http://www.antara.co.id/arc/2008/6/27/ilmuwan-jerman-rencanakan-satelit-pemburu-bongkahan-batu-antariksa/
Ilmuwan Jerman Rencanakan Satelit Pemburu Bongkahan Batu Antariksa
Koln, Jerman (ANTARA News) - Para ilmuwan Jerman menyatakan, Kamis, mereka
sedang merencanakan sebuah satelit yang khusus memburu bongkahan batu antariksa
yang boleh jadi suatu saat dapat menghantam planet Bumi dan menyapu sepenuhnya
berbagai kota dan negara.
Satelit sederhana tersebut, yang pembuatannya menelan ongkos 24 juta dolar,
akan memindai antariksa untuk memergoki berbagai benda dekat Bumi (NEO).
Sebuah NEO adalah benda langit yang mengorbit Matahari pada jalur yang memotong
garis edar Bumi.
Badan Antariksa Jerman (DLR) mengemukakan pengamatan memperlihatkan paling
tidak ada lebih dari 1.000 benda seperti ini, dengan garis tengah lebih dri 100
meter, namun hanya sembilan NEO yang sudah diketemukan hingga sejauh ini.
DLR mengungkapkan hal ini menjelang 100 tahun Peristiwa Tunguska yang
berlangsung pada 30 Juni 1908 silam.
Menurut DLR, kejadian ini berlangsung saat sebuah bongkahan batu dengan garis
tengah 30 hingga 50 meter memasuki atmosfir di atas Siberia dan meledak sekitar
8 sampai 12 kilometer di atas permukaan daratan, sehingga membinasakan hutan
seluas 2.000 kilometer persegi.
"Penting sekali untuk mengidentifikasi NEO sebelum benda langit tersebut
bertabrakan dengan Bumi," ujar Ekkehard Kohrt dari institut riset keplanetan
DLR kepada DPA.
Pekerjaan dalam pengembangan satelit itu kemungkiban akan bisa dimulai pada
musim rontok tahun ini.
Satelit itu juga akan melacak sampah antariksa, yang terdiri atas berbagai
puing satelit yang mengorbit Bumi.
Dengan masa tenggang peringatan yang memadai, seperti 10 tahun, sebuah NEO
dapat diusir dari garis orbit yang mengancam Bumi.
Sebuah pesawat antariksa dapat menghantam NEO dan memukul sampah antriksa untuk
mengubah lintasan mereka. (*)
[Non-text portions of this message have been removed]