http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006118459
WAKIL KEPALA STAF ANGKATAN UDARA:
KETERBATASAN SUMBER DAYA DAN ANGGARAN BUKAN PEMBENARAN SUATU HAMBATAN
07 Mei 2008
DISPENAU (7/5) - "Kita semua menyadari bahwa dengan segala
keterbatasan sumber daya yang ada, baik personel, materiil maupun anggaran
menjadi kendala yang dapat menimbulkan permasalahan, atau bahkan dijadikan
pembenaran untuk melakukan kesalahan, saya berharap janganlah permasalahan
tersebut menjadi suatu hambatan bagi tercapainya pelaksanaan program kerja di
masing-masing satuan, tetapi justru keterbatasan tersebut harus dijadikan
pemicu untuk mencapai sasaran program yang ditetapkan. Untuk itu dibutuhkan
improvisasi, kreativitas dan inovasi untuk mencari solusi atas segala
permasalahan yang ada".
Demikian dikatakan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau)
Marsekal Madya TNI I Gusti Made Oka, saat membuka Taklimat Awal Wasrik Itjen
TNI Gerakan II TA 2008, yang bertempat di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur,
Senin (5/5).
Pembukaan Taklimat awal yang dihadiri oleh Irjenad, Irjenal dan
Irjenau serta para pejabat teras Mabes Angkatan ini, berarti secara bersamaan
hari ini dimulainya Pengawasan dan pemeriksaaan di Unit Organisasi Angkatan
Darat, Angkatan Laut serta Angkatan Udara.
Sementara itu Inspektur Jenderal dan Perbendaharaan TNI (Irjen TNI)
Letnan Jenderal TNI Liliek AS. Sumaryo, menjelaskan bahwa berdasarkan Surat
Perintah Panglima TNI, Tim Itjen TNI melakukan pengawasan dan pemeriksaan
sebagai realisasi dari Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT) Itjen TNI TA
2008 yang bertujuan mengidentifikasi sejauhmana inefisiensi dan inefektivitas
terhadap pelaksanaan program kerja serta perbendaharaan dan keuangan TA 2007
serta Triwulan I TA 2008 dilingkungan Unit Organisasi Mabes TNI Angkatan Darat,
Angkatan Laut dan Angkatan Udara beserta Balakpus.
Pengawasan yang dilakukan oleh Itjen TNI dalam rutinitas setiap tahun disetiap
angkatan ini, dimaksudkan untuk melakukan fungsi pengawasan dan pemeriksaan
yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan serta
penurunan kinerja organisasi sedini mungkin guna menjamin kesesuaian
perencanaan program dengan dinamika pelaksanaan tugas. Oleh karena itu tugas
pengawasan diharapkan dapat membantu kontribusi positif dalam pelaksanaan
pembinaan dan penggunaan kekuatan dalam menangani persoalan dan kesiapan satuan
operasional sekaligus dapat mendukung efisiensi dan produktifitas dalam
pencapaian sasaran.
Apabila saat berlangsungnya pengawasan dan pemeriksaan terdapat kendala,
hambatan, dan permasalahan yang muncul, kemudian sampai seberapa besar
pengaruhnya terhadap pencapaian tugas serta bagaimana cara mencari solusinya,
sehingga perihal tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai bahan masukan kepada
pemimpin dalam menyusun program kerja di tahun anggaran berikutnya.
Mengingat keberhasilan pembinaan di jajaran TNI ditandai dengan adanya
kemampuan operasional yang dicapai TNI, maka diperlukan adanya pola pikir yang
senantiasa berlandaskan kepada tertib hukum, tertib administrasi dan tertib
tindak agar tercapai keseimbangan antara daya guna dan hasil guna secara
optimal di seluruh bidang.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]