Tapi dari berita lain, Mega dukung kenaikan harga BBM lho, bos.. ini berita
baru..
ini baru berita.. :-)

Atau jangan" yang 'menolak' kenaikan harga BBM (menginginkan efisiensi dari
sisi
lain terlebih dahulu, baru memikirkan untuk menaikkan harga BBM) memang
menjadi
minoritas, sekarang.. paling tidak yang 'didukung' media massa..

FYI, dari Todays' Dialogue di MetroTV (13 Mei 2008), Pak Habibie bilang
pemerintah
harus mempersiapkan kondisi yang kondusif (pendidikan, kesehatan gratis
total,
misalnya) sebelum menaikkan harga.. agar tidak memberatkan publik/rakyat
miskin..
Kalau belum bisa, berarti belum pantas menaikkan harga BBM..

Semua pendukung kenaikan harga BBM menyatakan 80% subsidi bbm dinikmati
orang
kaya.. dan untuk itu harus dikurangi.. dengan kenaikan 30% bisa dihemat
30-45 trilyun
dan bla bla bla..

Coba kita simak paparan pemerintah (saya masih berharap memiliki pengelola
negara
yang benar/handal [bukan pemerintah - tukang perintah doank] dan
mensejahterakan
publik/rakyat RI..

Quote:
"..
"Sekitar 40 persen anggaran habis, yakni Rp100 trilyun untuk subsidi BBM,
kemudian
bayar cicilan dan bunga hutang, total hampir Rp300 trilyun. Itu 40 persen,
larinya kesitu,"
kata Wapres M Jusuf Kalla saat berdialog dengan para pengusaha pada
Orientasi
Pengusaha Nasional di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah mengambil kebijakan agar subsidi BBM
bisa
dikurangi. Salah satunya dengan kebijakan konversi minyak tanah ke gas LPG.
.."

Lihat saja subsidi BBM jauh lebih kecil dari cicilan dan bunga hutang..
bahkan (kalau betul)
subsidi BBM mencapai 200trilyun, masih lebih kecil dari hutang.. Tapi malah
subsidi BBM
yang dicabut.. pemerintah tidak mau capek meminta penghapusan atau minimal
penjadwalan
ulang hutang.. Mungkin Pak Susilo B.Y, JK dan para pendukung kenaikan harga
BBM keliru
waktu bilang 80% penikmat subsidi BBM adalah orang kaya.. mungkin maksudnya
80%
(atau lebih) penikmat hutanglah yang orang" kaya/konglomerat.. :-(

Paling gampang dan enak ya neken/meres rakyat/publik.. sambil kampanye bagi"
uang buat
orang miskin.. buat pilpres 2009.. :-|

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

http://www.antara.co.id/arc/2007/9/5/wapres-40-persen-apbn-untuk-subsidi-dan-bayar-hutang/
http://www.antara.co.id/print/?i=1188987531

[image: ANTARA News Logo]
Wapres: 40 Persen APBN untuk Subsidi dan Bayar Hutang
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan saat ini
hampir 40 persen Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) habis
digunakan untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan membayar cicilan hutang
beserta bunganya.

"Sekitar 40 persen anggaran habis, yakni Rp100 trilyun untuk subsidi BBM,
kemudian bayar cicilan dan bunga hutang, total hampir Rp300 trilyun. Itu 40
persen, larinya kesitu," kata Wapres M Jusuf Kalla saat berdialog dengan
para pengusaha pada Orientasi Pengusaha Nasional di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah mengambil kebijakan agar subsidi BBM
bisa dikurangi. Salah satunya dengan kebijakan konversi minyak tanah ke gas
LPG.

Namun, kebijakan yang bermaksud baik tersebut, tetap saja mendapatkan reaksi
dan protes keras dari masyarakat. Meskipun demikian, Wapres menegaskan
kebijakan konversi tersebut tetap akan dijalankan. Dan tidak boleh berhenti
hanya karena banyaknya demo.

"Tapi namanya bangsa ini, apapun kebijakan yang diambil selalu saja salah.
Subsidi tinggi, salah, subsidi dikurangi salah. Tapi pemerintah melihat itu
hanya pandangan, jadi tetap jalan," kata Wapres.

Wapres mengakui bahwa jika ingin maju, bangsa Indonesia harus mampu
mengatasi semua kendala yang ada. Kendala seperti bayar cicilan hutang,
tambah Wapres harus tetap dihadapi.

Karena itu, tambahnya dalam pemerintahan saat ini anggaran mulai diubah.
Jika sebelumnya belanja rutin yang naik tinggi, maka saat ini justru belanja
modal dan untuk infrastruktur yang dinaikan.

Wapres meminta para pengusaha untuk bisa mengambil peran aktif dalam
memajukan bangsa.

"Kita butuh para pengusaha yang baik. Ekonomi akan tumbuh jika para
pengusahanya tumbuh," kata Wapres.

Menurut Wapres, pengusaha akan tumbuh baik jika didukung oleh pemerintahan
yang stabil dan kuat. Indonesia, tambahnya akan bisa tumbuh ekonominya jika
ada pemerintahan yang solid, didukung DPR dan para pengusaha.

"Partai apa yang bisa seperti itu ?, gabungkan pemerintahan yang kuat dan
didukung DPR serta para pengusaha ?. Hanya Partai Golkar," kata Jusuf Kalla
seolah kampanyekan partainya.(*)

COPYRIGHT (c) 2007 ANTARA

PubDate: 05/09/07 17:18

 BERANDA <http://www.antara.co.id/>



2008/5/14 korandigital <[EMAIL PROTECTED]>:



Rabu, 14 Mei 2008
Megawati Dukung Harga BBM Naik

"Pemerintah selalu gamang bersikap."

*BALIKPAPAN *- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai besar yang
selama ini menempatkan diri sebagai oposan kebijakan pemerintah, kemarin
menyatakan mendukung rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. "Kami setuju
saja rencana kenaikan harga BBM ini," ujar Ketua Umum PDIP Megawati
Soekarnoputri di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin.
Menurut dia, pernyataan ini akan menjadi sikap resmi fraksi PDIP di DPR.

Megawati menilai beban anggaran sangat berat akibat lonjakan harga minyak
dunia yang tembus US$ 125 per barel. Karena itu, ia mendesak pemerintah
segera menghitung besaran harga BBM dan mengumumkan ke publik. "Perlu
langkah cepat agar tak muncul gejolak di masyarakat."

Seharusnya, menurut mantan Presiden RI itu, pemerintah jauh-jauh hari
mengkalkulasi harga BBM seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia. "Namun,
pemerintah selalu gamang bersikap."

Dukungan Megawati ini mengejutkan lantaran berbeda dengan sikap Sekretaris
Jenderal PDIP Pramono Anung dan Ketua Fraksi PDIP di DPR, Tjahjo Kumolo,
yang menentang kenaikan harga BBM. Bahkan, Senin lalu di sela rapat
paripurna DPR, Tjahjo mendesak pemimpin Dewan memimpin penolakan putusan
tersebut.

Dukungan Megawati ini menambah daftar sokongan partai politik atas rencana
kenaikan BBM. Sejauh ini, dukungan disampaikan Partai Golkar, Partai
Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Ketua Umum Partai Golkar yang juga wakil presiden, Jusuf Kalla, meminta
semua elemen masyarakat mendukung kenaikan harga BBM guna menyelamatkan
anggaran negara. Apalagi, kata Kalla, subsidi BBM Indonesia salah satu yang
tertinggi di dunia.

Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali menyebutkan, jika harga BBM tidak naik,
justru menyulitkan. Sedangkan Ketua Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah
juga mengingatkan kenaikan harga BBM adalah kebijakan pro-rakyat miskin
karena mereka akan mendapat bantuan tunai. "Kalau tak naik, justru rakyat
sengsara."

Tapi suara menolak pun tak kalah kencang, antara lain disampaikan Partai
Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, serta
Partai Damai Sejahtera.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PAN Dradjad H. Wibowo, jika pemerintah berkeras
menaikkan harga, ada konsekuensi politik yang ditanggung. "Kami akan
mengajukan hak interpelasi." Seharusnya, kata Dradjad, pemerintah bekerja
keras menggenjot produksi minyak dan menghemat belanja negara.

DPR juga menuntut Presiden Yudhoyono menjelaskan rencana kenaikan harga BBM
tersebut. Namun, menurut Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa, penjelasan
itu oleh para menteri.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu
mengingatkan tujuan kenaikan harga BBM adalah agar subsidi tak salah
sasaran. Di APBN, belanja subsidi energi listrik dan BBM mencapai Rp 250
triliun, sedangkan belanja program kemiskinan hanya Rp 57 triliun. "Itu
tidak adil," kata Anggito. Jika harga BBM naik 30 persen, subsidi dihemat Rp
32 triliun untuk kemiskinan. *HERI I WIBISONO I AGUS S I NININ I TITIS I
RIYANTO I ANTON I AKBAR I SUJATMIKO I IRMAWATI*



*Sumber ; Tempo*


2008/5/14 Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>:

>   tulissan yang bagus mas..
>
> poko pesoalan nya memang sebagian besar rakyat
> merasa bahwa para pemimpin kita sendiri tidakmemberi teladan dalam
> berkorban..
>
> yang dikorbankan trakyat melulu..
>
> dan bernainya JK mengusung teori usang bhw subsidi BBM dinikmati ornag
> kaya ..
>
> yg benar istilah subsidi itu fiktif.. , yg
> benar pemerintah kekurangan uang utk di korup.. dan yg korup itu pejabat
>
> lha kemarin dengar lagi di TV bhw istana wakil
> preiden mengganti lampu di isntanya dgn lampu
> hemat enegri.. Lha kok baru gini hari.. saya aja
> sudah lalukan lebih daai setahun lalu..Jelas banget siapa pemboros
> energi..
>
> Efek berantai kenaikan BBM ..pastilah akan turun
> ke tingkat paling bawah sekalipun, sehingga
> kerugian mrk jauh lebih gede dr Rp.100 rb per
> bulan. Misal kelompok yg agak menengah spt saya,
> mungkin mikir akan berhenti punya pembantu ..
> atau berhenti langganan koran, yg akhirnya si
> pembantu atau si loper koran kehilangan mata
> pencaharian lebih gede dr uang BLT.
>
> HS
>
>
> At 10:40 PM 13-05-08, you wrote:
> >Essay � KENAIKAN HARGA BBM DAN SEMANGAT JIHAD
> >
> >Oleh Satrio Arismunandar
> >
> >Apa hubungan antara wacana kenaikan harga BBM
> >dengan semangat jihad? Hubungan ini mungkin
> >terkesan diada-adakan. Namun, saya akan mencoba
> >mengaitkannya denga sebuah cerita, yang konon
> >benar-benar pernah terjadi dalam sejarah kekhalifahan Islam.
> >
> >Saya pernah membaca cerita itu di sebuah buku,
> >tetapi mohon maaf, saya betul-betul lupa judul
> >buku itu dan nama-nama tokoh dalam cerita itu.
> >Namun, secara garis besar, saya ingat jalan
> >ceritanya, dan cerita itu tampaknya relevan
> >dalam mengkritisi cara pemerintah kita menangani krisis kenaikan harga
> BBM.
> >
> >Alkisah, pada suatu masa, kekhalifahan sedang
> >mengalami krisis yang amat berat. Perang dengan
> >kerajaan-kerajaan tetangga membuat kondisi
> >keuangan kekhalifahan morat-marit. Pasukan tidak
> >punya persenjataan dan logistik yang memadai.
> >Ekonomi negara juga menderita, dan rakyat
> >menderita. Hal ini membuat sang khalifah, sebut
> >saja namanya Nizar, prihatin. Ia pun
> >mengumpulkan para menteri dan pembantunya, untuk
> >membahas cara mengatasi situasi genting ini.
> >
> >Dalam pertemuan itu, seorang menteri
> >mengusulkan, agar rakyat dimintai sumbangan bagi
> >pendanaan anggaran kekhalifahan, yang sangat
> >kritis akibat perang berkepanjangan. Warga yang
> >masih memiliki simpanan perak, emas, uang, atau
> >kekayaan dalam bentruk lain, akan dimintai
> >sumbangannya. Jika semua warga berpartisipasi,
> >diyakini kondisi keuangan kekhalifahan akan
> >pulih, bahkan bisa memenangkan perang melawan kerajaan-kerajaan tetangga.
> >
> >Khalifah Nizar beranggapan, usulan itu sangat
> >baik. Namun, untuk bisa terlaksana efektif, dia
> >butuh dukungan ulama atau tokoh masyarakat, yang
> >ucapannya akan dihormati dan dituruti rakyat.
> >Nah, di kekhalifahan itu memang hidup seorang
> >ulama besar, yang sebut saja namanya Abdullah.
> >Meskipun hidup miskin dan sakit-sakitan,
> >kredibilitas ulama besar ini sangat dihormati
> >rakyat. Khalifah berharap, bisa meminta dukungan
> >Abdullah, dalam bentuk fatwa atau seruan pada
> >rakyat, untuk mendukung rencana pemerintah.
> >
> >Maka dikirimlah utusan kepada Abdullah, dengan
> >pesan khusus dari khalifah. Namun, setelah
> >bertemu ulama tersebut, sang utusan balik ke
> >khalifah dan mengatakan, ulama Abdullah tidak
> >mau mendukung rencana pemerintah itu.
> >
> >Khalifah Nizar kesal dan merasa penasaran.
> >�Mengapa dia tak mau mendukung? Bukankah rencana
> >ini sangat baik, demi menyelamatkan negara yang
> >sedang dalam kondisi kritis, dan demi kejayaan
> >agama kita?� Khalifah sekali lagi mengirim
> >utusan, tapi si utusan itu pun kembali dengan
> >jawaban yang sama. Beberapa kali hal itu
> >terjadi, sehingga khalifah pun marah. Kali ini,
> >ia memerintahkan prajuritnya untuk mendatangkan sang ulama secara paksa.
> >
> >Abdullah pun akhirnya dihadirkan ke istana.
> >Ternyata ulama yang sudah cukup berumur itu
> >begitu tampak rapuh. Badannya kurus dan lemah.
> >Tetapi, dalam sorot matanya tersimpan kekuatan
> >batin yang luar biasa, melampaui ketahanan fisiknya.
> >
> >Khalifah pun bertanya, �Hei, Abdullah! Mengapa
> >kamu tidak mendukung rencana pemerintah? Padahal
> >rencana ini sangat baik, demi untuk menyelamatkan kekhalifahan dan
> agama?�
> >
> >Dengan bercucuran air mata, Abdullah menjawab:
> >�Paduka yang mulia, saya menyadari sepenuhnya
> >bahwa rencana itu memang benar untuk kepentingan
> >negara dan agama. Setiap warga negara sudah
> >sepatutnya mendukung rencana tersebut. Namun,
> >penderitaan rakyat kita sudah sangat berat. Jika
> >kita membebani rakyat lagi, dengan meminta
> >mereka menyumbangkan sisa harta bendanya, maka
> >itu seharusnya menjadi pilihan yang terakhir.�
> >
> >�Saya percaya, rakyat pasti ikhlas dan bersedia
> >menyumbangkan harta benda dan milik mereka yang
> >berharga, untuk keselamatan negara dan agama.
> >Tetapi, sebelum kita neminta rakyat berkorban,
> >adalah lebih baik jika paduka, para menteri,
> >para pejabat, dan semua yang lebih mampu dan
> >berkecukupan ini memberi contoh, dengan
> >pengorbanan lebih dulu. Jika Anda semua sudah
> >berkorban dengan sebenar-benarnya, dengan
> >memberikan seluruh harta benda Anda, barulah
> >Anda boleh meminta rakyat untuk berkorban. Para
> >pemimpin harus memberi contoh dan teladan pada
> >rakyatnya. Jika paduka melakukan hal ini, saya
> >akan mendukung sepenuhnya titah paduka,� tutur Abdullah.
> >
> >Khalifah Nizar merasa terguncang hatinya, dan
> >menyadari bahwa kata-kata sang ulama itu memang
> >benar adanya. Saking terharunya ia sampai
> >menangis. Ia pun lalu memerintahkan para menteri
> >dan pejabat negara, untuk menyumbangkan seluruh
> >harta mereka untuk perjuangan. Khalifah juga
> >rela menyerahkan harta miliknya yang berharga untuk kepentingan
> perjuangan.
> >
> >Nah, kembali ke konteks Indonesia dan wacana
> >kenaikan harga BBM. Saya bertanya: Sumbangan dan
> >pengorbanan apakah yang sudah diberikan
> >presiden, para menteri, para pejabat tinggi,
> >anggota DPR, konglomerat dan pengusaha yang
> >dekat dengan istana, para pengemplang dana BLBI,
> >pejabat Pertamina dan BUMN lain yang bertaburan
> >fasilitas, sebelum dengan mudahnya pemerintah meminta rakyat berkorban?
> >
> >Jakarta, 13 Mei 2008
> >
> >Satrio Arismunandar
> >Executive Producer
> >News Division, Trans TV, Lantai 3
> >Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
> >Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627
> >
> >http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> >http://satrioarismunandar.multiply.com
> >
> >"Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan
> >berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah
> >menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke