http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006119433
*AMANAT PANGLIMA TNI* *PADA UPACARA PERINGATAN HUT KE-63 PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 2008 * Para Perwira, Bintara dan Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil TNI yang saya cintai dan saya banggakan, Di hari dan bulan yang amat bersejarah dan penuh semangat heroisme dan patriotisme ini, marilah bersama-sama kita persembahkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala ridho dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini tanggal 17 Agustus 2008 kita dapat mengikuti upacara Hari Ulang Tahun ke-63 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara khidmat dan dalam keadaan sehat walafiat. Peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan seperti ini, pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kita kepada para pejuang, pendekar dan pendiri Republik ini, para "pahlawan sejati", yang telah memberikan segala-galanya melampaui apa yang seharusnya diberikan. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, wujud penghormatan dan penghargaan kita yang paling mulia adalah mewarisi tradisi dan nilai-nilai kejuangan serta melanjutkannya untuk mengisi kemerdekaan. Peserta Upacara yang saya banggakan, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah hari nasional yang paling bersejarah monumental dan tercatat dalam lembaran kehidupan berbangsa bernegara dan diakui oleh bangsa-bangsa di dunia, dari sinilah awal titik tolak Republik Indonesia sebagai suatu Bangsa dan Negara. Pada hari inilah, secara nasional kita lakukan kajian dan koreksi, apa yang telah kita lakukan selama 63 tahun kemerdekaan dan apa yang akan kita kerjakan untuk menyongsong masa depan. Untuk kepentingan itu, Panitia Nasional menetapkan tema Peringatan, "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global". Mencermati tema tersebut, kita dapat menarik tiga pokok pikiran, yakni perihal keberlanjutan atau kesinambungan, perihal peningkatan kesejahteraan rakyat dan perihal ketahanan nasional. Ketiga pokok pikiran itu, pada hakekatnya merupakan "amanah" sekaligus panduan semua komponen bangsa termasuk TNI dalam menapak dengan pasti, menyongsong hari depan yang penuh harapan. Pembangunan yang sedang dilakukan adalah sebuah "continuum" atau rangkaian kesinambungan yang membentuk kesatuan. Reformasi nasional yang sedang berlangsung satu dasawarsa ini merupakan komitmen bangsa untuk lebih maju dalam upaya menyongsong masa depan Bangsa yang lebih baik. Dalam kontek dengan perjuangan para pahlawan yang telah meletakkan fondasi NKRI maka reformasi itu harus dimaknai sebagai kesinambungan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa. Hal itu berarti setiap tahapan sejarah dan setiap generasi yang lahir setelah 17 Agustus 1945, "tidak harus meletakkan fondasi baru" terhadap NKRI. Akan tetapi, "hanya meletakkan atau memasang batu bata" pada dinding NKRI yang belum terpasang, merampungkan yang belum dan perlu diselesaikan, serta menyempurnakan yang belum sempurna. Sesuai dengan tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945, komitmen utama dalam proses kesinambungan pembangunan itu adalah melanjutkan pembangunan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Berbicara tentang kesejahteraan rakyat, tentu termasuk di dalamnya kesejahteraan Prajurit dan PNS TNI beserta keluarganya. Untuk itu, Pimpinan TNI terus bekerja keras untuk mewujudkannya. Masalah kesejahteraan menjadi salah satu prioritas utama dari sistem pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI. Kita semua menyadari, bahwa kesejahteraan menjadi mata rantai pertama bahkan faktor strategis dan dominan dalam mewujudkan TNI sebagai komponen utama Hanneg yang kuat, solid, handal, profesional, dicintai dan mencintai Rakyat. Peserta Upacara yang saya banggakan, Muara akhir dari dinamika kesinambungan pembangunan nasional itu adalah terwujudnya "kondisi dinamis" bangsa Indonesia yang kuat dan tangguh sehingga mampu menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman dan tantangan. Itulah yang lazim kita sebut Ketahanan Nasional. Memasuki usia kemerdekaan yang ke 63, bersamaan dengan 10 tahun reformasi nasional secara jujur harus diakui bahwa kondisi ketahanan nasional kita belum sepenuhnya menggembirakan. Banyak contoh dan kenyataan sehari-hari pada seluruh bidang dan aspek kehidupan yang kita rasa dan saksikan mencerminkan betapa kondisi ketahanan nasional kita harus terus kita jaga dan tingkatkan. Upaya penguatan dan pemantapan ketahanan nasional itu harus menjadi kepedulian seluruh komponen bangsa. Harus menjadi kepedulian bersama terutama ketika kita tengah berada dalam suasana, hari dan bulan kemerdekaan seperti hari ini. Panglima TNI dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan bahwa disiplin, militansi, semangat nasionalisme dan patriotisme sebagai Bangsa perlu lebih ditingkatkan. Kelemahan yang ada kita iliminir agar ketahanan nasional kita dapat lebih meningkat dan kuat pada semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kaitan itu, saya minta kepada seluruh prajurit TNI di manapun berada dan bertugas hendaknya senantiasa dapat berperan lebih aktif. Setidaknya TNI harus mampu mencegah diri sendiri agar jangan sampai menjadi beban apalagi sumber masalah bagi masyarakat disekelilingnya. Amalkan "delapan wajib TNI", sebagai komitmen moral prajurit dalam meringankan beban kehidupan masyarakat sehari-hari. Peserta Upacara yang saya banggakan, Ancaman dan tantangan global di masa depan, kita perkirakan akan semakin kompleks dan beragam. Sebagai bagian dari kehidupan global, bangsa dan negara kita juga menghadapi tantangan global, berikut segala dimensinya. Secara global, dewasa ini kita dihadapkan pada tantangan kelangkaan pangan, krisis energi, pemanasan global, perubahan iklim, terorisme, konflik antar negara sekawasan, masalah perbatasan negara dan lain-lain. Belum lagi, tantangan yang muncul dari dalam negeri, seperti konflik komunal bernuansa "SARA", meningkatnya aksi kriminal sehingga upaya penegakan Hukum harus lebih intensif. Dalam tahun-tahun terakhir ini, telah banyak tenaga dan pikiran kita yang terkuras untuk menanggulangi berbagai permasalahan nasional, apalagi saat ini merupakan tahun politik. Banyak yang perlu lebih mendapatkan perhatian agar stabilitas nasional tetap dapat kita jaga. Netralitas TNI harus dijaga agar komitmen yang kita bangun dapat kita pertahankan sehingga TNI benar-benar menjadi institusi yang profesional sebagai komponen utama pertahanan negara. Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil Mabes TNI yang saya cintai dan saya banggakan, Di tengah kondisi serba terbatas saya percaya terhadap pengabdian warga Mabes TNI yang penuh semangat, tulus ikhlas dan profesional untuk melayani TNI dalam mengawal Bangsa dan NKRI yang kita cintai ini. Mari kita perkokoh soliditas dan solidaritas keluarga besar Mabes TNI guna meningkatkan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa dan negara agar dapat segera keluar dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Kita jadikan peringatan ini menjadi tonggak baru untuk membangun komitmen baru yang lebih segar dengan memupuk karakter dan nilai-nilai luhur bangsa menuju Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Akhirnya kepada segenap warga TNI, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas segala pelaksanaan tugas dan pengabdiannya selama ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa meridhoi setiap upaya dan kerja keras kita dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. "Dirgahayu Republik Indonesia" Selamat bekerja. Sekian dan terima kasih. Panglima TNI Djoko Santoso Jenderal TNI [Non-text portions of this message have been removed]

