Bela FPI Lawan Kemungkaran!

Kamis 05 Jun, 05:24 PM 
FPI Update (armnews) - Saat ini, sebagian kaum
muslimin mungkin mengalami kebingungan terkait peristiwa Provokasi 1
Juni 2008 di Monas. Apakah mereka harus membela Front Pembela Islam
(FPI), atau membela Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKK-BB)? 

Selintas, jika hanya melihat tayangan-tayangan media elektronik maupun
cetak, maka opini kaum muslimin tergiring untuk ikut mencerca dan
meminta pembubaran FPI dan simpati kepada AKK-BB. Padahal, kalau mau
berfikir sejenak, merenung, menimbang dan membandingkan, lalu kembali
ke standar nilai hakiki, yakni Al-Qur’an dan As Sunnah, maka
persoalannya akan menjadi berbeda. Bagaimanakah sikap kaum muslimin
seharusnya? 

Siapa FPI Siapa AKK-BB?  
Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini tetap relevan sebelum kita
membahas lebih jauh peristiwa provokasi 1 Juni 2008. Siapakah
sebenarnya FPI, dan juga AKK-BB? Apa visi dan misi mereka? 
Dalam situs FPI: http://fpipetamburan.blogspot.com dijelaskan tentang visi misi 
FPI, yakni: 
“Posisi FPI menjadi semacam Pressure Group di Indonesia, untuk
mendorong berbagai unsur pengelola negara agar berperan aktif dalam
memperbaiki dan mencegah kerusakan moral dan akidah umat Islam, serta
berinisiatif membangun suatu tatanan sosial, politik & hukum yang
sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam.” (Habib Rizieq, Ketua Umum
FRONT PEMBELA ISLAM, 2007).  
Sebuah tujuan yang mulia dan sesuai dengan tuntunan syari’at agar
adanya kelompok yang selalu menyeru kepada kebaikan (Islam) dan beramar
ma’ruf nahi munkar. Allah swt. berfirman, 
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)  
Dalam kiprahnya, FPI konsisten untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar, meski
kadang sebagian umat Islam kurang setuju dengan ‘cara’ amar ma’ruf nahi
munkar FPI yang lebih banyak menggunakan ‘tangan’. Dalam Islam etika
amar ma’ruh nahi munkar sendiri memang bertingkat. 
Abu Sa’id al Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda: 
“Siapa saja yang melihat kemungkaran dia harus mengubahnya dengan
tangan, jika dia tidak bisa kemudian dengan lidahnya, dan jika dia
tidak bisa maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya Imaan.”  
Lalu, apakah AKK-BB adalah sebuah kemungkaran sehingga FPI bermaksud untuk 
mengubahnya? 
Dalam situs AKK-BB: http://akkbb.wordpress.com dijelaskan bahwa Aliansi ini 
dibentuk oleh beberapa lembaga yang
concern terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan, untuk melakukan
kampanye anti kekerasan atas nama agama, dan melakukan advokasi
terhadap kelompok-kelompok yang ditindas atas nama perbedaan keyakinan
dan agama. 
Dari penjelasan tersebut, maka siapapun bisa mencium kuatnya aroma
pluralisme (menyamakan dan membenarkan semua agama) dan liberalisme
(kebebasan berprilaku) pada AKK-BB ini. Bahkan, kalau ditelusuri lebih
mendalam lagi, maka terlihat jelas bahwa keberadaan AKK-BB hanya untuk
mendukung Ahmadiyyah, yang telah dinyatakan sesat dan menyesatkan oleh
MUI. Dengan begitu, AKK-BB adalah kemungkaran atau menyuarakan dan
memperjuangkan kemungkaran! 
Karena secara tegas Allah SWT melarang kaum muslimin untuk meyakini dan
membenarkan keyakinan (agama, ideologi, faham) lain selain Islam; 
“Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan
diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (Ali Imran: 85)  
Bahkan apabila diperhatikan secara seksama perjalanan historis dan
ideologi kelompok sesat dan menyesatkan Ahmadiyah dengan AKK-BB, kita
akan menemukan benang merah antara keduanya, yakni permusuhan terhadap
syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik
sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum
Muslimin. Ini juga jelas sebuah kemungkaran yang besar! 
Secara jelas hal di atas bertentangan dengan perintah Allah SWT dalam 
Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya : 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.” (Al Ma-idah: 51)  
Kelompok-kelompok yang bergabung dalam AKK-BB bisa menunjukkan siapa
sebenarnya AKK-BB dan apa visi misinya. Ada 67 kelompok yang bergabung
dalam aliansi AKK-BB, yaitu : 
        1. Indonesian Conference on Religion and Peace 
        2. National Integration Movement 
        3. The Wahid Institute 
        4. Kontras 
        5. LBH Jakarta 
        6. Jaringan Islam Kampus (JaRiK) 
        7. Jaringan Islam Liberal 
        8. Lembaga Studi Agama dan Filsafat 
        9. Generasi Muda Antar Iman 
        10. Crisis Center Gereja Kristen Indonesia 
        11. Institut DIAN/Interfidei 
        12. Masyarakat Dialog Antar Agama 
        13. Komunitas Jatimulya 
        14. eLSAM 
        15. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) 
        16. Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika 
        17. Lembaga Kajian Agama dan Jender 
        18. Pusaka Padang 
        19. Yayasan Tunas Muda Indonesia 
        20. Konferensi Waligereja Indonesia 
        21. Komunitas Utan Kayu 
        22. Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (GANDI) 
        23. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia 
        24. Forum Mahasiswa Ciputat 
        25. Jemaat Ahmadiyah Indonesia 
        26. Gerakan Ahmadiyah Indonesia 
        27. Tim Pembela Kebebasan Beragama 
        28. El_Ai_Em Ambon 
        29. Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta 
        30. Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali 
        31. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) 
        32. Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta 
        33. Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta 
        34. Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta 
        35. SHEEP Indonesia Jogjakarta 
        36. Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya 
        37. Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya 
        38. LSM Adriani Poso 
        39. PRKP Poso 
        40. Komunitas Gereja Damai 
        41. Komunitas Gereja Sukapura 
        42. GAKTANA 
        43. Wahana Kebangsaan 
        44. Yayasan Tifa 
        45. Komunitas Penghayat 
        46. Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, 
        47. Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok 
        48. Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo 
        49. Crisis Center SAG Manado 
        50. LK3 Banjarmasin 
        51. Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan 
Makassar 
        52. Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, 
        53. Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin 
        54. PERCIK Salatiga 
        55. Sumatera Cultural Institut Medan 
        56. Muslim Institut Medan 
        57. PUSHAM UII Jogjakarta 
        58. Swabine Yasmine Flores-Ende 
        59. Komunitas Peradaban Aceh 
        60. Yayasan Jurnal Perempuan 
        61. AJI Damai Yogyakarta 
        62. LBH Padang 
        63. Lensa NTB 
        64. PP Fatayat NU 
        65. Kapal Perempuan 
        66. AKUR Bandung 
        67. AKUR NTB 
Kaum muslimin bisa melihat bahwa dari ke 67 kelompok yang menjadi
komponen AKK-BB tersebut terdapat nama Jema’at dan Gerakan Ahmadiyyah
Indonesia di urutan ke 25 dan 26 yang jelas-jelas sesat dan
menyesatkan. (Baca juga artikel Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan
Menyesatkan? di situs: www.arrahmah.com ). Herannya, tuntutan kaum muslimin 
agar Ahamdiyyah dibubarkan malah belum juga terealisir hingga saat ini. 
Kelompok-kelompok aliansi di AKK-BB lebih dikenal di kalangan
masyarakat sebagai LSM yang biasanya menerima dana “asing” yang nota
bene adalah musuh kaum muslimin. Di urutan ke 7 misalnya, terdapat nama
Jaringan Islam Liberal atau JIL. Ulil Absar Abdallah, koordinator JIL
yang saat ini mukim di Inggris secara terang-terangan mengatakan bahwa
dia memang mendapatkan suntikan dana sebesar Rp. 1,4 miliar dari The
Asia Foundation, kalangan Yahudi Amerika, dan CIA. 
Lalu ada juga Goenawan Muhammad, jurnalis Tempo (yang hariannya
memfitnah Ketua Laskar Umat Islam, Munarman), penggagas JIL dan juga
aktivis Komunitas Utan Kayu (di urutan ke 21) telah lama diketahui
sepak terjangnya sebagai seorang pluralis liberalis dan anti penegakan
syariat Islam. 
Goenawan Muhammad yang ikut hadir dalam peristiwa Provokasi 1 Juni 2008
dan gencar mengadakan konferensi pers membela AKK-BB sering mendapatkan
sponsor dari kalangan yahudi Israel. Tel Aviv University (TAU)
memberikan penghargaan “Dan David Prize” kepada
Goenawan Mohammad (GM). Dia juga menerima hadiah uang senilai $ 250.000
AS (sekitar Rp. 2,3 milyar). Pemberian penghargaan dan hadiah uang itu
didasarkan kepada aktivitas Goenawan Mohammad selama 30 tahun terakhir
yang memperjuangkan kebebasan pers dan jurnalisme yang independen di
Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Penghargaan
ini mengambil nama seorang pengusaha Yahudi yaitu Dan David.
Penyelenggaraannya dilakukan oleh TAU secara rutin tiap tahun di Tel
Aviv. Selain popular di dunia pers, GM juga sukses menggerakkan proses
sekularisasi di Indonesia. GM dianggap berperan besar ‘membesarkan’
Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid, sebagai lokomotif liberalisasi
Islam di Indonesia. 
Selain itu, ada Musdah Mulia, seorang aktivis feminis liberal, yang
jelas-jelas mewakili banyak komunitas aksi kesetaraan jender. Baru-baru
ini, profesor UIN ini bahkan memperbolehkan perkawinan sejenis.
Lagi-lagi pihak asing Barat adalah pemasok dana bagi lembaga-lembaga
perusak aqidah umat Islam ini, termasuk kepada Musdah Mulia. 
The Asia Foundation (TAF), sebuah LSM internasional dikenal sebagai
pemasok dana bagi lembaga-lembaga dan pendukung-pendukung Islam liberal
dan pelbagai macam LSM asing pernah memberikan dana kepada Tim
Pengarusutamaan Gender (TPG) Pimpinan Musdah Mulia, yang secara
terang-terangan mengucapkan terima kasih kepada TAF pada kata pengantar Counter 
Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD
KHI). Salah seorang pejabat Departemen Agama yang tidak mau disebutkan
namanya menyatakan, untuk menggolkan CLD KHI (undang-undang anti
syariat Islam), TAF mengucurkan dana sebanyak enam miliar rupiah. 
Sedikit kajian terhadap kelompok-kelompok dan para pemimpin aliansi
AKK-BB di atas cukup untuk mengetahui hakikat dari keberadaan aliansi
ini. Bukan sebuah kebetulan tentunya jika banyak tokoh-tokoh AKK-BB
merupakan orang-orang yang merekalan dirinya menjadi pelayan
kepentingan zionisme yahudi, termasuk Abdurrahman Wahid yang juga baru
saja pulang dari Israel dan mendapatkan penghargaan dari para zionis
(The Wahid Institute menempati posisi nomer 3 dalam aliansi AKK-BB, dan
juga Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di urutan
pertama) 
Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti
kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd
sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan
menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti
di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya. 
Tidak aneh juga kalau kemudian mereka mati-matian mendukung dan membela
Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Bahkan peristiwa Provokasi 1
Juni 2008 semakin diprovokasi oleh media-media cetak maupun elektronik
yang mendukung pluralisme dan liberalisme dan anti penegakan syari’at
di negeri ini. Maka bermunculan ancaman-ancaman dan tuntutan untuk
membubarkan FPI. 
Padahal jelas, dengan sedikit berfikir, mengkaji, dan merenung untuk
segera kembali ke tuntunan Al-Qur’an dan As Sunnah, maka umat Islam
akan tahu siapa yang sebenarnya harus dibela dan siapa yang harus
dilawan. FPI, bagaimana pun adanya, jelas menyuarakan amar ma’ruf nahi
munkar. Dengan demikian harus dibela! 
Sementara itu, AKK-BB adalah kumpulan kelompok liberal sekuler, bahkan
tidak sedikit yang menjadi ‘kaki-tangan’ yahudi zionis Israel, maka
jelas itu adalah sebuah kemungkaran yang harus dilawan! 
Allah swt. berfirman: 
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi
wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat
demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena
(siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan
Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada
Allah kembali (mu).” (Ali Imran: 28)  
Juga firman-Nya : 
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela (redha)
kepada kamu hingga kamu mengikuti agama (millah) mereka." (Al Baqarah:
120)  
Wallahu’alam bis Showab! [fachry/arrahmah.com] 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke