wah aye kaga ngarti nih bahasa pak karyawan PR hehe maklum dah
bahasanye awut2an, mungkin ada bangse aliendi sini yg paham?


--- In [email protected], mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Analisis sesat (baca sesaat):
>  
> Sebetulnya Si Pitung ini agen asing yang sengaja ditanam di milis
ini (baca: teori konspirasi) untuk memperburuk suasana. 
>  
> Perannya seolah-olah sebagai pembela FPI dan antek-anteknya dengan
mati-matian, dead or alive. Padahal, di hati sanubarinya adalah
sebaliknya. Ia anti FPI dan sejenisnya. 
>  
> Dengan gaya tololnya dan lagak ke-Betawi-annya macam FBR, diharapkan
para sidang miliser akan bertambah yakin bahwa semua yang dibela Si
Pitung semua serba negative. 
> Itu hanya permainan pencitraan agar yang bercitra negative bertambah
negative.
>  
> Semoga sidang miliser tidak terkecoh oleh akal bulusnya  (bulus saja
punya akal, masak Si Pitung kagak punya  ... :)))
>  
>  
>  
>  
>  
> 
> 
> www.mediacare.biz
> 
> --- On Sat, 6/14/08, sipitung68 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: sipitung68 <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ppiindia] Re: Wanted, Die Or Live!
> To: [email protected]
> Date: Saturday, June 14, 2008, 6:44 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> wah ga tau ya, ane orang btawi siy jd , kaga kenal ma penjajah
> inggris, pokoknye yg bule berarti belande aje, bukan bgitu meneer?
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "Kartono Mohamad" <kmjp47@> wrote:
> >
> > Sepertinya bahasa Inggrisnya : Dead or Alive. Entah bahasa Arabnya
apa.
> > KM 
> > 
> > -------Original Message----- --
> > 
> > From: sipitung68
> > Date: 14/06/2008 12:18:44
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Subject: [ppiindia] Wanted, Die Or Live!
> > 
> > wah apa bener nih akkbb organisasi LIAR alias ILEGAL? waduh, beritanya
> > ngawur nih, yg namanya organisasi ALIEN pasti terdaftar di Dept dlm
> > negri bangsa alien ya mungkin di planet mars atau neptunus. Coba aja
> > check deh!
> > 
> > Wanted, Die Or Live!
> > 
> > Kasus rusuh Monas, Ahad (1/6) lalu masih menyisakan banyak pertanyaan.
> > Berbagai media massa sekuler, baik itu media cetak maupun teve, tidak
> > lagi terlihat getol memberitakannya. Ini disebabkan pemerintah
> > akhirnya mengeluarkan SKB Tiga Menteri yang memerintahkan agar
> > kelompok sesat Ahmadiyah berhenti melakukan semua kegiatannya (9/6).
> > 
> > Tudingan biang keladi rusuh Monas yang tadinya banyak diarahkan ke FPI
> > pun kini sudah tidak lagi demikian. Banyak tokoh masyarakat maupun
> > pejabat negara yang berbalik menuding AKKBB sebagai pihak yang harus
> > bertanggungjawab. Kapolri Jenderal Soetanto sendiri dalam sebuah
> > kesempatan di depan anggota DPR menyatakan dengan tegas jika rusuh
> > Monas bisa terjadi karena ulah AKKBB sendiri yang menyalahi janji
> > tentang rute aksi demo dan melakukan provokasi kepada massa umat Islam
> > di Monas. "AKKBB sendiri yang cari-cari masalah!" tandas Kapolri
(12/6).
> > 
> > Hanya saja, pengusutan atas kasus rusuh Monas yang dilakukan oleh
> > pihak kepolisian terasa sekali berat sebelah alias tidak memenuhi asas
> > keadilan. Ketua FPI Habib Rizieq yang tidak tahu apa-apa, tidak berada
> > di TKP dan tidak memerintahkan penyerangan, ditangkap dan ditahan.
> > Namun tokoh-tokoh AKKBB sampai hari ini masih saja bebas melenggang
> > dalam kebebasan. Jika polisi adil tentu tokoh-tokoh AKKBB juga harus
> > diseret dan dipenjarakan seperti Habib Rizieq. Apalagi organisasi
> > bernama AKKBB merupakan organisasi yang tidak tercatat keberadaannya
> > di Departemen Dalam Negeri alias organisasi ilegal.
> > 
> > Salah satu yang harusnya ditelusuri pihak kepolisian dalam kasus rusuh
> > Monas adalah seorang pria berkostum AKKBB, berada di tengah-tengah
> > massa AKKBB, yang membawa-bawa senjata api dalam aksi unjuk rasa
> > tersebut. Lelaki ini harus dikejar, dijadikan buronan (DPO), dicekal
> > tidak boleh keluar negeri, untuk diseret ke proses hukum karena
> > melakukan perbuatan yang jelas-jelas melanggar hukum.
> > 
> > Beberapa hari lalu, dalam milis-milis di dunia maya, foto lelaki
> > tersebut beredar. Wajahnya jelas dan pistol yang dibawanya pun jelas.
> > Dengan bekal ini seharusnya polisi mampu mengejarnya. Jika perlu
> > polisi harus menyebarkan gambar tersebut, menggambar ulang wajah
> > tersebut dan menyebarkannya ke semua tempat-tempat umum di Indonesia.
> > Gambar-gambar ini harus ditempel di stasiun kereta api, bandara udara,
> > terminal, halte bus, rumah-rumah makan, pelabuhan, kantor-kantor,
> > pangkalan ojek, dan sebagainya.
> > 
> > Agar lebih mudah, harusnya polisi menyeret dahulu tokoh-tokoh AKKBB
> > untuk bertanggungjawab atas aksi demonya kemarin tersebut, sama
> > seperti cara pengusutan polisi terhadap tersangka kasus terorisme.
> > Karena orang yang bawa-bawa senjata api dalam aksi demo yang
> > diklaimnya "aksi damai" sama saja dengan teroris yang berbahaya. Kita
> > tunggu saja polisi mengejarnya, atau jika perlu, umat Islam akan
> > mencarinya sendiri? Die or Live. (rz)
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke