http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006121994
*KASAD TERIMA DUTA BESAR TURKI* 01 Apr 2009 *DISPENAD* (1/4),- Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di Dunia yang menghargai keberagaman dan hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lainnya. Demikian pula halnya dengan negara Turki yang wilayah teritorialnya berada di benua Asia dan Eropa, memiliki penduduk yang menganut beragam keyakinan dengan mayoritas penduduk muslim. Atas dasar kesamaan tersebut tidak terlalu berlebihan apabila kedua negara kedepan diharapkan memiliki jalinan diberbagai sektor agar membawa kemaslahatan dan lebih bermartabat dimata dunia. Dalam rangka merintis hubungan itu, *Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo* menyambut dengan jajar kehormatan kunjungan *Dutabesar Turki Bapak Aydin Evirgen*, di *Markas Besar TNI Angkatan Darat*, Jakarta, Rabu (1/4). Kepada tamunya Kasad mengatakan, selama ini antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Turki masih terbatas pada hubungan persahabatan kedua Angkatan, namun belum terwujud dalam hubungan kerjasama. Karena itu diharapkan kunjungan kehormatan ini menjadi awal terwujudnya hubungan kerjasama antara Angkatan Darat Turki dengan TNI Angkatan Darat. Untuk memulai hubungan kerjasama antar Angkatan Darat kedua negara, tentunya perlu diawali dengan pembicaraan antar kedua Pemerintahan melalui Departemen Pertahanan masing-masing. Setelah itu baru dilaksanakan pembahasan di tingkat Mabes TNI dan dilanjutkan ditingkat Mabes TNI AD. Pada tingkat Mabes TNI Angkatan Darat dapat diawali melalui program Army to Army Talks yang akan menjadi payung hukum bagi pelaksanaan hubungan kerjasama antara kedua Angkatan Darat. Hubungan kerjasama tersebut dapat dijalin dalam bentuk kegiatan pertukaran kunjungan Perwira Senior, Program Pertukaran Pendidikan dan latihan dan lain-lain. Saat ini, sebagian kebutuhan alutsista TNI Angkatan Darat dapat disediakan oleh industri strategis nasional seperti PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia maupun PT. PAL, tetapi bukan berarti, produk-produk dari luar negeri diabaikan sama sekali. TNI Angkatan Darat tetap membutuhkan produk-produk dari negara-negara sahabat, untuk itulah antara lain kita ingin membangun kerjasama dengan negara-negara produsen dalam pemenuhan alutsista, kata Kasad. Hadir pada acara tersebut Asisten Pengamanan Kasad Mayjen TNI Hendardji Supandji, Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Hotma Marbun, Asisten Perencanaan Mayjen TNI Karsidi, S.T., Asisten Logistik Kasad Mayjen TNI Hari Krisnomo, S.IP., dan Kadispenad Brigjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M. [Non-text portions of this message have been removed]

