http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8400


    
*<http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=categories&op=newindex&catid=5>TNI
TIDAK KURANGI KEKUATAN DI PULAU TERLUAR*
  <http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&new_topic=1>

Singaraja - TNI belum punya rencana untuk mengurangi apalagi menarik pasukan
yang selama ini bertugas di sejumlah pulau terluar di wilayah Nusa Tenggara
Timur (NTT).

"Kalau kita tarik, siapa yang berani menjamin keamanan dan kepentingan
pertahanan pada sejumlah pulau kecil yang berbatasan dengan negeri orang
itu," kata *Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan*, di
Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat.

Usai melakukan pengarahan dan peninjauan ke markas Yonif Raider 900, Pangdam
menyebutkan, gangguan keamanan pada sejumlah pulau terluar selama ini cukup
beragam.

Tidak hanya itu, di kawasan pulau tersebut juga kedaulatan negara harus
dipertahankan dari kemungkinan adanya gangguan pihak lain.

"Sekarang kalau pasukannya dikurangi atau bahkan kita tarik, siapa yang
berani menjamin masalah keamanan dan aspek ketahanan di kawasan tersebut,"
kata Panglima Hotmangaradja menandaskan.

Pangdam mengatakan hal itu terkait adanya usulan dari beberapa kalangan yang
mengharapkan adanya penarikan sebagian kekuatan TNI dari pulau-pulau kecil
yang berbatasan dengan negeri tetangga, Australia.

Penarikan perlu dilakukan sehubungan kondisi keamanan belakangan ini dinilai
telah cukup kondusif.

"Saya jadi heran, untuk apa pasukan dari pulau tersebut harus ditarik ?"
kata Pangdam seraya menambahkan, justru dengan adanya pasukan TNI yang
ditempatkan, kawasan terluar menjadi cukup aman.

Lagi pula, lanjut dia, "Mereka mau ditarik ke mana, wong pasukan yang
ditempatkan di pulau terluar adalah petugas organik yang memang `rumahnya`
di situ," kata panglima menjelaskan.

Pulau terluar yang terdiri atas Batek, Mengkudu dan Danarote, selama ini
ditempati anggota Yonif 743 dan 744 yang adalah petugas organik TNI di
wilayah Nusa Tenggara Timur.

Selama di lingkungan Kesatrian Yonif "pemukul", Pangdam yang didampingi
Danyonif Raider 900 Letkol Inf Suhardi, tampak menyaksikan demo kemahiran
anggota Gultor Raider 900 dalam menaklukkan para pelaku teror bom, tembak
tepat sasaran serta aksi refling dan pendakian tebing menggunakan seutas
tali.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke