DPR dan Pemerintah sama-sama peduli dengan kekuatan sistem persenjataan TNI.
Lebih baik makan batu daripada persenjataan TNI lemah.
-------------------------------------------
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8307
KOMISI I DPR RI DESAK PEMERINTAH KEMBANGKAN INDUSTRI PERTAHANAN
Jakarta, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marcus Silano,
atas nama rekan-rekannya mendesak Pemerintah agar terus mengembangkan industri
pertahanan dalam negeri.
Sebagaimana diberitakan situs resmi DPR RI, di Jakarta, Selasa, desakan itu
lahir berdasarkan fakta di lapangan berupa banyaknya pesawat tempur milik TNI
Angkatan Udara (AU) yang rusak dan hanya diparkir di hanggar-hanggar Pangkalan
TNI AU.
"Untuk mengatasi hal itu, kami meminta juga agar TNI AU mengembangkan depo-depo
yang ada di lingkungan TNI AU. Pokoknya, kita harus dapat memperbaiki pesawat
tempur yang rusak. Jangan hanya menunggu saja, bisa memakan waktu yang lama,"
tegas Marcus Silano lagi.
Ia menyatakan itu, dalam pertemuan dengan Komandan Pangkalan Udara Iswahjudi,
Marsekal Pertama Dede Rusumsi, Madiun, Jawa Timur, yang dipimpin Wakil Ketua
Komisi I DPR RI, Arif Mudatsir Mandan (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan).
Jangan Bergantung Asing
Lebih jauh ia berharap, agar TNI AU khususnya, harus mulai menghilangkan
ketergantungan kepada pihak asing. "Ke depan, TNI AU jangan bergantung kepada
pihak asing, atau kepada negara-negara produsen pesawat tempur dalam hal
perawatannya," tandasnya.
Sementara itu, rekannya sesama anggota Komisi I DPR RI, Bachrum Siregar (Fraksi
Partai Bintang Reformasi) menyayangkan banyaknya pesawat tempur TNI AU yang
berada di Lanud Iswahjudi dalam kondisi rusak.
"Ini pasti sangat mengganggu program latihan tempur bagi prajurit TNI AU,"
katanya.
Sementara itu, menanggapi masukan dari Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi I
DPR RI tersebut, Komandan Lanud Iswahjudi Dede Rusumsi, menyatakan, sebenarnya
sudah ada upaya-upaya pengembangan pada depo-depo milik TNI AU, tetapiterbentur
masalah anggaran.
Bahkan, menurutnya, pada saat Indonesia terkena embargo dari negara produsen
pesawat tempur, pihaknya sudah berusaha untuk mengakali pesawat tempur rusak
dengan komponen yang ada.
Karenanya, Dede Rusumsi meminta dukungan anggaran kepada Komisi I DPR RI demi
perbaikan semua Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), khususnya di
lingkungan operasionalnya, sehingga dapat digunakan secara maksimal.
Sumber: ANTARA
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]