orang liberal hobi membuat istilah, tp alergi diberi istilah yg pas utk mereka, lama2 mereka mirip George Bush deh
Perang Istilah http://akmal.multiply.com/journal/item/421 assalaamualaikum wr. wb. Manusia selalu berhasil menemukan istilah-istilah yang manis untuk hal-hal yang bejat.Memang fitrah manusia itu tidak menyukai keburukan, namun pengamatan manusia rupanya mudah tertipu, sehingga sampah yang dibungkus rapi pun akan nampak seperti kado yang menyenangkan. Inilah salah satu modus operandi Iblis dan kader-kader andalannya, yaitu membuat manusia bingung dan ragu akibat melihat kemasan dosa yang seringkali nampak indah.Bahasa adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk mengemas dosa secara apik. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.(Q.S. Al-Anaam [6] : 112) Film dewasa adalah film yang didalamnya menyajikan adegan-adegan seks.Istilah yang sebenarnya mereka butuhkan adalah film mesum, film jorok, atau film amoral, namun mereka memilih untuk menyamarkan kebejatan tersebut dan menggunakan istilah yang jauh lebih sedap didengar.Dengan demikian, film-film semacam ini bukannya diberantas, namun justru ditetapkan sebagai film yang hanya boleh dikonsumsi oleh orang-orang yang usianya di atas 17 atau 21 tahun.Padahal justru mereka yang sudah dewasa itulah yang sangat rentan terhadap godaan syahwat yang ditimbulkan oleh film-film semacam itu. Istilah pelacur pun berevolusi sedemikian rupa sehingga lama-kelamaan semakin hilanglah konotasi jeleknya.Semua orang bisa berkata bahwa pelacuran itu selalu dianggap buruk oleh manusia, namun perubahan istilah menunjukkan sebaliknya.Perhatikanlah bagaimana pelacur berubah menjadi wanita tuna susila (seolah pelacuran bisa dianalogikan dengan kecacatan, bukan kebejatan), pramunikmat (menyejajarkan pelacur dengan pramugari, pramuwisma, dan pramuniaga?), pekerja seks komersil (apakah pelacur sudah menjadi profesi?), atau bahkan kupu-kupu malam (apa salahnya kupu-kupu sehingga disamakan dengan pelacur?). Islam sudah menyediakan solusi yang membuat jera untuk masalah perzinaan.Akan tetapi, apa boleh buat, manusianya sendiri yang gemar berzina.Para pelacur dan germo tidak disuruh bertaubat atau diberi hukuman, namun malah dikumpulkan dalam satu area yang disebut lokalisasi.Sebuah istilah yang amat netral untuk sebuah area yang penuh dengan kenistaan. Manusia yang tinggal bersama tanpa ikatan nikah awalnya disebut dengan istilah kumpul kebo yang jelas-jelas konotasinya negatif.Sekarang, manusia mengembangkan istilah-istilah baru sebagai penggantinya, misalnya hidup bersama (living together), atau partner domestik (domestic partnership). Seks, yang awalnya adalah hubungan yang hanya boleh dilakukan oleh suami-istri yang didasari oleh cinta, sekarang justru dibalikkan logikanya dengan istilah make love.Jadi, jika tadinya urutannya adalah cinta dulu baru seks, kini berubah menjadi seks untuk menciptakan rasa cinta.Dan karena definisi seks berubah menjadi alat untuk menciptakan rasa cinta, maka ia pun dianggap halal untuk dilakukan sebelum nikah.Cerdas, bukan? Jika Anda tanyakan kepada mereka, Bagaimana cara paling ampuh untuk mencegah penyebaran HIV?, kemungkinan besar mereka akan menjawab : Setia pada pasangan!Terdengar manis?Ya, tentu saja, jika kita tidak teliti pada kata-katanya.Sebenarnya pasangan macam apa yang harus kita berikan kesetiaan kita padanya?Pasangan suami-istri, atau jangan-jangan pacar pun boleh?Dengan demikian, bergonta-ganti pacar pun tak masalah, asalkan selalu setia dengan pacarnya yang sekarang, begitu?Mengapa mereka tidak mempergunakan istilah yang lebih tepat, yaitu setia pada aturan agama? Jika Anda bertanya pada George W. Bush tentang agresi ke Irak, maka jawabannya adalah pre-emptive strike, alias mendahului serangan dengan serangan.Jika demikian, bolehkah Korea Utara melempar nuklir ke Pentagon dalam rangka mendahului serangan dengan serangan?Tentu saja tidak, karena istilah bikinan Bush itu hanya dipergunakannya untuk kepentingannya sendiri, tidak untuk orang lain. Istilah fanatik dieksploitasi habis-habisan oleh orang-orang liberal untuk mendiskreditkan pihak-pihak yang menentangnya..Padahal, mereka sendiri fanatik kepada Nurcholis Madjid (yang beberapa kali ketahuan telah berbohong atas nama Ibnu Taimiyah), Ulil Abshar Abdalla (yang terang-terangan menolak sebagian isi Al-Quran dengan alasannya sendiri), Gus Dur (perlukah tokoh yang satu ini saya komentari lagi?), atau Jalaluddin Rakhmat (yang telah membelokkan kata-kata Rasyid Ridha dan kebohongan ini dibongkar oleh Adian Husaini).Bahkan JIL, organisasi mereka, telah terbukti melakukan kebohongan publik.Maka mengapa mereka masih betah dengan ideologi dan organisasi semacam itu?Tentu saja karena mereka fanatik! Almarhum Ustadz Rahmat Abdullah juga pernah menggarisbawahi perubahan makna pada istilah-istilah ini.Menurutnya, sungguh aneh bagaimana orang-orang sekuler berkata bahwa dirinya berpikir dengan akal yang bebas, semantara kata akal dalam bahasa Indonesia berasal dari kata aql bahasa Arab yang artinya adalah ikatan.Akal dan kebebasan adalah dua hal yang bertolak belakang, karena justru akal manusialah yang membuatnya tidak bisa seenaknya berbuat. Ada pula kata korban yang diserap dari kata qurban dalam bahasa Arab.Makna awalnya adalah mendekatkan diri.Seorang Muslim bolehlah disebut telah berkorban jika ia memberikan sebagian rizkinya kepada orang lain, karena perbuatan itu telah mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.Akan tetapi, penggunaan istilah korban narkoba sangatlah tidak tepat, karena narkoba tidak pernah membuat manusia menjadi lebih dekat dengan Allah..Sang Ustadz sendiri lebih merasa nyaman jika orang yang mati atau hidupnya susah karena narkoba diberi sebutan mangsa narkoba. Begitulah perang istilah yang terjadi diantara kita.Bahaya yang ditimbulkannya tidak radikal, melainkan justru sangat halus.Akan tetapi, perubahan yang sangat lembut inilah yang justru lebih mampu menyesatkan manusia, karena banyak yang tidak sadar bahwa dirinya telah sesat.Sedikit demi sedikit, Iblis dan prajurit-prajuritnya menggeser pemahaman umat manusia sehingga yang bejat itu nampak lezat, sedangkan kebaikan itu nampak begitu sulit. wassalaamualaikum wr. wb. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

