Kamis, 03 April 2008, pukul 22.05 WIB 
Dahlan Iskan Bertarung dengan Maut



WALAU terancam tiga penyakit yang mematikan, Dahlan Iskan mengaku telah siap. 
Ini berdasarkan jejak rekam keluarganya, terutama ibu, paman dan kakak 
kandungnya yang meninggal dunia dalam usia yang relatif muda yaitu antara 30 - 
34 tahun. "Keluarga saya ketika meninggal dunia gejalanya sama, yaitu muntah 
darah" ujarnya. 


Bermula setelah melakukan perjalanan bisnis yang begitu panjang. Mulai dari 
China hingga Ambon, Dahlan Iskan mengalami muntah darah ketika tiba di 
rumahnya, Surabaya. Setelah melakukan pengecekan kepada seorang dokter, 
ternyata liver atau hatinya telah sirosis. Selain itu, hati yang telah rusak 
juga telah dipenuhi kanker.


"Dokter bilang umur saya tinggal enam bulan. Paling lama dua tahun," kata 
Pimpinan Jawa Pos Group ini. Dokter pun langsung menyarankan melakukan tindakan 
yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, yaitu transplantasi. Tindakan ini 
jelas saja penuh risiko. Apalagi sebelumnya seorang tokoh, Nurcholish Madjid 
gagal setelah melakukan transplantasi. Cak Nur meningal dunia ketika dirawat di 
sebuah rumah sakit di Singapura.


Akhirnya dengan penuh pertimbangan, Dahlan Iskan memilih sebuah rumah sakit di 
Tianjin, China untuk melakukan transplantasi. Bersama tim kecil, yaitu Nafsiah 
Sabri, istrinya, Robert Lai, sahabatnya dan saudara angkatnya di China menunggu 
donor hati. Tim kecil ini tinggal di China sampai mendapat donor hati untuk di 
cangkokan ke dalam tubuh Dahlan Iskan selama enam bulan. 

KISAH Dahlan Iskan ini sangat menarik untuk diangkat di Kick Andy. Terutama 
bagaimana detik-detik menjelang operasi menunggu donor hati yang tak kunjung 
datang. Juga bagaimana perjuangan seorang sahabat Dahlan Iskan, Robert Lai yang 
begitu gigih menjaga, merawat dan membersihkan kamar perawatan. Salah satu 
kegagalan pasien transplantasi adalah pasca operasi. Hal ini juga diungkapkan 
Prof Sulaiman Phd, seorang ahli liver dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, 
Jakarta. "Transplantasinya sebenarnya tidak berbahaya. Tapi justru virus 
sesudah operasilah yang sangat mematikan." ujar dokter yang pernah merawat 
almarhum Nurcholish Madjid ini.


Dengan berhasilnya transplantasi hati Dahlan Iskan, ternyata tidak hanya 
melegakan keluarganya saja. Keluarga Nurcholish Madjid juga merasa bersyukur. 
Waktu itu banyak orang berpendapat, Cak Nur meninggal dunia karena dimurkai 
Allah makanya mukanya hitam. Ternyata yang terjadi tidaklah demikian. Orang 
yang menderita sirosis hati pasti mukanya hitam. Begitu juga Dahlan Iskan. 
Namun setelah transplantasi mukanya kembali bersinar. " Kalau muka menjadi 
hitam, itu karena kotoran ikut beredar melalui aliran darah karena hati yang 
telah rusak," kata Dahlan Iskan, yang mengaku berasal dari keluarga miskin.


Kini Dahlan Iskan mempunyai dua "Mercy". Satu Mercy adalah salah satu mobil 
Mercy seri 500 seharga Rp 3 miliar. Mercy yang lain adalah lambang mercy di 
perutnya, bekas operasi transplantasi hati yang harganya konon lebih dari harga 
mobil itu. []


Kisah Raja Media Jawa Timur di Kick Andy



AKU bagai bintang-bintang di GELAP malam
aku bagai BUIH-buih di LAUT biru
aku bagai debu-DEBU di padang PASIR


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke