(dari milis tetangga)
Posted by: "didin abidin"
[EMAIL PROTECTED]
didinabidin
Tue Jul 8, 2008 7:48 am (PDT)
PEDAGANG ANTHURIUM TERJEBAK DI KANDANG SONTOLOYO
Nama saya Didin Abidin Masud. Profesi utama saya adalah petani dan
pedagang tanaman hias anthurium dan aglaonema. Saya memasok anthurium
dan aglo ke Toko Trubus Cimanggis, Gunung Sahari, dan Bintaro. Sejak 21
Juni bersama beberapa teman membuka toko saprotan dan tanaman hias
Burgundy Flora di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Saya ingin memaparkan pengalaman seru ketika 14 polisi dari
Bareskrim Polri menggeledah kantor Komite Bangkit Indonesia (KBI), Jl.
Tebet Barat, Selasa (2/7) malam lalu. Ketika itu, sehabis mengikuti
acara Konferensi Pers yang diselenggarakan KBI di Hotel Bumi Karsa,
Bidakara, saya mampir ke kantor KBI untuk browsing Internet. Biasa
buka-buka situs tanaman hias seperti www.langitlangit. com,
www.toekangkeboen. com, dan www. indonetwork. co.id.
Saya bisa leluasa masuk ke kantor KBI karena orang-orang KBI tahu saya
sedang menulis buku tentang Rizal Ramli, Ketua Umum KBI. Saya mengenal
Bang Rizal Ramli sejak akhir tahun 1990-an, ketika menjadi redaktur di
Majalah Prospek. Saya pensiun dari dunia pers sejak Januari 2008.
Ketika sedang asyik browsing, geruduk belasan polisi masuk. Di kantor
KBI saat itu cuma ada dua office boy dan saya. Mula-mula mereka
menggeledah dan mengangkut sejumlah dokumen, mulai dari kliping-kliping
tentang kegiatan KBI atau Rizal Ramli yang dimuat di koran-koran,
majalah, atau Internet. Buku Jalan Baru Pemimpin Baru, yang memuat
pidato deklarasi KBI juga dikumpulkan. Saya senyam-senyum saja, merasa
aneh dengan penggeledahan yang dilakukan Pak Polisi. Belasan VCD yang
berisi pidato Rizal Ramli atau kegiatan KBI juga dikumpulkan, beberapa
disetel.
Belakangan, Mas Adhie Masasardi, Juru Bicara KBI bilang: Jika polisi
itu menyimak pidato-pidato Rizal Ramli, mereka pasti akan simpati dan
mendukung KBI, karena Jalan Baru yang ditawarkan Rizal Ramli membela
kepentingan rakyat. Sangat berbeda dengan kebijakan ekonomi pemerintah
SBY yang kerap merugikan rakyat, seperti kenaikan harga BBM.
Ketika sedang asyik menonton penggeledahan, seorang polisi
tiba-tiba bertanya: Bapak siapa? Saya jawab, Pedagang tanaman
hias dari Cimanggis, Depok. Dia mengernyitkan dahi. Lalu meminta
saya keluar. Saya bilang, saya sudah di sini ketika polisi datang. Lalu
saya disuruh duduk di meja ruang tengah, tidak lagi di ruang komputer.
Setelah agak lama duduk, polisi itu mulai menyelidiki saya.
Meminta KTP saya untuk difotokopi. Saya membatin, ⤽Ini sudah termasuk
pada penyelidikan dan interogasi. Padahal, surat perintah yang mereka
tunjukkan hanya untuk penggeledahan. Saya ikuti saja kesalahan
prosedur mereka.
Bapak anggota KBI? tanya polisi pertama. Kali ini saya dikeroyok tiga polisi.
Agak deg-degan juga. Bukan, saya petani
tanaman hias, lalu saya menyodorkan kartu nama.
Jauh sekali hubungannya tanaman hias dengan KBI, kata polisi
lain. Masa bodoh, batin saya. Lalu saya jelaskan bahwa saya kenal Rizal
Ramli sejak lama, sudah menulis buku arsitektur almarhumah istri Rizal
Ramli, dan kini sedang menulis buku lain.
Mereka tidak percaya. Lalu seorang polisi menyuruh saya berdiri dan
mengangkat tangan kiri. Saya tahu, ini untuk mengetes apakah seseorang
mabuk atau tidak. Ketika saya lulus mengangkat tangan kiri. Sang
polisi dengan gagah bilang: Bapak ini pembohong, saya tahu
itu,ujarnya. Waah. Bapak jujur saja kepada saya. Saya ini sering
menginterogasi pembunuh, kata si polisi. Saya cuma ketawa dalam
hati. Masa bodoh, emang gue pikirin!
Lalu mereka mulai mengeluarkan isi tas saya. Ada bukti transfer Rp
315.000. Ini transfer ke siapa? Dalam hati saya ketawa, mungkin
mereka mencari transfer dana untuk membiayai demo. Padahal, itu
transfer untuk membeli tanaman hias. Mereka juga secara cermat
membuka-buka dua buku agenda saya. Ini mencurigakan, Pak, kata
seorang polisi, mungkin kepada atasannya, sambil menyerahkan agenda
saya, seolah-olah sebuah temuan fakta penting. Akhirnya, bukan hanya
seorang, melainkan tiga orang membaca agenda itu! Lagi saya tersenyum
geli.
Oh, rupanya mereka tertarik pada angka puluhan juta rupiah yang ada di
agenda itu. Padahal itu garis besar proposal anggaran pembuatan
majalah. Mereka juga membuka setiap lembar tagihan kartu kredit. Banyak juga
kartu kredit bapak ya, kata Pak Polisi. Ya, banyak
utang, kata saya seenaknya karena udah sebel barang pribadi
diacak-acak.
Setelah satu jam lebih diinterogasi, saya pun duduk tenang sambil
menonton televisi. Saya pun tak lupa menawarkan tanaman hias kepada
polisi itu. Mampir aja ke toko saya. Harganya saya jamin miring,
kata saya berpromosi.
Itulah sepenggal pengalaman seru saya diinterogasi beberapa polisi
sekaligus. Sebuah pengalaman menarik tentang bagaimana cara kerja
polisi. Saya menjadi korban pelanggaran HAM karena diinterogasi
tanpa surat perintah. Boleh jadi karena saya berada di markas KBI, yang
Ketua Umumnya dianggap sebagai lawan politik SBY, dianggap sebagai
Sontoloyo oleh kepala intelnya. Tapi, dari pengalaman itu juga orang
bisa menilai, siapa yang sebenarnya Sontoloyo itu?***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/