonomian tetap kondusif diharapkan realisasi investasi pada 2008 
juga akan membaik. 

Anggito mengakui, investasi dari sisi pemerintah dan BUMN hingga saat ini belum 
menunjukkan perkembangan yang menggembirakan karena banyak yang terlambat dan 
tidak semua alokasi anggaran pemerintah terpakai.

Menurut dia, realisasi investasi selama 2007 itu memberikan kontribusi bagi 
pertumbuhan ekonomi selama 2007 yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) 
mencapai 6,32 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari target pertumbuhan 
ekonomi pemerintah selama 2007 sebesar 6,3 persen.(*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke