22/04/2008 15:16 WIB Pengamat: TV Al Manar Tidak Membahayakan Indonesia Maryadi - detikcom Jakarta - Kehadiran TV Al Manar yang siarannya diperoleh melalui parabola sama sekali tidak membahayakan bangsa Indonesia. Bahkan, TV Al Manar ini akan memberikan gambaran yang berbeda terhadap situasi yang terjadi di Timur Tengah.
Demikian dikatakan Dhuroruddin Mashad, pengamat politik Timur Tengah dari LIPI, saat dihubungi detikcom, Selasa (22/4/2008). Namun, kata Dhuroruddin, bagi Amerika Serikat (AS) yang mempunyai perspektif berbeda dengan Indonesia, TV Al Manar bisa disebut merugikan. Terlepas dari itu semua, ujar Dhuroruddin, siapa saja berhak memberikan informasi atas peristiwa yang terjadi. "Dan itu bebas-bebas saja. Tanpa perlu meladeni kepentingan AS," tuturnya. Dia mengaku belum melihat tayangan TV Al Manar. "Saya sudah tahu informasi ini, walaupun belum pernah nonton," tambahnya. Dhuroruddin meyakini tayangan TV Al Manar tidak akan mengubah kebijakan politik luar negeri Indonesia menyangkut konflik di Timur Tengah. "Kita punya pijakan sendiri dalam politik luar negeri yang bebas aktif," jelasnya. Namun kehadiran Al Manar ini, memberikan gambaran yang berbeda terhadap peristiwa yang terjadi di Timur Tengah khususnya di Palestina. "Sebuah media akan memiliki interpretasi yang berbeda terhadap suatu fakta dengan media lainnya. Interpretasi itu dipengaruhi latar belakang serta visi media itu. Mungkin itulah yang akan digambarkan Al Manar," katanya. ( mar / nrl ) Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed]

