http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.30.15182419&channel=1&mn=53&idx=57

Sulitnya Meniru Proses Fotosintesis

CHICAGO, SABTU - Proses fotosintesis pada tumbuhan yang turut mengendalikan 
kadar karbondioksida di udara dan menyumbang oksigen bagi kehidupan di Bumi 
telah lama diketahui. Namun, tak mudah untuk meniru proses kimia alami yang 
sudah sangat dipahami itu.

Padahal, andaikata proses tersebut benar-benar berhasil ditiru, bisa 
dibayangkan berapa besar manfaatnya bagi dunia. Masalah karbondioksida yang 
menjadi biang rumah kaca bisa diatasi sehingga pemanasan global pun dapat 
dicegah. Kalapun pun bisa, Sir Richard Branson, jutawan Inggris, pernah 
menjanjikan hadiah jutaan dollar AS.

Meniru proses alami fotosintesis mungkin mudah dikatakan tapi sulit dilakukan 
di laboratorium. Pada tahap awal fotosintesis, penyerapan cahay oleh klorofil, 
zat hijau daun, memicu reaksi yang kompleks. Energi cahaya Matahari ditransfer 
menjadi elektron-elektron dan melalui proses panjang sebelum membentuk 
karbohidrat dan oksigen bersama senyawa lainnya.

Namun, komponen-komponen daun yang berperan dalam fotosintesisi tidak 
serta-merta bekerja di luar lingkungan alaminya. Para ilmuwan berupaya 
mengembangkan sejumlah katalis yang dapat meniru fungsi-fungsi tersebut. 

Salah satunya, katalis yang memisahkan oksigen dari air yang dikembangkan James 
Muckerman dan Dmitry Polyansky, pakar kimia dari Laboratorium Nasional 
Brookhaven, Departemen Energi, AS. Mereka menggunakan molekul-molekul kompleks 
yang mengandung logam ruthenium untuk memisahkan air menjadi oksigen, proton, 
dan elektron. Katalis ini mengikat molekul-molekul oksigen, sementara elektron 
dan proton mengalir sebagai sumber tenaga untuk proses berkelanjutan. Namun, 
proses ini masih sangat lambat sehingga perlu dicari mekanisme lebih cepat.
  
Sementara itu, Etsuko Fujita, yang juga dari lembaga riset sama, mengembangkan 
katalias penghasil karbohidrat meniry kerja molekul-molekul koenzim yang 
disebut NADP+/NADPH. Seperti robot di pabrik, koenzim membantu pengikatan 
sebuah proton dan dua elektron sebagai komponen pembentuk karbohidrat. Di 
laboratorium, katalis sukses mengubah acetone menjadi isipropanol. Molekul 
koenzim ini terus diproduksi selam proses siklus fotosintesis berlansgung, 
namun di laboratorium tidak bisa. Para ilmuwan masi mencari siklus yang membuat 
proses dapat berkelanjutan.     

Tahap akhir proses fotosintesisi yang sangat ingin ditiru adalah memecah karbon 
dioksida. Katalis yang dikembangkan tim peneliti pimpinan David Grills, 
berhasil mengubah karon dioksida menjadi karbon monoksida yang selanjutnya 
dapat diproses menjadi bahan bakar. Namun, lagi-lagi proses siklusnya masih 
sangat lambat. Sebab, larutan yang dipakai untuk mengikat karbon monoksida 
menonaktifkan senyawa yang bereaksi dengan karbon dioksida.

Usaha untuk mengembangkan proses fotosintesis buatan masih panjang dan menjadi 
ambisi para ilmuwan di seluruh dunia. Para kimiawan yang mengembangkan 
katalis-katalis tersebut berbagi hasil-hasil risetnya mengenai fotosintesis 
buatan pada Pertemuan Nasional Masyarakat Kimia AS ke 233 di Chicago, AS, 25-29 
Maret 2008.(ScienceDaily/WAH)

WAH


      
____________________________________________________________________________________
OMG, Sweet deal for Yahoo! users/friends:Get A Month of Blockbuster Total 
Access, No Cost. W00t 
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text2.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke