Film "Fitna" dan Dua Corak Fundamentalisme

Ruzbihan Hamazani


Geert Wilders, anggota tweede kamer atau parlemen Belanda dari Partai untuk 
Kemerdekaan (Partij voor de Vrijheid), akhirnya meluncurkan film pendek yang 
sudah sejak lama menjadi kontroversi di Belanda dan Eropa, yakni dokumenter 
berdurasi lima belas menit dengan judul “Fitna” (secara harafiah artinya 
“chaos” atau kekacauan). Film ini secara terus terang menunjukkan kebencian 
pada Islam yang menurut Wilders dianggap sebagai agama kekerasan.


 Selama ini, Wilders memang dikenal di kalangan publik Belanda karena 
komentar-komentarnya yang sengit sekali terhadap Islam. Ia, antara lain, 
mengatakan bahwa umat Islam, kalau mau tetap tinggal di Belanda, harus merobek 
separoh Qur’an. Menurutnya, separoh Qur’an mengandung ajaran kekerasan yang 
berbahaya bagi masyarakat modern. Wilders juga menganggap Qur’an sebagai “kitab 
fasis” dan menyamakannya dengan buku karangan Hitler, “Mein Kampf“. Oleh karena 
itu, dia mengusulkan agar Qur’an dilarang di Belanda karena mengajarkan 
kebencian kepada kelompok lain.


 Bagaimana kita, sebagai umat Islam menanggapi fenomena Wilders ini?

..............................
Selengkapnya klik:
http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/2008/03/29/film-fitna-dan-dua-corak-fundamentalisme/

   
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke