http://www.antara.co.id/arc/2008/5/9/bill-gates-pesan-mahasiswa-jangan-ikuti-jejaknya/
Bill Gates Pesan Mahasiswa Jangan Ikuti Jejaknya
Jakarta (ANTARA News) - Pemilik perusahaan piranti lunak raksasa Microsoft,
Bill Gates, yang tak sempat lulus dari Universitas Harvard berpesan kepada
mahasiswa Indonesia agar tidak mengikuti jejaknya keluar (drop out) dari
universitas.
Pesan itu disampaikan oleh salah satu orang terkaya dunia itu kepada mahasiswa
dari 45 perguruan tinggi negeri dan swasta yang menghadiri "Presidential
Lectures" di Jakarta Convention Center, Jumat.
"Yang terpenting adalah ikuti apa yang membuat kalian ingin tahu, nikmati
pekerjaan itu dan teruskan keinginan itu," ujarnya.
Gates menuturkan ia memutuskan meninggalkan bangku kuliah dan menggeluti rasa
ingin tahunya karena ketertarikannya pada piranti lunak.
"Saya merasa beruntung memiliki orang tua yang mendorong saya untuk membaca dan
membangkitkan rasa ingin tahu saya. Mereka mendukung dan mengijinkan saya
mengikuti rasa ingin tahu itu," tuturnya.
Ketertarikan Gates pada piranti lunak muncul saat ia masih muda dan komputer
yang tersedia saat itu masih sangat terbatas dan mahal.
Pada usia 17 tahun, ia mulai yakin bahwa pengembangan piranti lunak dapat
memperluas penggunaan komputer personal yang tersedia di setiap rumah.
Keyakinan itu yang mendorong Gates meninggalkan bangku kuliah untuk kemudian
bergelut dengan Microsoft, perusahaan yang dibentuknya bersama teman masa
kecilnya Paul Allen pada 1975, guna menemukan piranti lunak yang dapat
digunakan untuk komputer personal.
Microsoft kini telah menjadi raja dunia di bidang piranti lunak dengan
pendapatan 51,12 miliar dolar AS pada 2007 dan mempekerjakan 78.000 karyawan di
105 negara.
Pada 2008, Gates berencana mengurangi peran keseharian di Microsoft secara
bertahap dan berkonsentrasi untuk yayasan yang didirikan bersama istrinya,
Melinda Gates, yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan.
Pemilik nama lengkap William H Gates itu lahir di Seattle, Amerika Serikat pada
28 Oktober 1955, dari pasangan William Gates II yang berprofesi sebagai
pengacara dan Mary Gates, seorang guru.
Ia mulai menaruh minat pada bidang piranti lunak sejak usia 13.
Gates berada di Indonesia selama dua hari, 8-9 Mei 2008, untuk membalas
kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke kantor pusat Microsoft di
Seattle, pada 2007.
Selain memberi kuliah umum berjudul "The Second Digital Decades" dalam
"Presidential Lectures" yang dihadiri 2.500 peserta, Gates juga dijadwalkan
menghadiri Asia Pasific Global Leaders Forum yang merupakan acara pertemuan
pemimpin dan pebisnis Asia Pasifik, di Hotel Shangrila, Jumat siang.(*)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]