kemarin (senin, 28 April 2008) selepas dzuhur listrik di sekitar jakarta 
selatan tiba-tiba mati. sang waktu pun menunjukan pukul 15.00, hank out deh ke 
mol di sekitar blok, dan 21lah yang dituju. ada film dengan judul 'namaku dick' 
yang maen Tora Sudiro aktor Guantengggggggg, komedian yang menjadi pujaan 
sebagian kaum Hawa.
  dalm aktivitas keseharianku, aku terbiasa bareng-bareng bersama 2 orang teman 
wanita. banyak waktu yang kami habiskan untuk sekedar menghilangkan kepenatan. 
mulai dari makan bareng, karokean bareng n nonton bareng. untuk nonton ini aku 
lumayan egois, aku ga mau nonton kalau ga gratis. (ceritanya matre nih)
  agar kebersamaan kami tidak terasa ganjil karena ketiadaanku akhirnya kedua 
temanku bersedia beli tiket untuk sebuah film yang diperankan oleh Tora Sudiro.
  alur demi alur aku lalui sampai pada enddingnya, tak ada kisah yang 
bener-bener menyentuh atau sifatnya edukasi. semuanya tentang kekonyolan yang 
bener-bener imposible.
  mentang2 gratisan, masa nonton film yang adegannya vivis mulu :(
  seks memang sebuah kebutuhan bagi makhluk hidup dan memang kita dibekali 
insting untuk itu. memang bukan hal yang tabu juga pada saat kita membahas 
seksualitas terlebih dengan mengusung bendera 'sex education' namun perlu 
ditinjau lagi dari sudut mana kita menempatkan sebuah istilah. terlebih untuk 
film yang konsumennya tak dapat lagi dijaring dari segi usia, tingkat 
pengetahun, sikap, persepsi dan lain-lain.
  kepikir ga sih berapa banyak jiwa yang terhipnotis dari tayangan satu judul 
film dan mengaplikasikannya pada keseharian mereka, terlebih dibumbui dengan 
menghadirkan tokoh2 yang menjadi kiblat untuk sebuah life style.
   
   
  salam
  'dha
   
   



       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke