> > Niat kami sama sekali bukan untuk mengadu domba ataupun memprovokasi > karena asal muasal segala kerusuhan, pertikaian dan gangguan ketertiban > dalam masyarakat indonesia akhirnya jika diusut lebih lanjut bermuara kepada > harakah. > Kami, beberapa tokoh NU dan Muhamadiyah dan juga Syiah telah mengamati > fenomena harakah selama puluhan tahun. Karena belum menunjukkan wajah > aselinya, maka kami semua berusaha berhusnuzzan, walaupun kekhawatiran tetap > saja ada mengingat apa yang telah terjadi di berbagai negeri di Timur Tengah > seperti Aljazair, Maroko, Jordan, Syria dan lainnya. Kini kekhawatiran kami > mulai terbukti sedikit demi sedikit. Sebelum terlambat perlulah kiranya > dibukakan kepada seluruh masyarakat indonesia yang cinta damai siapakah > sebenarnya mereka yang begitu "gigih" katanya memperjuangkan islam dengan > "berjihad" terhadap ahmadiyah yang sama sekali tidak pernah berkelahi. > > Tak perlu mengomentari lebih banyak, dan tidak perlu dibahas lagi > bagaimana kerukunan kaum NU, Muhamadiyah, Ahmadiyah, LDII, dan Syiah di > Indonesia walaupun mereka mempunyai berbagai perbedaan mendasar dalam > Penafsiran Islam, Berikut untuk memperjelas SITUASI yang sebenarnya kami > kirimkan hasil wawancara dengan Salah seorang Kyai Muda NU pimpinan sebuah > pondok pesantren besar di Jawa Timur. > > Bagi mereka yang memang concern dengan nasib bangsa Indonesia kira nya > perlu mewaspadai tindak-tanduk mereka yang tujuan akhirnya adalah mengambil > alih kekuasaan, memonopoli Penafsiran, Menjadi Polisi agama, dan akhirnya > menghancur luluhlantakan tata kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia > yang aman tentram dan damai. > > > Di Yordan, Hizbut Tahrir Organisasi Terlarang > Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir (1) > > Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir > Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak > > > > kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad > Alhammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. "Saya katakan kepada > mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean," kata Yai Mad - > > > > panggilan kiai berparas teduh itu - kepada sejumlah tamunya suatu ketika. " > Brosur-brosurnya ada tapi tidak saya baca," tuturnya lagi. > > > Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku > > > > sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha > mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji > Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta > > > > membagikan selebaran. Jargon mereka - seperti biasa -khalifah sebagai > solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka. > Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? Bagaimana > asal-usulnya? Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, > > > > MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh > pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo ini memang sangat paham soal berbagai > gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak > > > > menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun > studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, > sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan > > > > ke S-3 di Kairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai > Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya. > > Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang > > > > belakangan menjadi perhatian para kiai NU? > > Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di > Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU > berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan > > > > Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia > berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok > tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga > > > > merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh > Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, > salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar. > > > > Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi > jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang > berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai > > > > kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung > Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok > sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Nasser, > > > > red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tandhimul Jihad ini. > > Apa Nasser dan Sadat yang kemudian jadi presiden Mesir itu bagian dari > Ikhwanul Muslimin? > > Mereka bagian dari militernya, bukan dari ideologi Ikhwanul Muslimin. Jadi > > > > mereka belajar aspek militernya. Ketika pada 1948 Israel mempermaklumkan > sebagai negara maka terjadi perang. Nah, Tandhimul Jihad ini ikut perang, > dan kelompok ini yang punya prakarsa-prakarsa. Waktu itu Mesir kan masih > > > > dibawah kerajaan Raja Faruk dan sistemnya masih perdana menteri, Nugrasi. > Tapi akhirnya Arab kalah dan Israel berdiri. Kemudian Tandhimul Jihad balik > lagi ke Mesir. Nah, dalam kelompok ini ada Taqiuddin Nabhani yang kemudian > > > > mendirikan Hizbut Tahrir. Jadi Taqiuddin itu awalnya bagian dari Ikhwanul > Muslimin. Namun antara Hasan Al-Banna dan Taqiuddin ini kemudian terjadi > perbedaan. Hasan Al-Banna berprinsip kita terus melakukan perjuangan dan > > > > memperbaiki sumber daya manusia. Sedang Taqiuddin bersikukuh agar terus > melakukan perjuangan bersenjata, militer. Taqiuddin berpendapat kekalahan > Arab atau Islam karena dijajah oleh sistem politik demokrasi dan > > > nasionalisme. Sedang Hasan Al-Banna berpendapat sebaliknya. Menurut dia, > > tidak masalah umat Islam menerima sistem demokrasi dan nasionalisme, yang > penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara. > Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah dan > dianggap syahid. Sedang Taqiuddin terus berkampanye di kelompoknya di Syria, > > > > Libanon dan Yordania. > Kemudian Tandhimul Jihad diambil alih Sayid Qutub, ideolognya Ikhwanul > Muslimin. Ia dikenal sebagai sastrawan dan penulis produktif, termasuk > tafsir yang banyak dibaca oleh kita di Indonesia. Nah, Sayid Qutub ini > > > > mendatangi Taqiuddin agar secara ideologi tetap di Ikhwanul Muslimin. Tapi > Taqiuddin tidak mau karena ia beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin sudah > masuk lingkaran jahiliyah. Ya, itu menurut Taqiuddin hanya gara-gara > > > > Ikhwanul Muslimin menerima nasionalisme. Akhirnya Taqiuddin mendirikan > Hizbut Tahrir. Artinya, partai pembebasan. Maksudnya, pembebasan kaum > muslimin dari cengkraman Barat dan dalam jangka dekat membebaskan Palestina > > > > dari Israel. Itu pada mulanya. > Ia mengonsep ideologi khilafah Islamiyah. > > Lantas? > > Nah, karena ia berideologi khilafah Islamiyah, sementara di negaranya > sendiri telah berdiri negara nasional, maka akhirnya berbeda dengan > > > > masyarakatnya. Di Lebanon, sudah berdiri negara nasionalis yang multi karena > rakyatnya terdiri dari banyak agama, undang-undangnya sesuai jumlah > penduduknya, misalnya, presidennya, harus orang Kristen Maronit, Perdana > > > > Menterinya harus orang Islam Sunni, ketua parlemennya harus orang Islam > Syiah. Di Syiria juga telah menjadi negara sosialis, begitu juga Yordania > telah berdiri sebagai negara sesuai kondisi masyarakatnya. > Akhirnya Hizbut Tahrir itu menjadi organisasi terlarang (OT) di negara asal > > > > berdirinya. Karena ia menganggap nasionalisme itu sebagai jahiliah modern. > Namun meski menjadi organisasi terlarang Hizbut Tahrir tetap bekerja dan > menyusup ke tentara, ke berbagai organisasi profesi dan masuk juga ke > > > > parlemen. Hizbut Tahrir masuk ke partai politik dengan menyembunyikan > identitasnya. Dari situlah kemudian terjadi upaya-upaya untuk melakukan > kudeta terhadap pemerintah yang sah pada jaman Raja Husen. Sehingga sebagian > > > > anggota Hizbut Tahrir diajukan ke pengadilan dan dihukum mati. Sampai > sekarang Hizbut Tahrir masih jadi organisasi terlarang di Yordania. > > Bagaimana sejarahnya sampai ke Indonesia? > > Mereka mengembangkan ke sini melalui mahasiswa yang belajar di Mesir. Pola > > > > ikhwan dikembangkan, pola Salafy dan pola Hizbut Tahrir dikembangkan. Tapi > antara Ikhwan, Salafy dan Hizbut Tahrir secara ideologi bertemu, ada > kesamaan. Mereka sama-sama ingin menerapkan formalisasi syariat Islam. Hanya > > > > bedanya, kalau Salafy cenderung ke peribadatan, atau dalam bahasa lain > mengislamkan orang Islam, karena dianggap belum Islam. Dan target utamanya > NU karena dianggap sarangnya bid'ah.ha.ha.ha.. Bisa saja kelompok Salafy, > > > > Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin membantah, tapi saya tahu karena saya > telah berkumpul dengan mereka. > > Kalau Ikhwanul Muslimin? > Sama. Kelompok Ikhwanul Muslimin, menjadikan NU sebagai target. Mereka > bergerak lewat mahasiswanya yang dinamakan usrah (keluarga). Usrah ini > > > > minimal 7 orang, dan maksimal 10 orang. Ini ada amirnya dan amir inilah yang > bertanggungjawab terhadap kelompok. Bagaimana mengatasi kebutuhan kehidupan > sehari-hari terpenuhi, misalnya kalau ada anggota yang kesulitan bayar SPP. > > > > Jadi mereka tak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga bidang-bidang > lain. Nah, kelompok inilah yang kemudian menamakan diri sebagai Tarbiyah > yang bermarkas di kampus-kampus seperti Unesa dan sebagainya. Kelompok > > > > Tarbiyah inilah yang menjadi cikal bakal PKS (Partai Keadilan Sejahtera). > Mereka umumnya alumni Mesir, Syiria atau Saudi. Kelompok ini masih agak > moderat karena masih mau menerima negara nasional. Tapi substansi perjuangan > > > > formalisasi syariat sama dengan Hizbut Tahrir atau Salafy. > > Kalau dalam ideologi khilafah Islamiyah? > > Hizbut Tahrir katemu dengan Salafy dan Ikhwanul Muslimin dalam soal > formalisasi syariat. Tapi dari segi sistem khilafahnya tidak ketemu. Sebab > > > > khilafah Islamiyah itu dianggap utopia. Misalnya bagaimana denganya sistem > Syuronya, apakah meniru sistem Turki Utsmani yang diktator atau Umayah, itu > masih problem. Tapi bagi Hizbut Tahrir yang penting khilafah Islamiyah. > > > > Apa saja program Hizbut Tahrir? > Mereka sampai kini punya konstitusi yang terdiri dari 187 pasal. Dalam > konstitusi ini ada program-program jangka pendek. Yaitu dalam jangka 13 > tahun, menurut Taqiuddin, sejak berdiri 1953, Negara Arab itu sudah harus > > > > jadi sistem Islam dan sudah ada khalifah. Taqiuddin juga menarget, setelah > 30 tahun dunia Islam sudah harus punya khalifah. Tapi kalau kita hitung > sejak tahun 1953 sampai sekarang kan tidak teralisir.he..he..he.. Jadi > > > > utopia, tapi mereka masih semangat. > > Itu melalui orang Libanon. Namanya Abdurrahman Al-Baghdadi. Ia bermukim di > Jakarta pada tahun 80-an. Kemudian juga dibawa Mustofa bin Abdullah bin Nuh. > Inilah yang mendidik tokoh-tokoh HTI di Indonesia seperti Ismail Yusanto, > > > > tokoh-tokoh Hizbut Tahrir sekarang. Tapi sebenarnya diantara mereka ada > friksi. Karena tokoh-tokoh HTI yang sekarang merasa dilangkahi oleh Ismail > Yusanto ini. > > Bagaimana gerakan mereka di Indonesia? > Ini anehnya. Di Indonesia mereka terus terang menganggap Pancasila jahiliah. > > > > Nasionalisme bagi mereka jahiliah. Tapi reformasi kan memberi angin kepada > kelompok-kelompok ini sehingga dibiarkan saja. Dan tidak ada dialog. > Akhirnya mereka memanfaatkan institusi (seolah-olah) "mendukung" pemerintah > > > > untuk mempengaruhi MUI (Majelis Ulama Indonesia). Tapi mereka taqiah > (menyembunyikan agenda perjuangan aslinya), sebab mereka menganggap > Indonesia itu sebenarnya jahiliah. Taqiah itu ideologi Syiah tapi dipakai > > > oleh mereka. > > Nah, bagaimana respon tokoh Hizbut Tahrir? Ikuti lanjutan serial ini besok > dan seterusnya(bersambung) > >
[Non-text portions of this message have been removed]

