http://www.antara.co.id/arc/2009/3/31/yudhoyono-harap-pm-brown-usahakan-g-20-hasilkan-konsensus/

*Yudhoyono Harap PM Brown Usahakan G-20 Hasilkan Konsensus*


*London* (ANTARA News) - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* berpesan kepada
* Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown* sebagai tuan rumah pertemuan
G-20 agar forum itu dapat menghasilkan konsensus yang nyata.

Pesan itu disampaikan oleh Presiden Yudhoyono kepada PM Brown saat keduanya
mengadakan pertemuan bilateral di kediaman Brown, Downing Street No 10,
London, Selasa.

"Saya berharap tadi melalui PM Brown sebagai `host` untuk betul-betul bisa
dicapai konsensus. Dengan demikian, kita tunjukkan `we are united`," tutur
Presiden saat konferensi pers menjelaskan hasil pertemuan dengan PM Brown.

Tanpa kebersamaan dan tanpa konsensus, presiden mengatakan, dibutuhkan waktu
lebih lama lagi bagi dunia untuk keluar dari kondisi krisis keuangan.

Pertemuan antara kedua pemimpin pemerintahan itu berlangsung sekitar 20
menit.

Presiden Yudhoyono didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri
Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar.

Presiden Yudhoyono dan PM Brown bersalaman dan sempat memberi kesempatan
media massa untuk memotret keduanya.

Dalam pembicaraan tentang G-20, Presiden Yudhoyono menyatakan kepada PM
Brown bahwa Indonesia mendukung penuh pelaksanaan pertemuan G-20 dan
berharap forum itu dapat menghasilkan aksi nyata internasional yang
terkoordinasi agar dunia dapat keluar dari kondisi krisis keuangan.

"Begitu juga saya menggarisbawahi pentingnya `global financial architectur
reform` yang tentunya bisa membikin lebih kredibel semua international
financial institution," tutur Presiden.

Pada tataran bilateral, Presiden Yudhoyono dan PM Brown berkomitmen untuk
meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Pada 2008, volume perdagangan Indonesia-Inggris mencapai 2,4 miliar dolar AS
dan Inggris selama lima tahun terakhir adalah investor nomor dua terbanyak
di Indonesia.

Presiden Yudhoyono mengajak Inggris, khususnya British Petroleum untuk
berinvestasi di bidang energi biofuel, serta meningkatkan kerja sama di
bidang pariwisata.

Selain itu, Indonesia dan Inggris sepakat untuk melanjutkan kerja sama di
bidang pencegahan terorisme dan meningkatkan forum kerja sama Islamic
Advisory Council melalui tukar-menukar ulama antara kedua negara.

Sedangkan di tingkat regional, Presiden Yudhoyono dan PM Brown membicarakan
masalah demokratisasi Myanmar.

"Saya menekankan pada beliau bahwa kita harus mendukung proses demokratisasi
yang sedang terjadi di Myanmar melalui Pemilu yang akan dilaksanakan tahun
depan," tutur presiden.

Kepada PM Brown, Presiden Yudhoyono menegaskan dukungan Indonesia terhadap
proses demokratisasi Myanmar dan berharap pemilu tahun depan dilaksanakan
secara inklusif, transparan, kredibel, dan mengajak semua pihak untuk
terlibat.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke